alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pandemi, SMP Muhammadiyah 4 Singosari Istiqomah Hapalan Alquran

RADAR MALANG – Sudah hampir dua tahun pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak bagi banyak orang. Salah satunya SMP Muhammadiyah 4 Singosari. Adanya pembatasan kegiatan karena pandemi tak menyurutkan sekolah untuk menjalankan program menghafal Alquran.

“Selama pandemi, paling tidak ada delapan hingga sembilan murid yang bisa lulus serta menghafalkan Alquran,” ungkap Kepala SMP Muhammadiyah 4 Singosari, Toyib Spd.

Program menghafal Alquran di SMP Muhammadiyah 4 Singosari dibagi menjadi dua metode, yaitu hafalan untuk murid secara keseluruhan dan hafalan khusus bagi murid yang memiliki kemampuan menghafal lebih.

“Untuk hafalan umum biasanya dilakukan setiap pagi sebelum memulai pembelajaran, sedangkan afalan khusus dilakukan menyesuaikan jadwal murid dan guru yang memberi bimbingan,” Jelas Toyib.

Program ini menargetkan setidaknya kelas 7 dan 8 bisa hafal satu juz dalam Alquran yaitu juz 30. Namun, sekolah tidak ingin terlalu memaksakan muridnya untuk meghafal keseluruhan. Hal ini dikarenakan pihak sekolah pun merasa kemampuan setiap anak yang berbeda.

Ia pun menyebut, sekolah berharap pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Harapannya sih setidaknya semoga pada tahun ajaran baru selanjutnya sudah bisa dilakukan pembelajaran tatap muka walaupun tidak semuanya bisa hadir langsung. Namun, setidaknya 50 persen dari murid bisa datang langsung ke sekolah,” pungkas Toyib.

Penulis: Nanda Monica AJ

RADAR MALANG – Sudah hampir dua tahun pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak bagi banyak orang. Salah satunya SMP Muhammadiyah 4 Singosari. Adanya pembatasan kegiatan karena pandemi tak menyurutkan sekolah untuk menjalankan program menghafal Alquran.

“Selama pandemi, paling tidak ada delapan hingga sembilan murid yang bisa lulus serta menghafalkan Alquran,” ungkap Kepala SMP Muhammadiyah 4 Singosari, Toyib Spd.

Program menghafal Alquran di SMP Muhammadiyah 4 Singosari dibagi menjadi dua metode, yaitu hafalan untuk murid secara keseluruhan dan hafalan khusus bagi murid yang memiliki kemampuan menghafal lebih.

“Untuk hafalan umum biasanya dilakukan setiap pagi sebelum memulai pembelajaran, sedangkan afalan khusus dilakukan menyesuaikan jadwal murid dan guru yang memberi bimbingan,” Jelas Toyib.

Program ini menargetkan setidaknya kelas 7 dan 8 bisa hafal satu juz dalam Alquran yaitu juz 30. Namun, sekolah tidak ingin terlalu memaksakan muridnya untuk meghafal keseluruhan. Hal ini dikarenakan pihak sekolah pun merasa kemampuan setiap anak yang berbeda.

Ia pun menyebut, sekolah berharap pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Harapannya sih setidaknya semoga pada tahun ajaran baru selanjutnya sudah bisa dilakukan pembelajaran tatap muka walaupun tidak semuanya bisa hadir langsung. Namun, setidaknya 50 persen dari murid bisa datang langsung ke sekolah,” pungkas Toyib.

Penulis: Nanda Monica AJ

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/