alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Hibah Kuota Internet Gratis Kota Malang Cair

MALANG KOTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI akhirnya mencairkan kuota internet gratis untuk guru dan siswa. Pencairannya bertahap, sehingga baru sebagian yang bisa menikmati kuota internet gratis. Rencananya, bantuan kuota internet berlangsung hingga bulan, September-November depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, bantuan kuota internet sudah cair, namun bertahap. Dia tidak bisa memastikan berapa persen guru maupun siswa yang menikmati karena pencairannya langsung ke nomor telepon masing-masing guru atau siswa. “Yang dapat (kuota internet gratis) itu sudah mendaftarkan nomornya dan telah terdaftar di dapodik (data pokok pendidikan),” kata Suwarjana kemarin (30/9).

Namun untuk estimasi jumlah pelajar dan guru yang bakal menerima mencapai 58 ribu jiwa. Rinciannya, 45 ribu pelajar dan 13 ribu guru. Pria yang pernah menjabat Kabag Umum Pemkot Malang itu menjelaskan, terkait pembagian kuota sepenuhnya dari Kemendikbud Ristek.

Meski tengah menggelar sekolah tatap muka (PTM), Suwarjana ingin bantuan kuota tetap digunakan semestinya. Jika jam pembelajaran selama PTM dinilai kurang, maka eksplorasi belajar secara daring bisa diterapkan. Tentu dengan pengawasan dari orang tua. “Untuk itu, perlu ada pengawasan orang tua. Kami harap kuota ini mampu membantu di saat keadaan lagi susah,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono. Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menambahkan, untuk jumlah guru dan pelajar yang telah menerima kuota internet gratis juga belum terdata. Sebab, input data bantuan kuota tersebut dilakukan oleh pelajar dan guru. “Kami tidak punya datanya, mengingat mekanisme program ini adalah input data pada masing-masing sekolah,” paparnya.

Mantan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malang itu telah mengingatkan masing-masing sekolah untuk mendata nomor telepon masing-masing pelajar maupun guru yang masuk daftar penerima kuota internet gratis. Sehingga pihaknya bisa memantau jika terjadi hambatan. “Operator seluler nanti juga ikut mendata nomor pelajar di sekolah yang telah cair agar bisa ikut mengawasi,” sambungnya.

Perlu diketahui, Kemendikbud Ristek memberikan kuota cukup besar kepada setiap pelajar dan guru. Rinciannya, 7 GB per bulan untuk siswa PAUD serta 10 GB per bulan untuk siswa SD/SMP/SMA/SMK. Sementara untuk guru bakal mendapatkan kuota 12 GB per bulan.(adn/dan/rmc)

MALANG KOTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI akhirnya mencairkan kuota internet gratis untuk guru dan siswa. Pencairannya bertahap, sehingga baru sebagian yang bisa menikmati kuota internet gratis. Rencananya, bantuan kuota internet berlangsung hingga bulan, September-November depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, bantuan kuota internet sudah cair, namun bertahap. Dia tidak bisa memastikan berapa persen guru maupun siswa yang menikmati karena pencairannya langsung ke nomor telepon masing-masing guru atau siswa. “Yang dapat (kuota internet gratis) itu sudah mendaftarkan nomornya dan telah terdaftar di dapodik (data pokok pendidikan),” kata Suwarjana kemarin (30/9).

Namun untuk estimasi jumlah pelajar dan guru yang bakal menerima mencapai 58 ribu jiwa. Rinciannya, 45 ribu pelajar dan 13 ribu guru. Pria yang pernah menjabat Kabag Umum Pemkot Malang itu menjelaskan, terkait pembagian kuota sepenuhnya dari Kemendikbud Ristek.

Meski tengah menggelar sekolah tatap muka (PTM), Suwarjana ingin bantuan kuota tetap digunakan semestinya. Jika jam pembelajaran selama PTM dinilai kurang, maka eksplorasi belajar secara daring bisa diterapkan. Tentu dengan pengawasan dari orang tua. “Untuk itu, perlu ada pengawasan orang tua. Kami harap kuota ini mampu membantu di saat keadaan lagi susah,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono. Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menambahkan, untuk jumlah guru dan pelajar yang telah menerima kuota internet gratis juga belum terdata. Sebab, input data bantuan kuota tersebut dilakukan oleh pelajar dan guru. “Kami tidak punya datanya, mengingat mekanisme program ini adalah input data pada masing-masing sekolah,” paparnya.

Mantan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malang itu telah mengingatkan masing-masing sekolah untuk mendata nomor telepon masing-masing pelajar maupun guru yang masuk daftar penerima kuota internet gratis. Sehingga pihaknya bisa memantau jika terjadi hambatan. “Operator seluler nanti juga ikut mendata nomor pelajar di sekolah yang telah cair agar bisa ikut mengawasi,” sambungnya.

Perlu diketahui, Kemendikbud Ristek memberikan kuota cukup besar kepada setiap pelajar dan guru. Rinciannya, 7 GB per bulan untuk siswa PAUD serta 10 GB per bulan untuk siswa SD/SMP/SMA/SMK. Sementara untuk guru bakal mendapatkan kuota 12 GB per bulan.(adn/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/