alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

UIN Maliki Malang Bersiap Gelar Kuliah Hybrid

MALANG KOTA – UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang terus mematangkan rencana menggelar perkuliahan secara hybrid. Sebagai tahap awal, mahasiswa baru yang disiapkan untuk menjalani kuliah yang dilaksanakan secara daring dan luring sekaligus ini.

Rencana itu kembali didiskusikan oleh para pejabat di lingkungan UIN Maliki Malang Rabu (2/6). “Rapat ini sebagai persiapan, sesungguhnya kita punya rencana untuk meng-offline-kan mahasiswa baru. Tentu saja dengan tatalaksana yang sesuai dengan ketentuan. Tidak boleh melanggar sedikitpun, karena ini isu yang sensitif,” ungkap Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H Abdul Haris MAg.

Berbeda dengan kampus lainnya, terang Prof Haris, mahasiswa baru UIN Maliki Malang wajib masuk ke mahad atau asrama. “Kami diuntungkan, mahasiswa baru ini semuanya di satu lokasi. Kita mengambil ibroh dari pesantren,”lanjutnya.

Dengan mengasramakan mahasiswa baru dalam satu lokasi akan memudahkan pemantauan. Selain itu, semua kebutuhan penghuni mahad juga dipenuhi secara internal, sehingga mencegah saling kontak keluar mahad. “Artinya apapun bisa didapatkan di dalam mahad,”sambung Prof Haris.
Di sisi lain, pembelajarannya juga direncanakan diatur sedemikian rupa dengan hanya memanfaatkan 50 persen ruang kelas. “Jadi satu kelas nantinya hanya ada 20 mahasiswa dengan tetap diberlakukan jaga jarak. Sisanya mengikuti perkulihan secara daring,” pungkasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang terus mematangkan rencana menggelar perkuliahan secara hybrid. Sebagai tahap awal, mahasiswa baru yang disiapkan untuk menjalani kuliah yang dilaksanakan secara daring dan luring sekaligus ini.

Rencana itu kembali didiskusikan oleh para pejabat di lingkungan UIN Maliki Malang Rabu (2/6). “Rapat ini sebagai persiapan, sesungguhnya kita punya rencana untuk meng-offline-kan mahasiswa baru. Tentu saja dengan tatalaksana yang sesuai dengan ketentuan. Tidak boleh melanggar sedikitpun, karena ini isu yang sensitif,” ungkap Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H Abdul Haris MAg.

Berbeda dengan kampus lainnya, terang Prof Haris, mahasiswa baru UIN Maliki Malang wajib masuk ke mahad atau asrama. “Kami diuntungkan, mahasiswa baru ini semuanya di satu lokasi. Kita mengambil ibroh dari pesantren,”lanjutnya.

Dengan mengasramakan mahasiswa baru dalam satu lokasi akan memudahkan pemantauan. Selain itu, semua kebutuhan penghuni mahad juga dipenuhi secara internal, sehingga mencegah saling kontak keluar mahad. “Artinya apapun bisa didapatkan di dalam mahad,”sambung Prof Haris.
Di sisi lain, pembelajarannya juga direncanakan diatur sedemikian rupa dengan hanya memanfaatkan 50 persen ruang kelas. “Jadi satu kelas nantinya hanya ada 20 mahasiswa dengan tetap diberlakukan jaga jarak. Sisanya mengikuti perkulihan secara daring,” pungkasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/