alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Mahasiswa UMM Ini Raih Penghargaan Internasional di Turki

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harumkan nama kampus di kancah internasional. Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) tersebut berhasil meraih juara tiga The best project Grup Project setelah mempresentasikan projek perbaikan pendidikan melalui aplikasi pada Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022.

Nanda, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa aplikasi pendidikan yang ia kembangkan bersama tim ini diberi nama eduteers. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia dengan tagline Connecting the Gap. Adapun aplikasi ini dikembangkan dengan model pembelajaran fun learning yang berisi kuis dan video animasi sehingga akan menarik minat para siswa untuk belajar.

“Kami tidak hanya membuat versi aplikasi tetapi juga versi website juga. Selain berguna untuk proses belajar mengajar, aplikasi dan website dari eduteers.id ini akan difungsikan untuk mendistribusikan para volunteer pendidikan ke daerah terbelakang, terpencil, dan tertinggal yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Saat mempresentasikan projek ini di Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022, ia bersama tim telah bekerja sama dengan Sekolah NKRI di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Medan untuk uji coba aplikasi. Pemilihan sekolah NKRI sebagai tempat uji coba tak lain karena ingin memberikan pendidikan formal yang setara kepada anak-anak di dalam penjara.

“Akses pendidikan anak-anak dipenjara tergolong minim. Masuknya eduteers.id ke lingkungan mereka juga sebagai upaya memutus ketimpangan pendidikan di Indonesia. Sehingga semua anak dapat memiliki kesempatan belajar yang sama,” kata Nanda.

Meski sudah meraih prestasi di level internasional, nanda mengaku bahwa raihan itu adalah jalan setapak yang harus dilalui. Ada langkah lain yang menunggu dan harus dimenangkan. Selanjutnya, ia akan lebih aktif mengikuti dan mengembangkan potensinya dengan menjajal ajang-ajang lainnya.

“Adapun Saat ini aplikasi maupun website eduteers.id masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap ke depannya akan banyak pihak yang membantu kami dalam proses pengembangan eduteers.id tersebut. Untuk teman-teman lain, semoga dapat menjadi inspirasi untuk tetap produktif serta menebar manfaat kepada masyarakat di tengah pandemi,” pungkasnya.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harumkan nama kampus di kancah internasional. Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) tersebut berhasil meraih juara tiga The best project Grup Project setelah mempresentasikan projek perbaikan pendidikan melalui aplikasi pada Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022.

Nanda, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa aplikasi pendidikan yang ia kembangkan bersama tim ini diberi nama eduteers. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia dengan tagline Connecting the Gap. Adapun aplikasi ini dikembangkan dengan model pembelajaran fun learning yang berisi kuis dan video animasi sehingga akan menarik minat para siswa untuk belajar.

“Kami tidak hanya membuat versi aplikasi tetapi juga versi website juga. Selain berguna untuk proses belajar mengajar, aplikasi dan website dari eduteers.id ini akan difungsikan untuk mendistribusikan para volunteer pendidikan ke daerah terbelakang, terpencil, dan tertinggal yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Saat mempresentasikan projek ini di Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022, ia bersama tim telah bekerja sama dengan Sekolah NKRI di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Medan untuk uji coba aplikasi. Pemilihan sekolah NKRI sebagai tempat uji coba tak lain karena ingin memberikan pendidikan formal yang setara kepada anak-anak di dalam penjara.

“Akses pendidikan anak-anak dipenjara tergolong minim. Masuknya eduteers.id ke lingkungan mereka juga sebagai upaya memutus ketimpangan pendidikan di Indonesia. Sehingga semua anak dapat memiliki kesempatan belajar yang sama,” kata Nanda.

Meski sudah meraih prestasi di level internasional, nanda mengaku bahwa raihan itu adalah jalan setapak yang harus dilalui. Ada langkah lain yang menunggu dan harus dimenangkan. Selanjutnya, ia akan lebih aktif mengikuti dan mengembangkan potensinya dengan menjajal ajang-ajang lainnya.

“Adapun Saat ini aplikasi maupun website eduteers.id masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap ke depannya akan banyak pihak yang membantu kami dalam proses pengembangan eduteers.id tersebut. Untuk teman-teman lain, semoga dapat menjadi inspirasi untuk tetap produktif serta menebar manfaat kepada masyarakat di tengah pandemi,” pungkasnya.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/