Jatim Kekurangan Suplai Sapi - JPNN.COM

jpnn.com, BALIKPAPAN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kalimantan Timur terus mendorong perusahaan pertambangan dan perkebunan untuk mengembangkan sapi.

Salah satu caranya dengan memanfaatkan lahan eks tambang dan perkebunan mereka sebagai tempat pengembangan sapi.

Dengan demikian, Kaltim bisa swasembada sapi. sebab, saat ini 70 persen kebutuhan daging sapi masih impor dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, perusahaan tambang PT Coalindo di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa menjadi percontohan.

Sebab, PT Coalindo tertarik mengembangkan sapi sebanyak 130 ekor dan kambing 750 ekor di lahan eks tambangnya.

“Ada juga sinergi dua perusahaan di Kabupaten Berau, yakni PTĀ  Berau Coal dan PT Sinar Mas Group yang ikut mengembangkan pembibitan sapi di lahan eks tambang dan lahan perkebunan mereka,” kata Dadang, Selasa (11/9).

Dia mengatakan, terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Astra International Group di Kabupaten Penajam Paser Utara akan memulai integrasi sapi sawit.

Astra Group dalam waktu dekat akan mendatangkan sapi impor 2.000 ekor dengan tahap awal diprogramkan pada kegiatan penggemukan sapi.