alexametrics
24.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Sekolah Kembali PTM, Ketua MKKS SMP Pertegas Siap Setiap Saat !

MALANG KOTA-Sementara itu, hingga kemarin Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Burhanuddin mengaku masih belum menerima perintah tertulis soal pelaksanaan PTM pada 7 Maret mendatang. Meski begitu, dia mengakui bila pembicaraan secara lisan dengan kepala Disdikbud sudah terjalin beberapa waktu lalu.

Beranjak dari hal tersebut, dia memastikan bila pihak sekolah tentu menyambut gembira rencana tersebut. Sebab mereka juga menganggap bila pembelajaran daring masih kurang maksimal. ”Alhamdulillah kalau memang sudah bisa dilaksanakan lagi. Karena kalau mengikuti SKB menteri, suatu wilayah yang berada di PPKM level 3 kan tetap diperbolehkan PTM 50 persen,” kata Burhanuddin. Ke depan, dia memastikan bila pihak sekolah bakal menunggu aturan tertulis diterbitkan pemkot.

Saat disinggung terkait persiapan di tiap sekolah, Burhanuddin menyebut bila seluruh satuan pendidikan sudah siap untuk kembali menggelar PTM. Pasalnya, mereka menyadari bahwa kebijakan bakal cepat berubah melihat kondisi pandemi. Sehingga pihak sekolah selalu siap dengan perubahan yang mendadak tersebut. ”Karena kami tidak bisa prediksi bulan depan itu PTM 100 persen atau 50 persen. Kalau misalnya besok diperintahkan PTM terbatas, kemungkinan bisa kami lakukan. Jadi siap setiap saat,” papar pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 5 Kota Malang itu.

Terkait izin dari orang tua atau wali murid, dia menyebut bila pada SKB empat menteri sebenarnya tidak ada kewajiban tersebut. Bila hal tersebut diterapkan, maka itu merupakan kebijakan dari satuan pendidikan masing-masing. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Malang itu mengungkapkan bila hampir seluruh guru memang menghendaki pelaksanaan PTM terbatas. Meski ke depan harus dibagi dua shift antara pagi dan siang, dia menyebut bila cara itu lebih baik ketimbang pembelajaran daring 100 persen.

”Guru lebih menikmati pembelajaran tatap muka. Karena pengawasan kepada murid lebih mudah, meskipun nanti akan lebih rebyek (repot),” tuturnya. Lewat PTM terbatas, Burhanuddin juga menyebut bila siswa tak hanya bisa mendapat ilmu pengetahuan saja. Namun juga mendapat pendidikan karakter dan cara bersosialisasi dengan teman sebaya. Berikutnya, dia juga mengingatkan kepada para guru-guru agar tetap memperhatikan prokes ketika melakukan PTM. Sebab kesehatan guru juga penting diperhatikan. (adn/adk/rb5/by)

MALANG KOTA-Sementara itu, hingga kemarin Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Burhanuddin mengaku masih belum menerima perintah tertulis soal pelaksanaan PTM pada 7 Maret mendatang. Meski begitu, dia mengakui bila pembicaraan secara lisan dengan kepala Disdikbud sudah terjalin beberapa waktu lalu.

Beranjak dari hal tersebut, dia memastikan bila pihak sekolah tentu menyambut gembira rencana tersebut. Sebab mereka juga menganggap bila pembelajaran daring masih kurang maksimal. ”Alhamdulillah kalau memang sudah bisa dilaksanakan lagi. Karena kalau mengikuti SKB menteri, suatu wilayah yang berada di PPKM level 3 kan tetap diperbolehkan PTM 50 persen,” kata Burhanuddin. Ke depan, dia memastikan bila pihak sekolah bakal menunggu aturan tertulis diterbitkan pemkot.

Saat disinggung terkait persiapan di tiap sekolah, Burhanuddin menyebut bila seluruh satuan pendidikan sudah siap untuk kembali menggelar PTM. Pasalnya, mereka menyadari bahwa kebijakan bakal cepat berubah melihat kondisi pandemi. Sehingga pihak sekolah selalu siap dengan perubahan yang mendadak tersebut. ”Karena kami tidak bisa prediksi bulan depan itu PTM 100 persen atau 50 persen. Kalau misalnya besok diperintahkan PTM terbatas, kemungkinan bisa kami lakukan. Jadi siap setiap saat,” papar pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 5 Kota Malang itu.

Terkait izin dari orang tua atau wali murid, dia menyebut bila pada SKB empat menteri sebenarnya tidak ada kewajiban tersebut. Bila hal tersebut diterapkan, maka itu merupakan kebijakan dari satuan pendidikan masing-masing. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Malang itu mengungkapkan bila hampir seluruh guru memang menghendaki pelaksanaan PTM terbatas. Meski ke depan harus dibagi dua shift antara pagi dan siang, dia menyebut bila cara itu lebih baik ketimbang pembelajaran daring 100 persen.

”Guru lebih menikmati pembelajaran tatap muka. Karena pengawasan kepada murid lebih mudah, meskipun nanti akan lebih rebyek (repot),” tuturnya. Lewat PTM terbatas, Burhanuddin juga menyebut bila siswa tak hanya bisa mendapat ilmu pengetahuan saja. Namun juga mendapat pendidikan karakter dan cara bersosialisasi dengan teman sebaya. Berikutnya, dia juga mengingatkan kepada para guru-guru agar tetap memperhatikan prokes ketika melakukan PTM. Sebab kesehatan guru juga penting diperhatikan. (adn/adk/rb5/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/