alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Rekrutmen PPPK Ditunda, Krisis Guru di Kota Malang Tambah Lama

MALANG KOTA – Krisis guru di Kota Malang masih bakal berlanjut. Sebab, rekrutmen 1.211 guru dari jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang mulanya dijadwalkan berlangsung kemarin (31/5) ternyata ditunda.

Seperti diberitakan, Kota Malang mengalami krisis guru sejak bertahun-tahun. Dari total kebutuhan 4.766 guru ASN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang hanya mempunyai 3.673 guru. Dengan kata lain, masih kurang 1.093 guru.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Abdul Wahid mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan penundaan pendaftaran PPPK. Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut optimistis tidak ada niatan dari pemerintah untuk membatalkan. Kuota yang ditetapkan sebanyak 1.211 guru juga diyakini tidak akan berubah.

Mengenai jumlah, dia juga yakin bahwa kuota PPPK tersebut mampu mencukupi kebutuhan guru, sehingga tidak ada lagi krisis guru. ”Jumlah tersebut saya yakin sudah tercukupi dan akan menutupi beberapa guru yang akan pensiun,” ujar Wahid kemarin.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang Totok Kasianto mengatakan, jumlah tersebut sudah sesuai kebutuhan. Nantinya, akan diperinci lagi terkait besaran kebutuhan guru setiap jenjang. “Sejauh ini saya masih dapat info jumlahnya segitu (1.211 guru), tapi kami optimistis jumlah tersebut sudah cukup,” kata Totok.

Mantan Sekretaris Disdikbud Kota Malang itu menambahkan, rekrutmen ini merupakan kali kedua. Tahun lalu Pemkot Malang juga membuka PPPK untuk guru. Namun kuotanya sedikit, yakni hanya 72 kursi. Jika dibanding tahun ini, jelas ini merupakan sebuah kesempatan bagi calon guru dapat mengajar di Kota Malang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, pihaknya yakin kuota 1.211 guru itu dapat memenuhi kebutuhan guru. Tapi jika tahun ini banyak guru yang pensiun, bisa jadi rekrutmen 1.211 guru itu masih kurang.

Pejabat Eselon II B Pemkot Malang mengimbau para guru non ASN untuk mengikuti seleksi PPPK. Masing-masing calon guru diberi batas waktu untuk mengikuti seleksi sebanyak 3 kali. Selanjutnya, sistem seleksi akan menggunakan Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) dari Kemendikbud-Ristek. (rmc/adn/dan)

MALANG KOTA – Krisis guru di Kota Malang masih bakal berlanjut. Sebab, rekrutmen 1.211 guru dari jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang mulanya dijadwalkan berlangsung kemarin (31/5) ternyata ditunda.

Seperti diberitakan, Kota Malang mengalami krisis guru sejak bertahun-tahun. Dari total kebutuhan 4.766 guru ASN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang hanya mempunyai 3.673 guru. Dengan kata lain, masih kurang 1.093 guru.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Abdul Wahid mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan penundaan pendaftaran PPPK. Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut optimistis tidak ada niatan dari pemerintah untuk membatalkan. Kuota yang ditetapkan sebanyak 1.211 guru juga diyakini tidak akan berubah.

Mengenai jumlah, dia juga yakin bahwa kuota PPPK tersebut mampu mencukupi kebutuhan guru, sehingga tidak ada lagi krisis guru. ”Jumlah tersebut saya yakin sudah tercukupi dan akan menutupi beberapa guru yang akan pensiun,” ujar Wahid kemarin.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang Totok Kasianto mengatakan, jumlah tersebut sudah sesuai kebutuhan. Nantinya, akan diperinci lagi terkait besaran kebutuhan guru setiap jenjang. “Sejauh ini saya masih dapat info jumlahnya segitu (1.211 guru), tapi kami optimistis jumlah tersebut sudah cukup,” kata Totok.

Mantan Sekretaris Disdikbud Kota Malang itu menambahkan, rekrutmen ini merupakan kali kedua. Tahun lalu Pemkot Malang juga membuka PPPK untuk guru. Namun kuotanya sedikit, yakni hanya 72 kursi. Jika dibanding tahun ini, jelas ini merupakan sebuah kesempatan bagi calon guru dapat mengajar di Kota Malang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, pihaknya yakin kuota 1.211 guru itu dapat memenuhi kebutuhan guru. Tapi jika tahun ini banyak guru yang pensiun, bisa jadi rekrutmen 1.211 guru itu masih kurang.

Pejabat Eselon II B Pemkot Malang mengimbau para guru non ASN untuk mengikuti seleksi PPPK. Masing-masing calon guru diberi batas waktu untuk mengikuti seleksi sebanyak 3 kali. Selanjutnya, sistem seleksi akan menggunakan Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) dari Kemendikbud-Ristek. (rmc/adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/