alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Perlambat Laju Covid-19, Mahasiswa UM Gelar Riset Lintas Studi

MALANG KOTA – Covid-19 merupakan masalah yang terjadi diberbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Selain itu, munculnya beberapa varian baru virus corona dan terus bermutasi juga semakin menambah panjang penyebarannya di dunia.

Di Indonesia, varian baru ini diyakini berasal dari orang asing yang diizinkan masuk ke Indonesia saat dalam negeri sendiri sedang diberlakukan PPKM (Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat).Data yang terbaru di bulan Juni 2021, sudah hampir dua juta jiwa lebih pernah terkonfirmasi Covid-19.

Protokol kesehatan adalah jurus paling ampuh dalam mencegah dan mengendalikan persebaran Covid-19. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah beberapa bentuk protokol kesehatan yang sering digaungkan. Sudah seharusnya masyarakat melakukannya dan saling jaga satu sama lain, namun pada faktanya masih banyak keterbatasan sumber daya yang terjadi, masih banyak masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan, keterbatasan tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 sekaligus sebagai edukator, dan keterbatasan vaksinasi.

Melihat data dan fakta kasus Covid-19 di Indonesia, lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang terbentuk dalam tim dengan Dinda Aisya Bella (Matematika) sebagai ketua beserta 4 orang anggota yaitu Dina Safitri (Matematika), Aisyah Habibatunnurrohmah (Matematika), Revionita Dwisari Affandy (Geografi), dan Lailivia Rahma Fidya (Kesehatan Masyarakat) berinisiatif melakukan riset yang bertujuan mengoptimalkan protokol kesehatan Covid-19 untuk meminimumkan kasus terkonfirmasi positif.

Sejalan dengan tujuan dan kendala tersebut, dalam ilmu matematika mengenal adanya riset operasi yakni cabang interdisiplin dari matematika terapan yang menggunakan model matematika untuk mendapatkan nilai yang optimal. Selanjutnya dalam riset perasi, dikenal adanya metode Simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam linear programming yang digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya yang optimal.

“Nantinya kita akan memodelkan dalam persamaan matematika yang menginterpretasikan tujuan meminimumkan kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan tiga kendala yaitu upaya 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan), mengenai jumlah tenaga kesehatan, dan upaya vaksinasi. Sebagai validatornya, kita gunakan alat bantu POM-QM untuk menghindari beberapa kemungkinan error yang terjadi.” ungkap Dinda.

“Penelitian ini sangat memungkinkan untuk diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia. Saat ini, penelitian ini masih diterapkan di Kabupaten Lamongan. Salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Surabaya Raya yang sekaligus sebagai episentrum pandemi COVID-19 di Jawa Timur,” tambah warga asli Lamongan ini.

Dalam pengambilan data, kelima mahasiswa ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan wilayah setempat serta melakukan observasi lapangan secara langsung untuk memperoleh data yang valid dan dapat dipertanggugjawabkan. Penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sebagai acuan, bahan pertimbangan serta tambahan informasi untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19. (*)

MALANG KOTA – Covid-19 merupakan masalah yang terjadi diberbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Selain itu, munculnya beberapa varian baru virus corona dan terus bermutasi juga semakin menambah panjang penyebarannya di dunia.

Di Indonesia, varian baru ini diyakini berasal dari orang asing yang diizinkan masuk ke Indonesia saat dalam negeri sendiri sedang diberlakukan PPKM (Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat).Data yang terbaru di bulan Juni 2021, sudah hampir dua juta jiwa lebih pernah terkonfirmasi Covid-19.

Protokol kesehatan adalah jurus paling ampuh dalam mencegah dan mengendalikan persebaran Covid-19. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah beberapa bentuk protokol kesehatan yang sering digaungkan. Sudah seharusnya masyarakat melakukannya dan saling jaga satu sama lain, namun pada faktanya masih banyak keterbatasan sumber daya yang terjadi, masih banyak masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan, keterbatasan tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 sekaligus sebagai edukator, dan keterbatasan vaksinasi.

Melihat data dan fakta kasus Covid-19 di Indonesia, lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang terbentuk dalam tim dengan Dinda Aisya Bella (Matematika) sebagai ketua beserta 4 orang anggota yaitu Dina Safitri (Matematika), Aisyah Habibatunnurrohmah (Matematika), Revionita Dwisari Affandy (Geografi), dan Lailivia Rahma Fidya (Kesehatan Masyarakat) berinisiatif melakukan riset yang bertujuan mengoptimalkan protokol kesehatan Covid-19 untuk meminimumkan kasus terkonfirmasi positif.

Sejalan dengan tujuan dan kendala tersebut, dalam ilmu matematika mengenal adanya riset operasi yakni cabang interdisiplin dari matematika terapan yang menggunakan model matematika untuk mendapatkan nilai yang optimal. Selanjutnya dalam riset perasi, dikenal adanya metode Simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam linear programming yang digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya yang optimal.

“Nantinya kita akan memodelkan dalam persamaan matematika yang menginterpretasikan tujuan meminimumkan kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan tiga kendala yaitu upaya 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan), mengenai jumlah tenaga kesehatan, dan upaya vaksinasi. Sebagai validatornya, kita gunakan alat bantu POM-QM untuk menghindari beberapa kemungkinan error yang terjadi.” ungkap Dinda.

“Penelitian ini sangat memungkinkan untuk diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia. Saat ini, penelitian ini masih diterapkan di Kabupaten Lamongan. Salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Surabaya Raya yang sekaligus sebagai episentrum pandemi COVID-19 di Jawa Timur,” tambah warga asli Lamongan ini.

Dalam pengambilan data, kelima mahasiswa ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan wilayah setempat serta melakukan observasi lapangan secara langsung untuk memperoleh data yang valid dan dapat dipertanggugjawabkan. Penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sebagai acuan, bahan pertimbangan serta tambahan informasi untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/