alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

KKN UM Ajak Warga Desa Selorejo Kembangan Kuliner Berbahan Jeruk

MALANG – Pada 28 Maret 2021 lalu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM), mengadakan pelatihan pengolahan jeruk menjadi puding. Pelatihan ini diikuti 15 mahasiswa UM dan 20 warga desa Selorejo dan bertempat di balai desa Selorejo.

Pelatihan diberikan karena melihat hasil panen jeruk di desa ini sangat melimpah, sehingga mahasiswa KKN UM mencetuskan olahan makanan penutup berbahan dasar jeruk. Buah jeruk mempunyai cita rasa yang sangat menyegarkan. Banyak yang menjadikan buah jeruk sebagai bahan baku pembuatan minuman seperti jus jeruk. Selain mengandung Vitamin C, Jeruk memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh kita seperti, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurasi resiko anemia, mencegah dehidrasi, menjaga kesehatan kulit dan lain sebagainya.

Program kerja ini dibimbing oleh Bapak Andika Bagus Nur Rahma Putra sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dilaksanakan oleh 4 orang mahasiswa yang berbeda prodi yaitu Saniatuz Zulfa dari prodi Psikologi, M. Farisian Arrazi dari prodi Pendidikan Seni Rupa, Sri Karyana dari prodi Pendidikan Teknik Elektro dan Karissa Septiani dari prodi Pendidikan Tata Busana dan juga tim yang lain.

Sebelumnya, warga Desa Selorejo sudah pernah membuat olahan dari jeruk seperti sirup, sabun, eskrim, dodol, dan permen. Namun terdapat beberapa kendala sehingga produksinya terhenti. Dengan demikian, pelatihan ini bertujuan untuk memberi inovasi dan dapat memberi semangat baru bagi warga Desa Selorejo untuk kembali memproduksi olahan jeruk agar bisa ditawarkan pada wisatawan yang secara tidak langsung memberikan peluang besar dalam menjadikan Desa Selorejo semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Pudding ini mudah pembuatannya. Bahannya pun dapat ditemukan di sekitar kita. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat dan bisa diterapkan. Masyarakat juga bisa menuangkan kreativitasnya guna mempercantik lagi dessert pudding dari olahan jeruk ini. Pudding ini juga bisa menjadi peluang usaha untuk warga desa Selorejo mengingat adanya wana wisata bedengan dan wisata petik jeruk yang dapat digunakan unuk menawarkan pudding tersebut” ujar Sania, Penanggung Jawab Program.

Pada pelatihan ini, warga tidak hanya dapat melihat dan mengetahui langkah-langkah pembuatannya, tetapi mereka juga bisa merasakan olahan puding yang telah dibuat. Warga dengan antusias memperhatikan materi yang diberikan dan senang ketika dapat mencicipi puding jeruk yang dibagikan, bahkan ada juga warga yang sampai membawa pulang puding tersebut. Semangat dan antusias dari warga desa Selorejo menambah semangat anggota tim KKN UM 2021 Selorejo sampai pelatihan ini berakhir dan dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk bisa membuat puding.

“Puding nya enak dan segar mbak. Warnanya juga sangat menyegarkan. Perpaduan antara susu yang nikmat dan jeruk yang segar membuat puding ini jadi lebih istimewa. Rasanya tidak cukup kalau hanya memakan satu potong saja” ujar salah satu warga desa Selorejo.

Penulis: Defi Maria

MALANG – Pada 28 Maret 2021 lalu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM), mengadakan pelatihan pengolahan jeruk menjadi puding. Pelatihan ini diikuti 15 mahasiswa UM dan 20 warga desa Selorejo dan bertempat di balai desa Selorejo.

Pelatihan diberikan karena melihat hasil panen jeruk di desa ini sangat melimpah, sehingga mahasiswa KKN UM mencetuskan olahan makanan penutup berbahan dasar jeruk. Buah jeruk mempunyai cita rasa yang sangat menyegarkan. Banyak yang menjadikan buah jeruk sebagai bahan baku pembuatan minuman seperti jus jeruk. Selain mengandung Vitamin C, Jeruk memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh kita seperti, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurasi resiko anemia, mencegah dehidrasi, menjaga kesehatan kulit dan lain sebagainya.

Program kerja ini dibimbing oleh Bapak Andika Bagus Nur Rahma Putra sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dilaksanakan oleh 4 orang mahasiswa yang berbeda prodi yaitu Saniatuz Zulfa dari prodi Psikologi, M. Farisian Arrazi dari prodi Pendidikan Seni Rupa, Sri Karyana dari prodi Pendidikan Teknik Elektro dan Karissa Septiani dari prodi Pendidikan Tata Busana dan juga tim yang lain.

Sebelumnya, warga Desa Selorejo sudah pernah membuat olahan dari jeruk seperti sirup, sabun, eskrim, dodol, dan permen. Namun terdapat beberapa kendala sehingga produksinya terhenti. Dengan demikian, pelatihan ini bertujuan untuk memberi inovasi dan dapat memberi semangat baru bagi warga Desa Selorejo untuk kembali memproduksi olahan jeruk agar bisa ditawarkan pada wisatawan yang secara tidak langsung memberikan peluang besar dalam menjadikan Desa Selorejo semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Pudding ini mudah pembuatannya. Bahannya pun dapat ditemukan di sekitar kita. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat dan bisa diterapkan. Masyarakat juga bisa menuangkan kreativitasnya guna mempercantik lagi dessert pudding dari olahan jeruk ini. Pudding ini juga bisa menjadi peluang usaha untuk warga desa Selorejo mengingat adanya wana wisata bedengan dan wisata petik jeruk yang dapat digunakan unuk menawarkan pudding tersebut” ujar Sania, Penanggung Jawab Program.

Pada pelatihan ini, warga tidak hanya dapat melihat dan mengetahui langkah-langkah pembuatannya, tetapi mereka juga bisa merasakan olahan puding yang telah dibuat. Warga dengan antusias memperhatikan materi yang diberikan dan senang ketika dapat mencicipi puding jeruk yang dibagikan, bahkan ada juga warga yang sampai membawa pulang puding tersebut. Semangat dan antusias dari warga desa Selorejo menambah semangat anggota tim KKN UM 2021 Selorejo sampai pelatihan ini berakhir dan dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk bisa membuat puding.

“Puding nya enak dan segar mbak. Warnanya juga sangat menyegarkan. Perpaduan antara susu yang nikmat dan jeruk yang segar membuat puding ini jadi lebih istimewa. Rasanya tidak cukup kalau hanya memakan satu potong saja” ujar salah satu warga desa Selorejo.

Penulis: Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru