JawaPos.com – Pemprov Jawa Timur dan instansi pemerintah mulai menangani banjir bandang di 15 kabupaten di Jawa Timur. Hari ini (8/3) rencananya akan memulai langkah tanggap darurat.

Kongkritnya, pemprov dan instansi lainnya akan melakukan overtoping. Yakni, memperbaiki dan meninggikan tanggul yang jebol di Bengawan Madiun, Madiun. 

Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Amanu mengatakan, setelah memperbaiki dinding tanggul yang jebol, pihaknya akan memasang parapet. Supaya, dapat lebih kuat menampung luapan air dari Bengawan Solo. 

“Kami tanggap darurat dahulu. Tanggap permanennya, setelah itu. Jadi, kami lakukan overtoping di titik luapan air di tanggul itu ditinggikan,” kata Charisal kepada JawaPos.com, Kamis (7/3)

Tak hanya Bengawan Madiun, Charisal mengatakan, pihaknya juga akan memasang parapet di wilayah yang rawan terdampak luapan Bengawan Madiun. Untuk sementara, akan memasang di tiga titik.

Antara lain, Kelurahan Babadan Lor Madiun, Kelurahan Wonorejo, dan Kelurahan Kletek Sidoarjo. Charisal mengatakan, jika intensitas hujan telah berkurang dan banjirnya mulai surut, akan terlihat titik-titik lain.   

“Nanti berapa titik, nunggu (banjirnya) surut dahulu. Karena kalau surut kami bisa lihat lebih banyak titik lagi,” jelas Charisal.  

Charisal menambahkan, akan ada langkah penanganan banjir jangka panjang. Namun, dirinya belum dapat mengkonfirmasi. Dia menyatakan masih akan fokus pada penanganan tanggul di titik-titik tersebut. 

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Aryo Mahendro