Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DPT Malang Raya 2024 vs Pemilu 2019, Jumlah Pemilih Bertambah 100 Ribu

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 22 Juni 2023 | 20:00 WIB

 

Rapat pleno KPU Kota Malang menetapkan DPT 2024.
Rapat pleno KPU Kota Malang menetapkan DPT 2024.

MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu mengesahkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024, Rabu (21/6). Jika ditotal, jumlah warga Malang Raya yang berhak menyalurkan suara tahun depan mencapai  2.870.452 orang. Meningkat 100.389 pemilih jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. Itu belum termasuk potensi tambahan dari pemilih potensial (warga yang menginjak usia 17 tahun menjelang atau pada saat hari pemungutan suara).

Di Kota Malang, jumlah DPT 2024 yang disahkan kemarin mencapai 651.758 orang. Terdiri dari 319.280 pemilih laki-laki dan 332.480 pemilih perempuan. ”Di luar itu masih ada  pemilih potensial yang berjumlah 6.066 orang,” kata Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas.

Sebelum menetapkan DPT 2024, pihaknya juga sudah melewati beberapa tahapan. Yakni penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), penyesuaian berdasar tanggapan masyarakat, kemudian menetapkan DPS Hasil Perbaikan (DPSHP). Selanjutnya KPU kembali mendengar masukan dari masyarakat sebelum menyusun DPSHP Akhir (DPSHPA). Jumlah pemilih di DPSHPA itulah yang menjadi proyeksi DPT dan akhirnya resmi ditetapkan kemarin.

Aminah menambahkan, meski sudah disahkan di tingkat KPU Kota Malang, DPT kemungkinan bisa saja berubah. Tapi perubahannya harus dilakukan melalui rapat pleno KPU tingkat provinsi. ”Jika ada kesalahan di tingkat kota bisa diperbaiki di provinsi maupun nasional. Tapi harus melampirkan bukti. Karena muara DPT itu di KPU pusat,” jelas Aminah.

Terkait jumlah TPS, KPU Kota Malang sudah menyiapkan 2.452 unit. Sebanyak 12 di antaranya berada di lokasi khusus. Yakni, 10 TPS  di Lapas Lowokwaru dan 2 TPS di Lapas Wanita Sukun.

Aminah menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 berada di kisaran 80 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding target nasional yang mematok 79,5 persen. ”Untuk upaya mencapai target tersebut kami akan menggencarkan sosialisasi,” tandasnya.

Banyak Pemilih Potensial

Sementara itu, jumlah pemilih di Kabupaten Malang yang ditetapkan melalui DPT Pemilu 2024 mencapai 2.054.178 orang. Angka itu menurun 4.457 orang jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada tahap penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang terdata 2.058.635 orang.

”DPT sekarang sudah melalui pencermatan dan pengurangan pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang jumlahnya 5.750 orang,” ujar Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika.

Menurutnya, status TMS kebanyakan berasal dari data ganda. Yakni data pemilih yang tercatat di Kabupaten Malang maupun kabupaten/kota lain. Ada juga pemilih yang ternyata sudah meninggal saat dilakukan penetapan di tingkat kecamatan pada 5 Juni lalu.

Meski demikian, jumlah DPT Kabupaten Malang masih bisa bertambah dari pemilih potensial. Jumlahnya mencapai 43.035 orang. Saat ini mereka masih belum memiliki e-KTP lantaran belum berusia 17 tahun.  ”Kalau pada saat pemungutan suara ternyata sudah berusia 17 tahun atau memiliki e-KTP, maka mereka berhak mencoblos,” ujar Dika, sapaan Marhaendra.

Di luar itu, pihaknya masih membuka kemungkinan daftar pemilih khusus bagi mereka yang belum masuk ke DPT. Contohnya anggota  TNI/Polri yang saat ini masih aktif, tapi purnatugas menjelang pemungutan suara pemilu. Mereka dipastikan memiliki hak suara seperti masyarakat sipil pada umumnya.

Terkait partisipasi pemilih, KPU Kabupaten Malang mematok target tinggi, yakni 90 persen dari DPT. Target itu jauh di atas capaian pada Pemilu 2019 yang tercatat 79 persen. Untuk mewujudkan target itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi melalui berbagai platform. ”Tidak usah 100 persen, 90 persen sudah bagus. Tetapi, paling tidak bisa mencapai 80 persen,” ucap Dika.

Jumlah TPS Batu Menurun

Kota Batu juga mengalami peningkatan jumlah pemilih. Jika pada Pemilu 2019 tercatat 154.826 orang, untuk Pemilu 2024 mencapai 164.516 orang. Artinya, ada kenaikan jumlah pemilih sebanyak 9.690 orang. KPU Kota Batu berharap partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 juga meningkat menjadi di atas 90 persen.

Ketua KPU Kota Batu Mardiono menjelaskan, meski jumlah pemilih meningkat, TPS yang disiapkan justru mengalami penurunan. Jika pada 2019 KPU menyediakan 757 TPS, tahun depan hanya 611. ”Dampak dari restrukturisasi TPS ini, beberapa pemilih harus dikembalikan ke TPS yang dekat rumahnya,” jelasnya.

Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Batu Heru Joko Purwanto menambahkan, DPT yang diumumkan kemarin sudah melalui pencoretan pemilih yang (TMS). Jumlahnya 560 nama. Terdiri dari pemilih yang meninggal dunia, masuk TNI/Polri, dan pemilih yang usianya masih di bawah 17 tahun.

Meski DPT Pemilu 2024 telah ditetapkan, pada saat mendekati pemungutan suara akan ada daftar pemilih tambahan. ”Kami berharap tambahan DPT bisa menaikkan partisipasi pemilih,” pungkasnya. (adk/yun/ifa/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#KPU #DPT 2024