alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Dosen-Mahasiswa Terpapar Covid-19, 2 Fakultas di UM Hentikan Kuliah Tatap Muka

MALANG KOTA – Gegara ada dosen dan mahasiswa terpapar Covid-19, dua fakultas di Universitas Negeri Malang (UM) kembali memberlakukan kuliah daring. Dua fakultas tersebut yakni Fakultas Sastra dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Dari hasil pendataan Minggu (30/1) diketahui total ada 7 orang yang terpapar Covid-19. Rinciannya ada satu dosen dan enam mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Penghentian kuliah tatap muka di dua fakultas tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di Fakultas Sastra UM nampak sepi dari aktivitas kemarin (31/1). Area parkir dan lokasi tempat duduk di taman terlihat sepi. Loket pelayanan administrasi juga tutup, bahkan akses menuju gedung dikunci rapat. Hanya terlihat beberapa pekerja yang saat itu tengah merawat tanaman di taman. Kondisi hampir sama juga terlihat di areal gedung FIK yang suasana sepi dari aktivitas mahasiswa. Kondisi pintu masuk ke dalam gedung juga tampak terkunci.

Salah seorang mahasiswa dari Fakultas Sastra UM Bagus Syahputra membenarkan jika perkuliahan kembali daring. Padahal pada Jumat lalu (28/1) lalu, perkuliahan tatap muka masih dilangsungkan. Bagus tak menampik jika kuliah kembali digelar daring karena adanya mahasiswa dan dosen yang terpapar kasus Covid-19. “Tadi dapat info kuliah online lagi mulai hari ini (kemarin). Informasinya sampai hari Rabu (kuliah daring),” ungkapnya. Dia mengaku datang ke kampus karena memanfaatkan WiFi gratis untuk kuliah daring.

Selain memutuskan untuk menghentikan sementara kuliah tatap muka, pihak kampus UM juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat. Kepala Sub Kerumahtanggaan UM Faul Hidayatunnafiq mengatakan, pihaknya telah melakukan penyemprotan di Gedung Kuliah Bersama (GKB), Balai Bahasa, Masjid UM, Fakultas Sastra dan Fakultas Ilmu Keolahragaan. “Ini disemprot karena ada indikasi yang terpapar Covid-19, infonya kalau fakultas itu tadi (FIK dan Sastra) sama GKB dilakukan perkuliahan daring,” katanya.

Penyemprotan disinfektan, menurut Faul, sebelum adanya temuan kasus Covid-19 hanya dilakukan satu bulan sekali. Dengan adanya kasus terbaru, penyemprotan disinfektan akan lebih dirutinkan lagi untuk pencegahan penyebaran Covid-19. “Sebelumnya kami melakukan maksimal dua minggu sekali. Terutama diarea publik, seperti gazebo, perpus yang sering dikunjungi,” ujarnya.

Meski demikian, Faul mengatakan pihaknya menyiapkan cairan disinfektan khusus yang dicampur ke dalam pembersih lantai. Selain itu, di beberapa gedung besar, terdapat filter untuk sterilisasi udara. Tentunya juga dengan alat pendukung protokol kesehatan yang utama yaitu pengukur suhu, tempat mencuci tangan dan hand sanitizer. “Karena khusus kasus ini di luar dugaan sehingga kita lakukan penyemprotan,” tandasnya. (adk/nay)

MALANG KOTA – Gegara ada dosen dan mahasiswa terpapar Covid-19, dua fakultas di Universitas Negeri Malang (UM) kembali memberlakukan kuliah daring. Dua fakultas tersebut yakni Fakultas Sastra dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Dari hasil pendataan Minggu (30/1) diketahui total ada 7 orang yang terpapar Covid-19. Rinciannya ada satu dosen dan enam mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Penghentian kuliah tatap muka di dua fakultas tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di Fakultas Sastra UM nampak sepi dari aktivitas kemarin (31/1). Area parkir dan lokasi tempat duduk di taman terlihat sepi. Loket pelayanan administrasi juga tutup, bahkan akses menuju gedung dikunci rapat. Hanya terlihat beberapa pekerja yang saat itu tengah merawat tanaman di taman. Kondisi hampir sama juga terlihat di areal gedung FIK yang suasana sepi dari aktivitas mahasiswa. Kondisi pintu masuk ke dalam gedung juga tampak terkunci.

Salah seorang mahasiswa dari Fakultas Sastra UM Bagus Syahputra membenarkan jika perkuliahan kembali daring. Padahal pada Jumat lalu (28/1) lalu, perkuliahan tatap muka masih dilangsungkan. Bagus tak menampik jika kuliah kembali digelar daring karena adanya mahasiswa dan dosen yang terpapar kasus Covid-19. “Tadi dapat info kuliah online lagi mulai hari ini (kemarin). Informasinya sampai hari Rabu (kuliah daring),” ungkapnya. Dia mengaku datang ke kampus karena memanfaatkan WiFi gratis untuk kuliah daring.

Selain memutuskan untuk menghentikan sementara kuliah tatap muka, pihak kampus UM juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat. Kepala Sub Kerumahtanggaan UM Faul Hidayatunnafiq mengatakan, pihaknya telah melakukan penyemprotan di Gedung Kuliah Bersama (GKB), Balai Bahasa, Masjid UM, Fakultas Sastra dan Fakultas Ilmu Keolahragaan. “Ini disemprot karena ada indikasi yang terpapar Covid-19, infonya kalau fakultas itu tadi (FIK dan Sastra) sama GKB dilakukan perkuliahan daring,” katanya.

Penyemprotan disinfektan, menurut Faul, sebelum adanya temuan kasus Covid-19 hanya dilakukan satu bulan sekali. Dengan adanya kasus terbaru, penyemprotan disinfektan akan lebih dirutinkan lagi untuk pencegahan penyebaran Covid-19. “Sebelumnya kami melakukan maksimal dua minggu sekali. Terutama diarea publik, seperti gazebo, perpus yang sering dikunjungi,” ujarnya.

Meski demikian, Faul mengatakan pihaknya menyiapkan cairan disinfektan khusus yang dicampur ke dalam pembersih lantai. Selain itu, di beberapa gedung besar, terdapat filter untuk sterilisasi udara. Tentunya juga dengan alat pendukung protokol kesehatan yang utama yaitu pengukur suhu, tempat mencuci tangan dan hand sanitizer. “Karena khusus kasus ini di luar dugaan sehingga kita lakukan penyemprotan,” tandasnya. (adk/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/