Pemkot Ngebet Kelola ”Candi” Pendem

PENDEM –”Misteri” Situs Pendem yang ada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, telah terkuak sebagai sebuah candi. Kini tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur yang telah mengekskavasi situs tersebut berencana melimpahkan pengerjaan kepada Pemkot Batu.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk menjaga apa pun peninggalan kebudayaan dan sejarah penting yang berkaitan dengan Kota Batu. ”Pasti Pemkot Batu akan merawat, menjaga, dan memfasilitasi,” katanya.

Dewanti juga sudah meminta dinas pariwisata (disparta) untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur untuk mengetahui langkah apa yang harus dilakukan. Terutama, dalam aturan dan tata cara pengelolaan Situs Pendem.

”Aturannya apa saja yang diperbolehkan, kemudian apakah itu harus dikelola secara nasional atau daerah juga boleh? Itu kami belum tahu,” kata Dewanti. Dia juga mengatakan jika disparta belum memiliki biaya untuk pengelolaan Situs Pendem.

Namun, jika bisa dikelola Pemkot, pada tahun 2020 ini bisa dianggarkan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). Dewanti juga mengatakan telah meminta Kepala Desa Pendem berkomunikasi dengan pemilik tanah Situs Pendem tersebut.

Dikarenakan, situs tersebut berada di tanah pribadi dan terdapat makam keluarga di sekitarnya. Dewanti berharap tanah tersebut bisa diganti di tempat lainnya. ”Kalau itu bisa terlaksana, semoga menjadi cagar budaya dan disparta bisa menginisiasi dibuat wisata bersejarah, ” katanya.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan, bahwa situs Pendem merupakan bangunan bersejarah.  ”Nanti kalau sudah jelas bentuknya akan dikoordinasikan dengan masyarakat, nanti bisa diekspos lebih lanjut, jadi destinasi wisata,” kata dia.

Sedangkan Sutrisno, 53, pemilik tanah Situs Pendem, mengatakan bahwa permintaan keluarga besarnya untuk melakukan pembebasan lahan. ”Harapannya bisa diganti oleh Pemkot Batu dengan harga yang sesuai pasaran daerah sini,” katanya.

Pewarta : Nugraha
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro