alexametrics
29.3 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Peringkat Universitas Brawijaya Meningkat

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) empat kampus terbaik di Indonesia, versi Webometrics (lembaga pemeringkatan internasional). Ini meningkat satu tingkat dibanding Januari lalu yang berada di urutan kelima. Ada tiga indikator yang jadi rujukan webometrics menempatkan UB di peringkat keempat itu. Yakni web content impact, openness, dan excellence atau scholar.

Ketua Pusat Pemeringkatan UB Adharul Mutaqin ST MT menjelaskan, indikator web content impact diukur berdasarkan jumlah backlink dari situs lain ke halaman web UB. Indikator ini memiliki bobot penilaian 50 persen. Lalu disusul indikator openness dengan bobot 10 persen.

”Jumlah itu diukur dari jumlah sitasi dari 210 penulis suatu perguruan tinggi yang memiliki sitasi tertingi di Google Scholar,” beber Adharul.

Sedangkan indikator yang terakhir, yaitu excellence. Itu diukur berdasarkan jumlah karya ilmiah kampus tersebut. Pada indikator ini, bobotnya 10 persen. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar posisi UB tidak merosot. Salah satu upaya yang bisa dilakukan UB adalah mendorong publikasi ilmiah berkaitan topik-topik yang menarik, sehingga semakin banyak yang melakukan sitasi.

”Kami harus menjaga akun google scholar agar valid. Serta memastikan aktivitas publikasi penelitian yang kita lakukan terindeks di google scholar,” paparnya. (adn/dan)

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) empat kampus terbaik di Indonesia, versi Webometrics (lembaga pemeringkatan internasional). Ini meningkat satu tingkat dibanding Januari lalu yang berada di urutan kelima. Ada tiga indikator yang jadi rujukan webometrics menempatkan UB di peringkat keempat itu. Yakni web content impact, openness, dan excellence atau scholar.

Ketua Pusat Pemeringkatan UB Adharul Mutaqin ST MT menjelaskan, indikator web content impact diukur berdasarkan jumlah backlink dari situs lain ke halaman web UB. Indikator ini memiliki bobot penilaian 50 persen. Lalu disusul indikator openness dengan bobot 10 persen.

”Jumlah itu diukur dari jumlah sitasi dari 210 penulis suatu perguruan tinggi yang memiliki sitasi tertingi di Google Scholar,” beber Adharul.

Sedangkan indikator yang terakhir, yaitu excellence. Itu diukur berdasarkan jumlah karya ilmiah kampus tersebut. Pada indikator ini, bobotnya 10 persen. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar posisi UB tidak merosot. Salah satu upaya yang bisa dilakukan UB adalah mendorong publikasi ilmiah berkaitan topik-topik yang menarik, sehingga semakin banyak yang melakukan sitasi.

”Kami harus menjaga akun google scholar agar valid. Serta memastikan aktivitas publikasi penelitian yang kita lakukan terindeks di google scholar,” paparnya. (adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/