alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

UB Sudah Persiapan Gelar Kuliah Tatap Muka Semester Ganjil

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) berencana memberlakukan kuliah tatap muka mulai semester ganjil mendatang. Sejumlah persiapan teknis telah dilakukan untuk menyambut para mahasiswa. Nantinya, dalam satu kelas akan dibatasi sebanyak 25 persen mahasiswa saja.

Hal tersebut diungkapkan Rektor UB Prof Nuhfil Hanani AR MS. Dia mengatakan, pihaknya akan membuka kuliah tatap muka bagi mahasiswa angkatan 2020. Sebab, mereka belum pernah mengenal kehidupan kampusnya sendiri. ”Tentunya harus dibatasi agar proses pembelajaran tetap berjalan dan aman dengan memberlakukan protokol kesehatan (prokes),” ungkap Prof Nuhfil di acara Bincang dan Obrolan Santai (Bonsai) Senin (3/5).

Dia menambahkan, kuliah tatap muka juga akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Terutama bagi mereka yang membutuhkan laboratorium untuk praktik. Pihaknya akan mendukung penuh upaya tersebut agar mahasiswa dapat kembali kuliah dan bertemu dengan para dosen secara langsung.
”Meski demikian, kami tetap akan menggunakan sistem hybrid bilamana ada mahasiswa yang tidak bisa bertatap muka,” tukas dia.

Untuk itu, standar prokes telah disiapkan oleh UB. Seperti penyedian westafel, thermo gun, dan ruang belajar yang steril. Meski telah melakukan persiapan Prof Nuhfil memastikan UB baru melakukan tatap muka jika sudah ada lampu hijau dari pemerintah pusat maupun daerah.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) berencana memberlakukan kuliah tatap muka mulai semester ganjil mendatang. Sejumlah persiapan teknis telah dilakukan untuk menyambut para mahasiswa. Nantinya, dalam satu kelas akan dibatasi sebanyak 25 persen mahasiswa saja.

Hal tersebut diungkapkan Rektor UB Prof Nuhfil Hanani AR MS. Dia mengatakan, pihaknya akan membuka kuliah tatap muka bagi mahasiswa angkatan 2020. Sebab, mereka belum pernah mengenal kehidupan kampusnya sendiri. ”Tentunya harus dibatasi agar proses pembelajaran tetap berjalan dan aman dengan memberlakukan protokol kesehatan (prokes),” ungkap Prof Nuhfil di acara Bincang dan Obrolan Santai (Bonsai) Senin (3/5).

Dia menambahkan, kuliah tatap muka juga akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Terutama bagi mereka yang membutuhkan laboratorium untuk praktik. Pihaknya akan mendukung penuh upaya tersebut agar mahasiswa dapat kembali kuliah dan bertemu dengan para dosen secara langsung.
”Meski demikian, kami tetap akan menggunakan sistem hybrid bilamana ada mahasiswa yang tidak bisa bertatap muka,” tukas dia.

Untuk itu, standar prokes telah disiapkan oleh UB. Seperti penyedian westafel, thermo gun, dan ruang belajar yang steril. Meski telah melakukan persiapan Prof Nuhfil memastikan UB baru melakukan tatap muka jika sudah ada lampu hijau dari pemerintah pusat maupun daerah.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru