MALANG KOTA – Program Pemkot Malang yang satu ini baru kali pertama di Malang Raya. Yaitu korban yang tertimpa pohon di jalan raya diasuransikan oleh pemerintah. Bahkan, asuransi ini juga berlaku untuk wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

Sekkota Malang Wasto menyampaikan, program tersebut sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019. Karena masuk dalam salah satu program prioritas Pemerintah Kota Malang dalam melindungi dan meningkatkan layanan ke warga. ”Anggarannya sudah ada di APBD tahun ini. Detailnya ada di disperkim,” kata mantan kepala Barenlitbang Kota Malang ini.

Menurut dia, program tersebut untuk jaga-jaga jika ada musibah sewaktu-waktu karena pohon tumbang. Sehingga, korbannya bisa mendapatkan klaim asuransi. ”Nggak ada orang yang mau kena musibah, cuma musim hujan, rawan terjadi (pohon tumbang),” ucapnya.

Hanya saja, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang Diah Kusuma Dewi menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ini pihaknya juga sudah menemui perusahaan jasa asuransi. Namun, rata-rata masih belum ada yang bisa, karena belum ada program asuransi pohon. ”Mungkin masih baru ya. Kebanyakan asuransi kendaraan,” ucap perempuan berhijab ini.

Namun, pihaknya akan terus berusaha mencari perusahaan asuransi yang menyediakan program tersebut. Bahkan, kemarin pihaknya juga ada agenda untuk bertemu dengan perusahaan asuransi. ”Lebih cepat lebih baik, kami ingin program ini segera bisa dirasakan warga,” terangnya.

Lebih lanjut, asuransi tersebut berlaku untuk orang maupun barang, seperti kendaraan yang jadi korban pohon tumbang. Termasuk juga bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Malang. ”Pokoknya kejadiannya di wilayah Kota Malang, baik orang maupun barang dapat asuransi nanti,” tandas perempuan yang juga menjadi asisten I ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, syarat klaim asuransi ini juga masih belum ada kepastian. Karena pihaknya masih membicarakan dengan pihak asuransi yang bersedia untuk program tersebut. ”Kan belum ada sebelumnya, jadi sama-sama masih nyusun (syarat klaim),” terangnya.

Sedangkan jumlah anggaran tersebut, dia melanjutkan, jumlahnya mencapai Rp 150 juta tahun ini. Sehingga, program ini bisa dengan penunjukan langsung (PL). Perlu diketahui, program pemerintah di bawah Rp 200 juta bisa dengan sistem PL, alias tanpa lelang. ”Sebenarnya bisa langsung (PL), tapi kan cari perusahaannya ini yang perlu waktu. Rata-rata jawabnya belum ada program itu,” ungkap dia.

Caranya, masih kata dia, persyaratan dari pihak asuransi hanya laporan dan surat keterangan bahwa terjadi pohon tumbang. Sehingga, pihak asuransi akan melihat dan menaksir asuransinya. ”Pihak asuransi akan melihat sendiri nanti,” terangnya.

Pewarta               : Imam Nasrodin
Copy editor         : Amalia Safitri
Penyunting          : Ahmad Yani