alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Merawat Kebhinekaan di Ulang Tahun Ke-71 SMPK Santa Maria 1. Seperti Apa?

MALANG KOTA – Keluarga besar SMP Katolik (SMPK) Santa Maria 1 Malang memperingati hari ulang tahun ke-71 kemarin (1/8). Kegiatan yang dihadiri perwakilan dinas pendidikan Kota Malang, pembina sekolah, pimpinan biara dan suster, perwakilan SD Santa Maria 1, alumni, komite sekolah, kepala sekolah (suster), tenaga pendidikan, guru, dan seluruh siswa ini berlangsung di Aula sekolah. Serangkaian acara yang digelar adalah bentuk syukur keluarga besar SMPK Santa Maria 1 dan menyadari berkat Tuhan selalu menyertai sampai saat ini dalam proses sekolah mendampingi siswa-siswinya.

“Martabat luhur telah diberikan kepada kita tanpa embel-embel agama, suku dan bahasa yang sungguh berharga dan memiliki kesetaraan derajat sebagai manusia. Kami ingin anak-anak menyadari itu, keberadaan dirinya yang berharga untuk menemukan sikap kasih dan hormat kepada sesamanya,” ujar Sr M Fortunata SPM MHum, kepala SMPK Santa Maria 1.

Diawali dengan doa bersama, sekolah di Jalan Puteran 1A Klojen ini juga meresmikan papan nama sekolah di ujung jalan. Penempatan papan itu adalah bentuk eksistensi keberadaan sekolah. “Kami memasangnya (papan nama) karena banyak orang tanya dimana jalan Puteran saja tidak tahu. Bagaimana kita akan mengembangkan kemartabatan itu ketika kita sendiri tidak menyadari martabat kita, eksistensi kita, keberdaraan kita oleh Tuhan sudah diberikan dengan adanya sekolah ini yang sudah 71 tahun mendampingi anak-anak di bumi Arema,” ungkap Fortunata.

Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi kebhinekaan, SMPK Santa Maria 1 memiliki guru, tenaga pendidik dan siswa yang beragama Kristen, Bunda, Hindu dan Islam. “Sekolah kami sudah tiga tahun ini merayakan hari raya idul fitri bersama sebagai bentuk apresiasi anak-anak kami yang muslim, juga guru dan tenaga kependidikan, kami ingin kembangkan rasa hormat kepada yang lain,” ucapnya.

Puncak kegiatan ulang tahun sekolah yaitu sarasehan kebhinekaan bertema Unity in Diveristy yang dibawakan Romo Peter Bruno Sarbini MAg. Mengusung prinsip Bersatu Bersaudara dalam Keragaman sebagai Penanaman Nilai-Nilai untuk Para Siswa. “Bukan hanya memperoleh pelajaran agama di dalam kelas tapi juga praktik dalam hidup bermasyarakat. Bagaimana memperlakukan sesama, menghargai dan hormat dengan orang yang berbeda agama, budaya dan etnis,” pungkas Peter.

Mereka berharap di tengah keragaman itu warga sekolah mampu menciptakan kedamaian, toleransi dan pikiran negatif tentang agama bisa disingkirikan. Sehingga kehidupan bernegara menjadi harmonis. (aaa/dik)

MALANG KOTA – Keluarga besar SMP Katolik (SMPK) Santa Maria 1 Malang memperingati hari ulang tahun ke-71 kemarin (1/8). Kegiatan yang dihadiri perwakilan dinas pendidikan Kota Malang, pembina sekolah, pimpinan biara dan suster, perwakilan SD Santa Maria 1, alumni, komite sekolah, kepala sekolah (suster), tenaga pendidikan, guru, dan seluruh siswa ini berlangsung di Aula sekolah. Serangkaian acara yang digelar adalah bentuk syukur keluarga besar SMPK Santa Maria 1 dan menyadari berkat Tuhan selalu menyertai sampai saat ini dalam proses sekolah mendampingi siswa-siswinya.

“Martabat luhur telah diberikan kepada kita tanpa embel-embel agama, suku dan bahasa yang sungguh berharga dan memiliki kesetaraan derajat sebagai manusia. Kami ingin anak-anak menyadari itu, keberadaan dirinya yang berharga untuk menemukan sikap kasih dan hormat kepada sesamanya,” ujar Sr M Fortunata SPM MHum, kepala SMPK Santa Maria 1.

Diawali dengan doa bersama, sekolah di Jalan Puteran 1A Klojen ini juga meresmikan papan nama sekolah di ujung jalan. Penempatan papan itu adalah bentuk eksistensi keberadaan sekolah. “Kami memasangnya (papan nama) karena banyak orang tanya dimana jalan Puteran saja tidak tahu. Bagaimana kita akan mengembangkan kemartabatan itu ketika kita sendiri tidak menyadari martabat kita, eksistensi kita, keberdaraan kita oleh Tuhan sudah diberikan dengan adanya sekolah ini yang sudah 71 tahun mendampingi anak-anak di bumi Arema,” ungkap Fortunata.

Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi kebhinekaan, SMPK Santa Maria 1 memiliki guru, tenaga pendidik dan siswa yang beragama Kristen, Bunda, Hindu dan Islam. “Sekolah kami sudah tiga tahun ini merayakan hari raya idul fitri bersama sebagai bentuk apresiasi anak-anak kami yang muslim, juga guru dan tenaga kependidikan, kami ingin kembangkan rasa hormat kepada yang lain,” ucapnya.

Puncak kegiatan ulang tahun sekolah yaitu sarasehan kebhinekaan bertema Unity in Diveristy yang dibawakan Romo Peter Bruno Sarbini MAg. Mengusung prinsip Bersatu Bersaudara dalam Keragaman sebagai Penanaman Nilai-Nilai untuk Para Siswa. “Bukan hanya memperoleh pelajaran agama di dalam kelas tapi juga praktik dalam hidup bermasyarakat. Bagaimana memperlakukan sesama, menghargai dan hormat dengan orang yang berbeda agama, budaya dan etnis,” pungkas Peter.

Mereka berharap di tengah keragaman itu warga sekolah mampu menciptakan kedamaian, toleransi dan pikiran negatif tentang agama bisa disingkirikan. Sehingga kehidupan bernegara menjadi harmonis. (aaa/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/