alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Tim Pengabdian UM Latih Guru SDN Bareng 5 Bangun Kelas Inklusi

MALANG – Sekolah inklusi mewadahi anak didik regular sekaligus anak didik berkebutuhan khusus dalam satu kelas yang sama. Konsep pendidikan ini diharapkan dapat menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi tetap disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid, dengan bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak didik dapat berhasil di kemudian hari.

Penyelenggaraan sekolah inklusif menuntut pihak sekolah melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap peserta didik. Sayangnya, tidak semua sekolah (terutama guru) siap dalam pembelajaran inklusif, bahkan ketika sudah memiliki anak didik regular dan berkebutuhan khusus dalam satu kelas yang sama.

Para psikolog tim pengabdian UM berfoto bersama para guru SDN Bareng 5 Malang (ist)

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai oleh Dr Nur Eva SPsi MPsi melakukan Pelatihan Metode Pembelajaran untuk Siswa Berkebutuhan Khusus di SDN Negeri Bareng 5, Malang. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 22-23 Juni 2021, dengan jumlah peserta 10 orang guru dan staff dari sekolah tersebut.

Dalam kegiatan pelatihan, para guru diajak berdiskusi mengenai sistem pendidikan inklusi. Setelahnya, guru juga diberikan pengenalan kepada jenis dan kasus anak berkebutuhan khusus. Acara puncak pada pelatihan ini adalah guru diberikan kesempatan langsung untuk praktik membuat rancangan program pembelajaran individual untuk siswa berkebutuhan khusus.

Tidak hanya sesi diskusi materi, guna mencapai tujuan pendidikan inklusif secara maksimal, tim pengabdian UM juga melakukan screening dan asesmen yang dilakukan oleh psikolog kepada para siswa berkebutuhan khusus yang ada di SDN Bareng 5 Kota Malang.

Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada para guru tentang metode pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Sedangkan, berdasarkan refleksi dari para guru diketahui bahwa kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat dan perlu dipromosikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Penulis: Siti

MALANG – Sekolah inklusi mewadahi anak didik regular sekaligus anak didik berkebutuhan khusus dalam satu kelas yang sama. Konsep pendidikan ini diharapkan dapat menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi tetap disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid, dengan bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak didik dapat berhasil di kemudian hari.

Penyelenggaraan sekolah inklusif menuntut pihak sekolah melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap peserta didik. Sayangnya, tidak semua sekolah (terutama guru) siap dalam pembelajaran inklusif, bahkan ketika sudah memiliki anak didik regular dan berkebutuhan khusus dalam satu kelas yang sama.

Para psikolog tim pengabdian UM berfoto bersama para guru SDN Bareng 5 Malang (ist)

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai oleh Dr Nur Eva SPsi MPsi melakukan Pelatihan Metode Pembelajaran untuk Siswa Berkebutuhan Khusus di SDN Negeri Bareng 5, Malang. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 22-23 Juni 2021, dengan jumlah peserta 10 orang guru dan staff dari sekolah tersebut.

Dalam kegiatan pelatihan, para guru diajak berdiskusi mengenai sistem pendidikan inklusi. Setelahnya, guru juga diberikan pengenalan kepada jenis dan kasus anak berkebutuhan khusus. Acara puncak pada pelatihan ini adalah guru diberikan kesempatan langsung untuk praktik membuat rancangan program pembelajaran individual untuk siswa berkebutuhan khusus.

Tidak hanya sesi diskusi materi, guna mencapai tujuan pendidikan inklusif secara maksimal, tim pengabdian UM juga melakukan screening dan asesmen yang dilakukan oleh psikolog kepada para siswa berkebutuhan khusus yang ada di SDN Bareng 5 Kota Malang.

Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada para guru tentang metode pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Sedangkan, berdasarkan refleksi dari para guru diketahui bahwa kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat dan perlu dipromosikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Penulis: Siti

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/