alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Kemendikbud Lanjutkan Pemberian Kuota Internet Gratis

MALANG KOTA – Pemberian kuota internet gratis kembali digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Hal itu ditegaskan Mendikbud Nadiem Makarim Senin (1/3) pasca evaluasi penerapan kebijakan pemberian kuota internet gratis tahun lalu. “Kami lanjutkan kebijakan bantuan kuota gratis selama tiga bulan. Yakni untuk bulan Maret, April, Juni dengan fleksibilitas penggunaan yang maksimal,” ujar Nadiem.

Untuk besaran kuota yang diberikan, Nadiem menjelaskan, siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperoleh kuota sebanyak 7 gigabyte (GB) per bulan. Sementara siswa pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh sebesar 10 GB per bulan. Tak hanya siswa, para guru juga akan mendapat jatah kuota. Guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen, mereka akan memperoleh kuota masing-masing sebanyak 15 GB per bulan.

Nadiem menyampaikan, berdasarkan survei yaang dilakukan, sebanyak 84,7 persen responden menilai kebijakan kuota internet gratis merupakan langkah tepat di tengah krisis pandemi Covid-19. Selain itu, bantuan tersebut juga dirasakan manfaatnya dari sisi ekonomi masyarakat. Sebanyak 85,6 persen responden menilai kebijakan kuota data internet gratis meringankan beban ekonomi.

Untuk pendistribusian kuota gratis, Nadiem menjelaskan bantuan disalurkan setiap bulannya dari tanggal 11 hingga 15 selama 3 bulan ke depan. Jatah kuota gratis berlaku selama 30 hari setelah diterima.

Dia menambahkan bagi penerima kuota internet tahun lalu, akan secara otomatis mendapat jatah di tahun ini. Namun bagi yang belum mendapatkan serta mengganti nomornya, tidak akan mendapatkannya di bulan ini. Melainkan baru akan disalurkan bulan April mendatang. “Bagi yang nomornya berubah atau belum menerima kuota sebelumnya, mereka baru bisa menerima bantuan bulan April 2021,” jelasnya.

Dengan begitu, calon penerima perlu melapor kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum bulan April agar bisa mendapatkan bantuan kuota. “Yang belum mendapatkan segera laksanakan (pendaftaran) ke pimpinan (sekolah) dan operator. Pimpinan operator di satuan pendidikan ini tinggal mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk nomor yang berubah atau nomor yang baru pada halaman website,” pungkasnya.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

MALANG KOTA – Pemberian kuota internet gratis kembali digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Hal itu ditegaskan Mendikbud Nadiem Makarim Senin (1/3) pasca evaluasi penerapan kebijakan pemberian kuota internet gratis tahun lalu. “Kami lanjutkan kebijakan bantuan kuota gratis selama tiga bulan. Yakni untuk bulan Maret, April, Juni dengan fleksibilitas penggunaan yang maksimal,” ujar Nadiem.

Untuk besaran kuota yang diberikan, Nadiem menjelaskan, siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperoleh kuota sebanyak 7 gigabyte (GB) per bulan. Sementara siswa pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh sebesar 10 GB per bulan. Tak hanya siswa, para guru juga akan mendapat jatah kuota. Guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen, mereka akan memperoleh kuota masing-masing sebanyak 15 GB per bulan.

Nadiem menyampaikan, berdasarkan survei yaang dilakukan, sebanyak 84,7 persen responden menilai kebijakan kuota internet gratis merupakan langkah tepat di tengah krisis pandemi Covid-19. Selain itu, bantuan tersebut juga dirasakan manfaatnya dari sisi ekonomi masyarakat. Sebanyak 85,6 persen responden menilai kebijakan kuota data internet gratis meringankan beban ekonomi.

Untuk pendistribusian kuota gratis, Nadiem menjelaskan bantuan disalurkan setiap bulannya dari tanggal 11 hingga 15 selama 3 bulan ke depan. Jatah kuota gratis berlaku selama 30 hari setelah diterima.

Dia menambahkan bagi penerima kuota internet tahun lalu, akan secara otomatis mendapat jatah di tahun ini. Namun bagi yang belum mendapatkan serta mengganti nomornya, tidak akan mendapatkannya di bulan ini. Melainkan baru akan disalurkan bulan April mendatang. “Bagi yang nomornya berubah atau belum menerima kuota sebelumnya, mereka baru bisa menerima bantuan bulan April 2021,” jelasnya.

Dengan begitu, calon penerima perlu melapor kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum bulan April agar bisa mendapatkan bantuan kuota. “Yang belum mendapatkan segera laksanakan (pendaftaran) ke pimpinan (sekolah) dan operator. Pimpinan operator di satuan pendidikan ini tinggal mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk nomor yang berubah atau nomor yang baru pada halaman website,” pungkasnya.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru