MALANG KOTA - PKB dan PDIP Kota Malang terus bersiap menyambut Pilkada 2024.
Sesi pendaftaran bakal calon kepala daerah masih dibuka.
Beberapa nama baru mulai muncul.
Seperti di PKB Kota Malang kembali menggeliat.
Kemarin (1/5), ada dua pendaftar tambahan.
Yakni Ardyanta Syahreza dan Ahmad Farih Sulaeman.
Dengan begitu, total ada lima pendaftar di PKB.
Baca Juga: Daftar Bakal Calon Wali Kota Malang via PKB, Ini Profil Imam Supandi yang Kepala SMK
Sebagai informasi, Ardyanta Syahreza merupakan kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sedangkan Ahmad Farih Sulaeman dari internal partai yang identik dengan warna hijau itu.
Dia menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kota Malang.
Juru Bicara Desk Pilkada PKB Kota Malang Muhammad Annas Muttaqin menuturkan, Ahmad Farih Sulaeman menjadi pendaftar kelima yang telah resmi teregistrasi.
Menurutnya, untuk pendaftar online ada sekitar delapan orang.
Namun, mereka dinyatakan resmi ketika sudah registrasi secara fisik di Kantor DPC PK Kota Malang.
”Kandidat yang mengisi formulir secara daring masih belum dianggap resmi. Nanti kita lihat saja siapa yang akan datang ke sini,” tutur Annas.
Terkait pendaftar terakhir yang berasal dari internal, dia mengatakan bila itu merupakan sebuah kebanggaan.
Sebab, pendaftar sebelumnya dari eksternal partai.
”Dari internal atau eksternal sama, kami akan serahkan semua nama ke DPP. Mereka yang akan melakukan penyaringan, dengan uji kelayakan dan survei elektabilitas,” papar Annas.
Baca Juga: Abah Anton Nyalon Wali Kota Malang : Ada Program yang Harus Dilanjutkan
Sementara itu, Ahmad Farih Sulaeman mengaku tidak mendaftar sebagai bakal calon wali kota.
Melainkan, sebagai wakil wali kota atau N2.
”Kebanyakan yang mendaftar sebagai wali kota. Saya mencoba peluang baru maju sebagai wakil,” ujarnya.
Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk kemungkinan koalisi.
Salah satunya dengan PDIP Kota Malang.
Namun hingga saat ini masih belum ada keputusan.
”Jadi sekarang PKB masih cair. Nanti kalau koalisi dengan partai lebih besar, bisa saja mengusung N2,” kata pria yang juga merupakan anggota Komisi D DPRD Kota Malang itu.
Ketua DPC PKB Kota Malang Fatchullah mengamini bila partainya masih fleksibel.
Tidak harus mengusung N1.
Jika ada peluang yang lebih baik, bisa saja merekomendasikan N2 sebagai perwakilan dari PKB.
”Untuk itu kami minta kepada kandidat yang telah mendaftar bisa melalui komunikasi terkait koalisi.
Kami masih terbuka untuk semua kemungkinan,” kata pria yang akrab disapa Abah Fat itu.
Di tempat lain, Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyebut ada peluang calon wali kota yang diusung bukan dari kader parpol.
Bisa saja dari tokoh organisasi masyarakat atau organisasi keagamaan.
”N1 nanti dari internal kami, kalau N2 bebas dari eksternal,” kata dia.
Made mencontohkan, tokoh ormas yang bisa maju N2 seperti dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah.
Sebagai ormas Islam besar, Made menilai bahwa kekuatan massa dari dua organisasi tersebut layak dipertimbangkan.
”Seperti ketua PCNU, ketua Muhammadiyah, itu kan sebenarnya sudah punya kendaraan tapi tidak formal parpol. PCNU kekuatannya sudah lebih besar dari PKB,” tandas Made. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana