alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Hari Ini, Dua Calon Dekan FIA UB Dirapatkan Senat

MALANG KOTA – Proses Pemilihan Dekan (Pildek) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) periode 2021-2025 memasuki babak baru. Setelah Kamis lalu (1/4) sukses melaksanakan pemilihan di tingkat fakultas, hari ini (3/4) Senat FIA UB bakal menghasilkan dua nama calon dekan yang akan diusulkan ke Rektor UB.

Tercatat, Andy Fefta Wijaya MSA PhD yang mendapat 84 suara mengungguli sementara dua calon lainnya, yakni Kepala Prodi (Kaprodi) S-2 Administrasi Publik 2016-2020 Dr Irwan Noor MS dengan 2 suara dan Ketua Laboratorium Governance Dr MR Khairul Muluk MSi dengan 57 suara.

Baca juga :

Pilih Dekan, FIA Universitas Brawijaya Coblosan Drive Thru

Namun, hasil tersebut masih belum final. Sebab, masih akan dirapatkan oleh Senat FIA untuk memilih dua nama lagi yang akan diajukan ke Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS guna selanjutnya disahkan menjadi Dekan FIA periode selanjutnya. Dua nama tersebut adalah Ketua Jurusan Administrasi Publik Andy Fefta Wijaya MSA PhD dan Ketua Laboratorium Governance Dr MR Khairul Muluk MSi. Mereka adalah dua calon dengan perolehan suara terbesar di ajang pemilihan tingkat fakultas tersebut.

Penanggung Jawab Ke-2 Panitia Penjaringan dan Pemilihan Dekan FIA UB 2021 Dr Mohammad Nuh SIP MSi bersyukur proses pemungutan suara berlangsung sukses dan lancar. ”Ini memang proses pertama kali bagi kami melakukan pildek secara drive-thru maupun walk in karena dampak pandemi, tapi alhamdulillah berjalan lancar,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang kemarin (2/4).

Menurut doktor yang juga menjadi sekretaris Senat FIA UB ini, masih ada dua tahapan lagi yang harus dilakukan, yakni musyawarah dengan Senat FIA UB untuk menentukan dua nama calon yang bakal diajukan ke Rektor UB. Kemudian tahap berikutnya adalah penetapan dari Rektor UB atas Dekan FIA yang disetujui. Sedianya hari ini (3/4) senat akan membahas dua nama yang akan diajukan ke Rektor UB tersebut.

Masih disampaikan oleh Nuh, jika dalam rapat senat tersebut tidak tercapai kata mufakat atas usulan dua nama tersebut, maka sesuai mekanisme bisa dilakukan voting. ”Hasil keputusannya akan dimasukkan ke dalam berita acara yang Senin (5/4) akan diserahkan kepada rektor untuk dipilih salah satunya,” katanya. Jika tidak ada kendala, sebelum awal 4 Juni 2021 Dekan FIA yang baru sudah bisa diketahui karena bersamaan dengan masa akhir jabatan Prof Dr Bambang Supriyono MS.

Sementara itu, calon dekan dengan suara terbanyak, Andy Fefta Wijaya MSA PhD, kepada Jawa Pos Radar Malang mengatakan bersyukur mendapat suara terbanyak dalam Pildek FIA UB. ”Setidaknya ini awal yang bagus bagi saya dan saya berjanji akan membawa maju prestasi FIA UB,” katanya. Dia menambahkan, akan membawa tiga poin penting untuk FIA UB. Pertama, dia ingin membawa enam prodi ke arah internasional. Kedua, kualitas dari dosen akan ditingkatkan. Dia ingin sebanyak 56 dosen yang belum S-3 akan disekolahkan lagi. Ketiga, kesejahteraan dosen juga akan ditingkatkan. (rmc/adn/mas)

MALANG KOTA – Proses Pemilihan Dekan (Pildek) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) periode 2021-2025 memasuki babak baru. Setelah Kamis lalu (1/4) sukses melaksanakan pemilihan di tingkat fakultas, hari ini (3/4) Senat FIA UB bakal menghasilkan dua nama calon dekan yang akan diusulkan ke Rektor UB.

Tercatat, Andy Fefta Wijaya MSA PhD yang mendapat 84 suara mengungguli sementara dua calon lainnya, yakni Kepala Prodi (Kaprodi) S-2 Administrasi Publik 2016-2020 Dr Irwan Noor MS dengan 2 suara dan Ketua Laboratorium Governance Dr MR Khairul Muluk MSi dengan 57 suara.

Baca juga :

Pilih Dekan, FIA Universitas Brawijaya Coblosan Drive Thru

Namun, hasil tersebut masih belum final. Sebab, masih akan dirapatkan oleh Senat FIA untuk memilih dua nama lagi yang akan diajukan ke Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS guna selanjutnya disahkan menjadi Dekan FIA periode selanjutnya. Dua nama tersebut adalah Ketua Jurusan Administrasi Publik Andy Fefta Wijaya MSA PhD dan Ketua Laboratorium Governance Dr MR Khairul Muluk MSi. Mereka adalah dua calon dengan perolehan suara terbesar di ajang pemilihan tingkat fakultas tersebut.

Penanggung Jawab Ke-2 Panitia Penjaringan dan Pemilihan Dekan FIA UB 2021 Dr Mohammad Nuh SIP MSi bersyukur proses pemungutan suara berlangsung sukses dan lancar. ”Ini memang proses pertama kali bagi kami melakukan pildek secara drive-thru maupun walk in karena dampak pandemi, tapi alhamdulillah berjalan lancar,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang kemarin (2/4).

Menurut doktor yang juga menjadi sekretaris Senat FIA UB ini, masih ada dua tahapan lagi yang harus dilakukan, yakni musyawarah dengan Senat FIA UB untuk menentukan dua nama calon yang bakal diajukan ke Rektor UB. Kemudian tahap berikutnya adalah penetapan dari Rektor UB atas Dekan FIA yang disetujui. Sedianya hari ini (3/4) senat akan membahas dua nama yang akan diajukan ke Rektor UB tersebut.

Masih disampaikan oleh Nuh, jika dalam rapat senat tersebut tidak tercapai kata mufakat atas usulan dua nama tersebut, maka sesuai mekanisme bisa dilakukan voting. ”Hasil keputusannya akan dimasukkan ke dalam berita acara yang Senin (5/4) akan diserahkan kepada rektor untuk dipilih salah satunya,” katanya. Jika tidak ada kendala, sebelum awal 4 Juni 2021 Dekan FIA yang baru sudah bisa diketahui karena bersamaan dengan masa akhir jabatan Prof Dr Bambang Supriyono MS.

Sementara itu, calon dekan dengan suara terbanyak, Andy Fefta Wijaya MSA PhD, kepada Jawa Pos Radar Malang mengatakan bersyukur mendapat suara terbanyak dalam Pildek FIA UB. ”Setidaknya ini awal yang bagus bagi saya dan saya berjanji akan membawa maju prestasi FIA UB,” katanya. Dia menambahkan, akan membawa tiga poin penting untuk FIA UB. Pertama, dia ingin membawa enam prodi ke arah internasional. Kedua, kualitas dari dosen akan ditingkatkan. Dia ingin sebanyak 56 dosen yang belum S-3 akan disekolahkan lagi. Ketiga, kesejahteraan dosen juga akan ditingkatkan. (rmc/adn/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/