alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pandemi, Mahasiswa Unisma Ukir Prestasi di Lomba Kaligrafi Nasional

MALANG KOTA – Meski masa pandemi, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) terus mengukir prestasi. Yang terbaru adalah prestasi juara II lomba kaligrafi nasional dalam Festival Islami Soedirman secara daring.

Prestasi ini diraih oleh Wandi, mahasiswa Agriteknologi Fakultas Pertanian Unisma. Mahasiswa semester V ini bercerita bahwa lomba tersebut harus mengirimkan proses pembuatan kaligrafi. Mulai konsep dasar, sketsa, hingga finishing harus dikumpulkan ke panitia lomba dan diringkas maksimal videonya berdurasi 3 menit.

”Total sekitar lima jam proses pengerjaannya. Tapi harus dipersingkat pakai aplikasi untuk memenuhi syarat tiga menit dari panitia,” kata mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Unisma ini, Rabu (2/12).

Wandi bangga bisa mengharumkan nama almamaternya melalui karya kaligrafi. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

Tak hanya itu, mahasiswa angkatan tahun 2018 ini mengaku sudah beberapa kali mengikuti lomba di bidang yang sama. Namun, raihan juara II level nasional baru didapatkan di lomba tersebut. ”Prestasi tertinggi ya ini. Sebelumnya masih di bawahnya,” terangnya.

Lebih lanjut, ada beberapa kriteria yang masuk dalam penilaian lomba tersebut. Di antaranya, kebenaran tulisan, kelengkapan huruf, imajinasi, perpaduan warna, dan like-comment di media sosial. ”Kalau persiapannya sekitar dua minggu lamanya,” ungkapnya.

Dia juga mengaku jatuh cinta pada dunia kaligrafi sejak mengenal UKM JQH pada semester III kuliah. Karena berdakwah juga bisa melalui seni kaligrafi. ”Tiap karya kaligrafi ada pesannya sendiri. Seperti ini pesan tentang perdamainan, karena sesama mukmin itu saudara,” ungkap dia.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Meski masa pandemi, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) terus mengukir prestasi. Yang terbaru adalah prestasi juara II lomba kaligrafi nasional dalam Festival Islami Soedirman secara daring.

Prestasi ini diraih oleh Wandi, mahasiswa Agriteknologi Fakultas Pertanian Unisma. Mahasiswa semester V ini bercerita bahwa lomba tersebut harus mengirimkan proses pembuatan kaligrafi. Mulai konsep dasar, sketsa, hingga finishing harus dikumpulkan ke panitia lomba dan diringkas maksimal videonya berdurasi 3 menit.

”Total sekitar lima jam proses pengerjaannya. Tapi harus dipersingkat pakai aplikasi untuk memenuhi syarat tiga menit dari panitia,” kata mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Unisma ini, Rabu (2/12).

Wandi bangga bisa mengharumkan nama almamaternya melalui karya kaligrafi. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

Tak hanya itu, mahasiswa angkatan tahun 2018 ini mengaku sudah beberapa kali mengikuti lomba di bidang yang sama. Namun, raihan juara II level nasional baru didapatkan di lomba tersebut. ”Prestasi tertinggi ya ini. Sebelumnya masih di bawahnya,” terangnya.

Lebih lanjut, ada beberapa kriteria yang masuk dalam penilaian lomba tersebut. Di antaranya, kebenaran tulisan, kelengkapan huruf, imajinasi, perpaduan warna, dan like-comment di media sosial. ”Kalau persiapannya sekitar dua minggu lamanya,” ungkapnya.

Dia juga mengaku jatuh cinta pada dunia kaligrafi sejak mengenal UKM JQH pada semester III kuliah. Karena berdakwah juga bisa melalui seni kaligrafi. ”Tiap karya kaligrafi ada pesannya sendiri. Seperti ini pesan tentang perdamainan, karena sesama mukmin itu saudara,” ungkap dia.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/