alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Tambah Asesor, LSP Unisma Gencarkan Uji Kompetensi Mahasiswa

MALANG KOTA – Komitmen Universitas Islam Malang (Unisma) menambah skill mahasiswanya dilakukan dengan banyak cara. Seperti memfasilitasi uji kompetensi yang bisa diakses di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unisma. Sebanyak 49 mahasiswa telah mengikuti uji kompetensi yang bersertifikat lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Wakil Rektor IV Unisma Dr Ir Hj. Istirochah Pujiwati MP menyampaikan, kegiatan uji kompetensi perdana sudah berlangsung 24-27 Februari lalu. Saat ini peserta masih menunggu hasilnya. Mereka adalah mahasiswa dari delapan fakultas yang ada di Unisma. ”Kalau belum memenuhi standar kompetensinya, ya tidak lulus. Karena kalau belum memenuhi lulus, nanti pasti akan dikomplain,” kata alumnus SMAN 4 Malang ini.

Dia menjelaskan, mahasiswa yang bisa mengikuti uji kompetensi tersebut minimal semester VII. Saat ini LSP Unisma memiliki sepuluh skema uji kompetensi. Yaitu bidang peternakan dengan skema pengelolaan produk ternak; bidang ilmu administrasi dengan skema pengelolaan keuangan jasa pelayanan dan suku cadang; bidang pertanian dengan skema supervisor penyuluh pertanian; bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam dengan skema penanggungjawab pengendalian pencemaran air.

Ada juga bidang keguruan dan ilmu pendidikan dengan skema asisten administrasi eksekutif; bidang teknik dengan skema manajer energi di industri dan bangunan gedung; bidang hukum dengan skema asisten analis kebijakan; bidang ekonomi dan bisnis dengan nama skema sertifikat VI teknisi akuntansi ahli serta bidang ekonomi dan bisnis dengan skema sertifikat VI tenaga pemasar manajerial. Dan di bidang keguruan dan ilmu pendidikan dengan skema penyiapan konten program siaran. ”Saat ini kami masih memiliki 27 asesor. Ke depan, kami akan tambah lagi sesuai dengan kebutuhan,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya (UB) ini.

Semenara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menambahkan, lulusan Unisma juga dilengkapi dengan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Dimana dalam SKPI ini ada rekam jejak prestasi dan kegiatan mahasiswa selama kuliah. ”Apa yang kami lakukan ini hanya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan. Sehingga, lulusan kami punya nilai tambah dan daya saing,” imbuh pria asal Kabupaten Tuban ini.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Komitmen Universitas Islam Malang (Unisma) menambah skill mahasiswanya dilakukan dengan banyak cara. Seperti memfasilitasi uji kompetensi yang bisa diakses di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unisma. Sebanyak 49 mahasiswa telah mengikuti uji kompetensi yang bersertifikat lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Wakil Rektor IV Unisma Dr Ir Hj. Istirochah Pujiwati MP menyampaikan, kegiatan uji kompetensi perdana sudah berlangsung 24-27 Februari lalu. Saat ini peserta masih menunggu hasilnya. Mereka adalah mahasiswa dari delapan fakultas yang ada di Unisma. ”Kalau belum memenuhi standar kompetensinya, ya tidak lulus. Karena kalau belum memenuhi lulus, nanti pasti akan dikomplain,” kata alumnus SMAN 4 Malang ini.

Dia menjelaskan, mahasiswa yang bisa mengikuti uji kompetensi tersebut minimal semester VII. Saat ini LSP Unisma memiliki sepuluh skema uji kompetensi. Yaitu bidang peternakan dengan skema pengelolaan produk ternak; bidang ilmu administrasi dengan skema pengelolaan keuangan jasa pelayanan dan suku cadang; bidang pertanian dengan skema supervisor penyuluh pertanian; bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam dengan skema penanggungjawab pengendalian pencemaran air.

Ada juga bidang keguruan dan ilmu pendidikan dengan skema asisten administrasi eksekutif; bidang teknik dengan skema manajer energi di industri dan bangunan gedung; bidang hukum dengan skema asisten analis kebijakan; bidang ekonomi dan bisnis dengan nama skema sertifikat VI teknisi akuntansi ahli serta bidang ekonomi dan bisnis dengan skema sertifikat VI tenaga pemasar manajerial. Dan di bidang keguruan dan ilmu pendidikan dengan skema penyiapan konten program siaran. ”Saat ini kami masih memiliki 27 asesor. Ke depan, kami akan tambah lagi sesuai dengan kebutuhan,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya (UB) ini.

Semenara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menambahkan, lulusan Unisma juga dilengkapi dengan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Dimana dalam SKPI ini ada rekam jejak prestasi dan kegiatan mahasiswa selama kuliah. ”Apa yang kami lakukan ini hanya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan. Sehingga, lulusan kami punya nilai tambah dan daya saing,” imbuh pria asal Kabupaten Tuban ini.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru