alexametrics
24.7 C
Malang
Monday, 4 July 2022

SMP 4 YPK Malang Kenalkan Panca Main, Cara Kreatif Cinta Pancasila

MALANG KOTA – Biasanya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan dengan sekadar upacara. Namun cara kreatif disajikan di SMP 4 YPK Malang. Yakni dengan permainan tradisional melalui program Panca Main Indonesia pada Selasa (31/5).

Berlokasi di Ruang Laboratorium PPKN Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM), sebanyak 20 siswa SMP 4 YPK yang terdiri dari kelas 7-9 menjajal 5 ragam permainan. Yakni, permainan panca gasing, papancakan, bola lima, catur Teuku Umar, dan balap jajar. “Program Panca Main Indonesia ini diluncurkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia pada bulan November 2020,” jelas Guru PPKN SMP 4 YPK AMZ Supardono.

Setelah diluncurkan dua tahun lalu, program Panca Main mulai dikenal masyarakat. Hal tersebut kemudian dipraktikkan oleh siswa-siswi SMP 4 YPK bersama dosen-dosen dari FIS UM yang sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kelima ragam permainan Panca Main memiliki makna. Sebagai contoh, melalui permainan papancakan, pemain bisa belajar mengenai persamaan derajat, hak, dan kewajiban tanpa membedakan SARA. Sementara, permainan panca gasing mengajarkan makna keseimbangan yang merupakan lambang keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan antarmanusia. Demikian juga dengan tiga permainan lain yang punya maknanya masing-masing.

Menurut ketua tim dosen FIS UM Prof Dr Sumarmi MPd, dirinya bersama dengan dua dosen lain, yakni Neny Wahyuningtyas SPd MPd dan Alfyananda SPd MPd, melihat bahwa Panca Main sejalan dengan Kota Malang yang merupakan kota pendidikan. Program itu juga dinilai bisa menguatkan fondasi generasi muda, khususnya pelajar di Malang dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang melahirkan generasi yang mencintai, membela, dan mengamalkan Pancasila. “Selain itu, siswa-siswi tidak hanya diajak bermain. Kami juga membuat video yang nantinya bisa digunakan para guru sebagai panduan pembelajaran, sehingga konten pembelajaran menjadi bermacam-macam, termasuk lewat permainan,” ungkapnya.

Salah seorang siswa, Neiza Bunga Admaja mengatakan, Panca Main adalah kegiatan yang seru dan unik. Sebab, biasanya Hari Kesaktian Pancasila selalu dilakukan dengan upacara. “Nah, yang sekarang berbeda. Saya suka papancakan karena melatih keseimbangan. Selain itu, saya jadi berinteraksi sosial dengan teman-teman lain,” komentarnya. Terpisah, Wakil Ketua BPIP Prof Hariyono sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh SMP 4 YPK bersama dosen-dosen FIS UM. Terlebih, siswa-siswi tersebut memiliki kesibukan belajar di sekolah. “Karena adik-adik di tengah kesibukan belajar bisa mengisi waktu dengan kegiatan dan caracara yang positif. Hebatnya lagi, bapak dan ibu guru memilih permainan yang bisa digali lebih jauh manfaatnya,” kata Hariyono dalam video conference.

Hariyono menegaskan Panca Main tidak sekadar permainan, tetapi merupakan jejak sejarah yang mempunyai nilainilai hidup yang luhur. Dengan bermain Panca Main akan terbangun sikap serius, tunduk pada aturan, disiplin, mandiri, kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Sehingga dalam diri seseorang tidak hanya mengedepankan kecerdasan individu tetapi mengembangkan kecerdasan kolektif jauh lebih penting. (mel/abm)

MALANG KOTA – Biasanya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan dengan sekadar upacara. Namun cara kreatif disajikan di SMP 4 YPK Malang. Yakni dengan permainan tradisional melalui program Panca Main Indonesia pada Selasa (31/5).

Berlokasi di Ruang Laboratorium PPKN Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM), sebanyak 20 siswa SMP 4 YPK yang terdiri dari kelas 7-9 menjajal 5 ragam permainan. Yakni, permainan panca gasing, papancakan, bola lima, catur Teuku Umar, dan balap jajar. “Program Panca Main Indonesia ini diluncurkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia pada bulan November 2020,” jelas Guru PPKN SMP 4 YPK AMZ Supardono.

Setelah diluncurkan dua tahun lalu, program Panca Main mulai dikenal masyarakat. Hal tersebut kemudian dipraktikkan oleh siswa-siswi SMP 4 YPK bersama dosen-dosen dari FIS UM yang sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kelima ragam permainan Panca Main memiliki makna. Sebagai contoh, melalui permainan papancakan, pemain bisa belajar mengenai persamaan derajat, hak, dan kewajiban tanpa membedakan SARA. Sementara, permainan panca gasing mengajarkan makna keseimbangan yang merupakan lambang keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan antarmanusia. Demikian juga dengan tiga permainan lain yang punya maknanya masing-masing.

Menurut ketua tim dosen FIS UM Prof Dr Sumarmi MPd, dirinya bersama dengan dua dosen lain, yakni Neny Wahyuningtyas SPd MPd dan Alfyananda SPd MPd, melihat bahwa Panca Main sejalan dengan Kota Malang yang merupakan kota pendidikan. Program itu juga dinilai bisa menguatkan fondasi generasi muda, khususnya pelajar di Malang dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang melahirkan generasi yang mencintai, membela, dan mengamalkan Pancasila. “Selain itu, siswa-siswi tidak hanya diajak bermain. Kami juga membuat video yang nantinya bisa digunakan para guru sebagai panduan pembelajaran, sehingga konten pembelajaran menjadi bermacam-macam, termasuk lewat permainan,” ungkapnya.

Salah seorang siswa, Neiza Bunga Admaja mengatakan, Panca Main adalah kegiatan yang seru dan unik. Sebab, biasanya Hari Kesaktian Pancasila selalu dilakukan dengan upacara. “Nah, yang sekarang berbeda. Saya suka papancakan karena melatih keseimbangan. Selain itu, saya jadi berinteraksi sosial dengan teman-teman lain,” komentarnya. Terpisah, Wakil Ketua BPIP Prof Hariyono sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh SMP 4 YPK bersama dosen-dosen FIS UM. Terlebih, siswa-siswi tersebut memiliki kesibukan belajar di sekolah. “Karena adik-adik di tengah kesibukan belajar bisa mengisi waktu dengan kegiatan dan caracara yang positif. Hebatnya lagi, bapak dan ibu guru memilih permainan yang bisa digali lebih jauh manfaatnya,” kata Hariyono dalam video conference.

Hariyono menegaskan Panca Main tidak sekadar permainan, tetapi merupakan jejak sejarah yang mempunyai nilainilai hidup yang luhur. Dengan bermain Panca Main akan terbangun sikap serius, tunduk pada aturan, disiplin, mandiri, kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Sehingga dalam diri seseorang tidak hanya mengedepankan kecerdasan individu tetapi mengembangkan kecerdasan kolektif jauh lebih penting. (mel/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/