Jarang Tampil Bareng, Pasangan SanDi Retak?

Bakal calon bupati Drs H M Sanusi (dua dari kanan) hanya datang sendirian saat Partai Nasdem menyerahkan surat rekomendasi dukungannya pada pasangan SanDi, Kamis (25/6) lalu.

KABUPATEN – Beberapa pekan belakangan, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Sanusi–Didik (SanDi) tak lagi sering tampil berdua. Situasi ini cukup kontras jika dibandingkan dengan beberapa saat setelah keduanya dinyatakan sebagai pasangan resmi yang akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju dalam kontestasi politik Pilkada Kabupaten Malang 2020. Isu keretakan antara keduanya, disebut-sebut menjadi penyebabnya.

Terakhir, pada saat Partai Nasdem menyerahkan surat rekomendasi dukungannya pada pasangan SanDi pada Kamis (25/6) lalu. Penyerahan surat dukungan tersebut hanya dihadiri oleh Sanusi tanpa Didik Gatot Subroto yang notabene saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang.

Begitu pun pada saat Sanusi menerima rekom sementara dari DPP Partai Demokrat, Senin (29/6) kemarin. Lagi-lagi bupati incumbent ini hanya datang sendirian tanpa didampingi Didik.

Menanggapi hal tersebut, bakal calon bupati Drs H M Sanusi menampiknya. “Kami jarang tampil bersama itu karena bagi tugas, tapi di beberapa acara kami tetap bareng,” kata Sanusi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang.

Lagi-lagi bakal calon bupati Drs H M Sanusi hanya datang sendirian tanpa didampingi pasangannya, Didik Gatot Subroto.

Pria asal Gondanglegi itu menegaskan bahwa dirinya kini sedang membagi tugas untuk menghimpun kekuatan guna memenangkan Pilkada 2020 di Kabupaten Malang.

“Kemarin di Kasembon kami berdua konsolidasi dengan PAC (pengurus anak cabang), di Kepanjen juga bareng. Lihat-lihat waktunya, kalau hari ini (kemarin) Pak Didik ke Jakarta dalam rangka konsolidasi DPP PDIP, saya yang ke Surabaya bertemu dengan pengurus Partai Demokrat untuk membahas koalisi,” jelas Sanusi.

Luasnya wilayah Kabupaten Malang serta kewajiban keduanya yang masih harus bertanggung jawab terhadap jabatanya sebagai Bupati Malang dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, disebut Sanusi menjadi alasan kenapa keduanya jarang tampil berduaan didepan publik.

“Kami berbagi tugas, tidak harus selalu bareng karena wilayah kabupaten kan luas,” tukasnya.

Pewarta: Farik Fajarwati
Foto: Farik Fajarwati
Editor: Hendarmono Al Sidarto