alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Optimis Jadi Kampus Terbaik se Indonesia, UB Kejar Target 20 Persen Gubes

MALANG KOTA – Kepakaran dosen menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing perguruan tinggi. Karena itu, Universitas Brawijaya (UB) terus menggenjot dan memfasilitasi para dosen untuk berproses menjadi guru besar (gubes). Targetnya, dari sekitar 2.000 dosen, 20 persennya harus menyandang gelar profesor.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyatakan, sampai dengan awal tahun 2022 ini, UB menduduki posisi ke empat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. ”Namun, jika jumlah profesor dan doktor semakin bertambah, maka UB dapat merangkak naik ke posisi dua besar,” jelasnya.

Prof Nuhfil menambahkan, saat ini dari sekitar 2.000 dosen UB, yang sudah memiliki gelar doktor sekitar 30 persen. Sementara jumlah guru besar baru sekitar 9 persen. “Yang guru besar sekarang ada 160 orang. Jadi, tantangan kita kan dosen itu minimal sudah harus lektor kepala dan doktor. Nah, itu kita yang belum nyampe. Hal ini yang masih menjadi kelemahan Brawijaya,” bebernya.

Namun kelemahan tersebut terjadi, terang Prof Nuhfil  karena adanya penambahan lima fakultas baru.  Yakni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). “Kalau fakultas-fakultas yang lama, Insha’Allah sudah baik, terutama jumlah doktor-doktornya sudah lebih dari 50 persen,” sambungnya.

Karena itu, Prof Nuhfil terus meminta para dosen untuk terus melakukan riset dan berinovasi. ”Para lektor kepala dan doktor kami fasilitasi dengan kegiatan penelitian. Kemudian, kita ikutkan konferensi internasional. Lalu, ada klinik untuk membuat jurnal supaya mereka bisa enak dan cepat semuanya,” terangnya. Selain itu seluruh guru besar yang ada juga didorong untuk memperkuat inovasi, menghasilkan publikasi-publikasi internasional, hingga meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana.

Terkait target jumlah guru besar, guru besar Fakultas Pertanian (FP) ini tegas menjawab 20 persen dari jumlah dosen yang ada atau sekitar 300 orang. Meski hingga saat ini masih jarang perguruan tinggi di Indonesia yang dapat mencapai target guru besar sebanyak 20 persen tersebut. ”Tapi kita harus ke sana idealnya,” kata Prof Nuhfil.

Hal senada juga disampaikan Ketua Senat UB Prof Dr Ir Arifin MS. ”Ketentuan profesor di setiap fakultas adalah sebanyak 20 persen dari jumlah dosen yang ada. Namun untuk UB saat ini baru tercapai 9 persen,” terang Prof Arifin. (rb6/nay)

MALANG KOTA – Kepakaran dosen menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing perguruan tinggi. Karena itu, Universitas Brawijaya (UB) terus menggenjot dan memfasilitasi para dosen untuk berproses menjadi guru besar (gubes). Targetnya, dari sekitar 2.000 dosen, 20 persennya harus menyandang gelar profesor.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyatakan, sampai dengan awal tahun 2022 ini, UB menduduki posisi ke empat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. ”Namun, jika jumlah profesor dan doktor semakin bertambah, maka UB dapat merangkak naik ke posisi dua besar,” jelasnya.

Prof Nuhfil menambahkan, saat ini dari sekitar 2.000 dosen UB, yang sudah memiliki gelar doktor sekitar 30 persen. Sementara jumlah guru besar baru sekitar 9 persen. “Yang guru besar sekarang ada 160 orang. Jadi, tantangan kita kan dosen itu minimal sudah harus lektor kepala dan doktor. Nah, itu kita yang belum nyampe. Hal ini yang masih menjadi kelemahan Brawijaya,” bebernya.

Namun kelemahan tersebut terjadi, terang Prof Nuhfil  karena adanya penambahan lima fakultas baru.  Yakni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). “Kalau fakultas-fakultas yang lama, Insha’Allah sudah baik, terutama jumlah doktor-doktornya sudah lebih dari 50 persen,” sambungnya.

Karena itu, Prof Nuhfil terus meminta para dosen untuk terus melakukan riset dan berinovasi. ”Para lektor kepala dan doktor kami fasilitasi dengan kegiatan penelitian. Kemudian, kita ikutkan konferensi internasional. Lalu, ada klinik untuk membuat jurnal supaya mereka bisa enak dan cepat semuanya,” terangnya. Selain itu seluruh guru besar yang ada juga didorong untuk memperkuat inovasi, menghasilkan publikasi-publikasi internasional, hingga meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana.

Terkait target jumlah guru besar, guru besar Fakultas Pertanian (FP) ini tegas menjawab 20 persen dari jumlah dosen yang ada atau sekitar 300 orang. Meski hingga saat ini masih jarang perguruan tinggi di Indonesia yang dapat mencapai target guru besar sebanyak 20 persen tersebut. ”Tapi kita harus ke sana idealnya,” kata Prof Nuhfil.

Hal senada juga disampaikan Ketua Senat UB Prof Dr Ir Arifin MS. ”Ketentuan profesor di setiap fakultas adalah sebanyak 20 persen dari jumlah dosen yang ada. Namun untuk UB saat ini baru tercapai 9 persen,” terang Prof Arifin. (rb6/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/