alexametrics
20.7 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Mahasiswa Unidha Demo Minta SPP Turun 50%, Rektor: Maksimal 30%

MALANG KOTA – Aksi demo digelar mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, hari ini (2/7), menuntut keringanan SPP sebesar 50 persen. Namun, tuntutan itu oleh rektorat hanya disanggupi 30 persen.
“Kami hanya bisa memberikan potongan SPP maksimal 30 persen tidak sampai 50 persen. Kalau sebesar (50 persen) itu dituruti, maka akan memberatkan operasional kampus seperti bayar pegawai, dan lainnya,” kata Rektor Unidha Prof Dr Suko Wiyono pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/7).
Menurut Suko, pengurangan SPP sebesar 30 persen ini merupakan kebijakan khusus dari kampus merespons kesulitan yang dirasakan mahasiswa dampak pandemi Covid-19.
Sementara itu, dalam demo yang digelar di halaman kampus, mahasiswa Unidha selain minta keringanan biaya SPP, juga menuntut manajemen kampus transparan dalam pengelolaan keuangan.
Sebagian mahasiswa yang mengikuti demo terlihat mengenakan jas kuning dan membentangkan spanduk. Aksi berjalan lancar diiringi dengan orasi yang dilakukan secara bergantian oleh beberapa mahasiswa.
Dalam aksinya itu, mahasiswa juga menyoroti BEM Wisnuwardhana yang terkesan tak berpihak kepada kepentingan mahasiswa. ”BEM harus jelas keberpihakannya soal SPP di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Ronald Haning, koordinator lapangan demo.
Pewarta: Ilmi
Foto: Laoh Mahfud
Editor: Hendarmono Al Sidarto

MALANG KOTA – Aksi demo digelar mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, hari ini (2/7), menuntut keringanan SPP sebesar 50 persen. Namun, tuntutan itu oleh rektorat hanya disanggupi 30 persen.
“Kami hanya bisa memberikan potongan SPP maksimal 30 persen tidak sampai 50 persen. Kalau sebesar (50 persen) itu dituruti, maka akan memberatkan operasional kampus seperti bayar pegawai, dan lainnya,” kata Rektor Unidha Prof Dr Suko Wiyono pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/7).
Menurut Suko, pengurangan SPP sebesar 30 persen ini merupakan kebijakan khusus dari kampus merespons kesulitan yang dirasakan mahasiswa dampak pandemi Covid-19.
Sementara itu, dalam demo yang digelar di halaman kampus, mahasiswa Unidha selain minta keringanan biaya SPP, juga menuntut manajemen kampus transparan dalam pengelolaan keuangan.
Sebagian mahasiswa yang mengikuti demo terlihat mengenakan jas kuning dan membentangkan spanduk. Aksi berjalan lancar diiringi dengan orasi yang dilakukan secara bergantian oleh beberapa mahasiswa.
Dalam aksinya itu, mahasiswa juga menyoroti BEM Wisnuwardhana yang terkesan tak berpihak kepada kepentingan mahasiswa. ”BEM harus jelas keberpihakannya soal SPP di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Ronald Haning, koordinator lapangan demo.
Pewarta: Ilmi
Foto: Laoh Mahfud
Editor: Hendarmono Al Sidarto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/