alexametrics
29.6 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Sekolah Daring, Guru SMPN 11 Kota Malang Produktif Bikin 20 Buku

MALANG KOTA – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) nyatanya tidak melulu menimbulkan kesulitan bagi tenaga pendidik maupun pelajar. Jika kreatif, kondisi saat ini justru bisa menjadi peluang bagi pelajar maupun para guru menggali potensi dan kreativitasnya. Seperti yang dilakukan para guru di SMP Negeri 11 Malang selama pembelajaran daring.

Waktu mengajar yang relatif lebih singkat membuat mereka memiliki waktu untuk mengembangkan bakat menulis. Sejak April 2020 lalu atau selama pandemi Covid-19, sebanyak 20 buku telah diterbitkan oleh para guru di sekolah tersebut.

Plt Kepala SMP Negeri 11 Malang Dyah Pancaning Palupi SPd menjelaskan, ketertarikan para guru untuk menulis buku bermula dari ajakan rekan sejawatnya. ”Jadi awalnya ada salah satu guru yang memang suka dan sudah sering nulis, beliau kemudian mengajak yang lain untuk ikut membuat karya juga berupa buku,” ujar Dyah. Hal ini juga yang mendorong 8 guru dari berbagi mata pelajaran tersebut mencoba menulis buku pertama mereka.

Insiator menulis buku di SMP Negeri 11 Malang Sri Astutik MPd menambahkan, materi yang mereka tulis dalam karyanya tersebut mayoritas berasal dari pengalaman pribadi para guru saat mengajar. ”Bisa juga dari pengalaman orang lain yang diceritakan kepada kami. Pokoknya tidak jauh dari kegiatan sebagai guru,” terang guru bimbingan konseling (BK) tersebut.

Jenis buku yang mereka tulis pun beragam, mulai dari kumpulan kata-kata motivasi hingga cerita perjalanan mengajar dan peran mereka di tengah pandemi seperti sekarang. Melalui inisiatif ini, mereka berharap ke depan juga dapat memantik minat siswa untuk menulis. Minimal dari kegiatan ini dapat menjadi teladan serta kebanggaan bagi para siswanya. ”Bahwa tidak hanya siswa yang mampu berprestasi namun pendidik mereka pun dapat melakukan hal yang sama,” sambung Sri Astutik.

Sementara itu, salah satu perserta program guru berliterasi Laili Mas’udah SPdI menambahkan, sebenarnya pihak sekolah sudah lama mengajak siswa-siswi di sekolahnya untuk gemar berliterasi. Melalui gerakan Sasi Sabu atau Satu Siswa Satu Buku, pihak SMP Negeri 11 berupaya mengajak siswanya untuk gemar membaca buku. Harapannya, para siswa tak sekedar gemar membaca namun juga mampu menghasilkan karya tulis baik bersama maupun pribadi. (rmc/cho/iik)

MALANG KOTA – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) nyatanya tidak melulu menimbulkan kesulitan bagi tenaga pendidik maupun pelajar. Jika kreatif, kondisi saat ini justru bisa menjadi peluang bagi pelajar maupun para guru menggali potensi dan kreativitasnya. Seperti yang dilakukan para guru di SMP Negeri 11 Malang selama pembelajaran daring.

Waktu mengajar yang relatif lebih singkat membuat mereka memiliki waktu untuk mengembangkan bakat menulis. Sejak April 2020 lalu atau selama pandemi Covid-19, sebanyak 20 buku telah diterbitkan oleh para guru di sekolah tersebut.

Plt Kepala SMP Negeri 11 Malang Dyah Pancaning Palupi SPd menjelaskan, ketertarikan para guru untuk menulis buku bermula dari ajakan rekan sejawatnya. ”Jadi awalnya ada salah satu guru yang memang suka dan sudah sering nulis, beliau kemudian mengajak yang lain untuk ikut membuat karya juga berupa buku,” ujar Dyah. Hal ini juga yang mendorong 8 guru dari berbagi mata pelajaran tersebut mencoba menulis buku pertama mereka.

Insiator menulis buku di SMP Negeri 11 Malang Sri Astutik MPd menambahkan, materi yang mereka tulis dalam karyanya tersebut mayoritas berasal dari pengalaman pribadi para guru saat mengajar. ”Bisa juga dari pengalaman orang lain yang diceritakan kepada kami. Pokoknya tidak jauh dari kegiatan sebagai guru,” terang guru bimbingan konseling (BK) tersebut.

Jenis buku yang mereka tulis pun beragam, mulai dari kumpulan kata-kata motivasi hingga cerita perjalanan mengajar dan peran mereka di tengah pandemi seperti sekarang. Melalui inisiatif ini, mereka berharap ke depan juga dapat memantik minat siswa untuk menulis. Minimal dari kegiatan ini dapat menjadi teladan serta kebanggaan bagi para siswanya. ”Bahwa tidak hanya siswa yang mampu berprestasi namun pendidik mereka pun dapat melakukan hal yang sama,” sambung Sri Astutik.

Sementara itu, salah satu perserta program guru berliterasi Laili Mas’udah SPdI menambahkan, sebenarnya pihak sekolah sudah lama mengajak siswa-siswi di sekolahnya untuk gemar berliterasi. Melalui gerakan Sasi Sabu atau Satu Siswa Satu Buku, pihak SMP Negeri 11 berupaya mengajak siswanya untuk gemar membaca buku. Harapannya, para siswa tak sekedar gemar membaca namun juga mampu menghasilkan karya tulis baik bersama maupun pribadi. (rmc/cho/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/