alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Evaluasi Sekolah Tatap Muka, Satu Kelas Satu CCTV

MALANG KOTA – Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terus dilakukan. Jika sebelumnya ada desakan agar guru dan siswa divaksin, kini ada permintaan agar semua ruang kelas dipasangi CCTV. Tujuannya agar semua pihak bisa mengontrol ketaatan terhadap protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, pengadaan CCTV di setiap ruang kelas itu merupakan permintaan dari beberapa guru dan orang tua siswa. Mereka khawatir pemberlakuan sekolah tatap muka menjadi klaster baru penularan Covid-19 sehingga perlu dikontrol banyak pihak, termasuk kontrol dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Apalagi, lanjut Suwarjana, usia anak-anak yang masih ingin bermain dan bergerombol berpotensi ada penyebaran Covid-19. ”Tentunya kami dukung wacana tersebut (pengadaan CCTV di setiap ruang kelas), tapi balik lagi harus ada penganggaran,” ujar Suwarjana kemarin (30/4).

Pejabat Eselon II B Pemkot Malang itu mengakui, pengadaan CCTV sangat membantu pengawasan. Namun, hal itu juga harus dikuatkan dengan edukasi serta kesadaran siswa dalam menerapkan prokes. Dia tak ingin pengadaan CCTV tersebut sia-sia karena masih ada program lain yang butuh sokongan dana.

Suwarjana optimistis, simulasi PTM yang sedang berlangsung ini dapat menjadi tolok ukur apakah sekolah mampu disiplin dengan kebiasaan baru atau tidak.
Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Malang itu menegaskan, semua pihak harus saling mendukung sekolah tatap muka ini. Jika memang orang tua belum mau mengizinkan anaknya belajar di sekolah, pembelajaran secara daring masih dapat dilakukan.

Suwarjana berharap penyebaran Covid-19 di Kota Malang dapat ditekan. ”Pak Wali sudah mengizinkan PTM ini tentunya kami berharap dilaksanakan dengan baik. Tapi jika situasi Covid-19 semakin tinggi ya maka harus daring lagi,” tutur mantan Kabag Umum Setda Kota Malang itu.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Malang Rokhmad mengaku siap mendukung langkah tersebut. Menurut dia, anggaran Rp 447 miliar untuk disdikbud di APBD 2021 ini diyakini mampu meng-cover kebutuhan CCTV. Namun, Rokhmad mengaku belum mengetahui detail perinciannya, misalnya apakah sudah ada alokasi untuk pengadaan CCTV atau belum.

”Prinsipnya kami mendukung upaya tersebut (pengadaan CCTV) demi kelancaran proses pembelajaran,” beber politikus Partai Keadilan Sejahtera itu (PKS).

Dia berharap, disdikbud mampu mengakomodasi keinginan para guru dan orang tua siswa terkait pengadaan CCTV. Jika melihat anggaran, dia yakin bisa saja dilakukan namun harus ada perhitungan yang cermat. Mantan kepala SD Plus Qurrota A’yun itu juga ingin sekolah tatap muka di Kota Malang berjalan lancar. Harapan para orang tua yang menginginkan adanya PTM jangan sampai dikecewakan.

”Bagus juga, CCTV ini mengawasi prokes siswa dan guru dalam kelas,” kata legislator yang jago mendongeng cerita anak-anak itu. (adn/c1/dan/fia)

MALANG KOTA – Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terus dilakukan. Jika sebelumnya ada desakan agar guru dan siswa divaksin, kini ada permintaan agar semua ruang kelas dipasangi CCTV. Tujuannya agar semua pihak bisa mengontrol ketaatan terhadap protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, pengadaan CCTV di setiap ruang kelas itu merupakan permintaan dari beberapa guru dan orang tua siswa. Mereka khawatir pemberlakuan sekolah tatap muka menjadi klaster baru penularan Covid-19 sehingga perlu dikontrol banyak pihak, termasuk kontrol dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Apalagi, lanjut Suwarjana, usia anak-anak yang masih ingin bermain dan bergerombol berpotensi ada penyebaran Covid-19. ”Tentunya kami dukung wacana tersebut (pengadaan CCTV di setiap ruang kelas), tapi balik lagi harus ada penganggaran,” ujar Suwarjana kemarin (30/4).

Pejabat Eselon II B Pemkot Malang itu mengakui, pengadaan CCTV sangat membantu pengawasan. Namun, hal itu juga harus dikuatkan dengan edukasi serta kesadaran siswa dalam menerapkan prokes. Dia tak ingin pengadaan CCTV tersebut sia-sia karena masih ada program lain yang butuh sokongan dana.

Suwarjana optimistis, simulasi PTM yang sedang berlangsung ini dapat menjadi tolok ukur apakah sekolah mampu disiplin dengan kebiasaan baru atau tidak.
Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Malang itu menegaskan, semua pihak harus saling mendukung sekolah tatap muka ini. Jika memang orang tua belum mau mengizinkan anaknya belajar di sekolah, pembelajaran secara daring masih dapat dilakukan.

Suwarjana berharap penyebaran Covid-19 di Kota Malang dapat ditekan. ”Pak Wali sudah mengizinkan PTM ini tentunya kami berharap dilaksanakan dengan baik. Tapi jika situasi Covid-19 semakin tinggi ya maka harus daring lagi,” tutur mantan Kabag Umum Setda Kota Malang itu.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Malang Rokhmad mengaku siap mendukung langkah tersebut. Menurut dia, anggaran Rp 447 miliar untuk disdikbud di APBD 2021 ini diyakini mampu meng-cover kebutuhan CCTV. Namun, Rokhmad mengaku belum mengetahui detail perinciannya, misalnya apakah sudah ada alokasi untuk pengadaan CCTV atau belum.

”Prinsipnya kami mendukung upaya tersebut (pengadaan CCTV) demi kelancaran proses pembelajaran,” beber politikus Partai Keadilan Sejahtera itu (PKS).

Dia berharap, disdikbud mampu mengakomodasi keinginan para guru dan orang tua siswa terkait pengadaan CCTV. Jika melihat anggaran, dia yakin bisa saja dilakukan namun harus ada perhitungan yang cermat. Mantan kepala SD Plus Qurrota A’yun itu juga ingin sekolah tatap muka di Kota Malang berjalan lancar. Harapan para orang tua yang menginginkan adanya PTM jangan sampai dikecewakan.

”Bagus juga, CCTV ini mengawasi prokes siswa dan guru dalam kelas,” kata legislator yang jago mendongeng cerita anak-anak itu. (adn/c1/dan/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru