alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

304 Musyrif-Musyrifah UIN Maliki Malang Ikuti Workshop PSDM

MALANG KOTA – Ma’had Sunan Ampel Al Ali Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar workshop Pengembangan Sumber Daya Musyrif Musyrifah (PSDM) 2022, Rabu (3/8). Gelaran yang diikuti 304 peserta itu tak hanya untuk Musyrif Musyrifah saja, namun juga tahfidz Al Quran dan takmir masjid di UIN Maliki Malang.

Ketua Pelaksana PSDM Dr Hj Sulalah MAg menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam PSDM kali ini internalisasi nilai-nilai moderasi bergama dalam membangun karakter ummatan wasathiyah.

“Harapannya nilai-nilai moderasi beragama nantinya bisa terjawantahkan, terakomodir, diincludekan dalam proses pendampingan. Juga dalam program-program ma’had, terutama program akademik, ibadah yang meliputi ta’lim afkar, ta’lim al quran dan semuanya,” katanya.

Dengan menerapkan nilai moderasi beragama, Sulalah berharap para mahasiswa yang sebelumnya memiliki karakter radikal bakal terbangun karakter wasathiyah. “Dari yang awalnya mereka (mahasiswa) memiliki karakter radikal, keras akan terbangun karakter yang islamiyah wasatiyah, seperti toleran, inklusif,” ucapnya.

Di sisi lain, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA mengapresiasi pengurus ma’had karena telah menggelar kegiatan ini. Menurut Dia, gelaran ini penting dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada pendamping ma’had. Karena ma’had ini menjadi salah satu distingsi UIN Maliki Malang.

“Jadi yang tidak dimiliki oleh ptkin -ptn lain ada empat. Yakni ma’had, pusat pengembangan bahasa asing, haiatuttahfidzil quranul karim dan integrated learning model (i lem). Oleh karenanya, keempat program yang menjadi percontohan,” tambahnya.

Menurut Zainuddin, musyrif musyrifah tak hanya menjadi pembimbing, pengasuh dan tinggal di ma’had saja, tapi juga belajar manajemen dan leadership. Jadi misalnya satu musyrif membimbing 20 mabna (mahasiswa yang tinggal di ma’had) itu maka anggaplah sedang memimpin orang banyak dengan karakter yang berbeda-beda.

“Jadi nanti ketika pulang, menjadi lurah, bupati atau pemimpin lainnya akan jauh lebih mudah. Karna sudah biasa memimpin di ma’had,” imbuhnya.

Untuk diketahui, ma’had di UIN Maliki Malang telah ada sejak berpuluh-puluh tahun. Oleh karenanya, Rektor UIN Maliki Malang itu meminta semua pihak agar mengembangkan ma’had, supaya bisa memberi manfaat ke masyarakat.

“Banyak wali mahasiswa yang meminta agar putranya di ma’had sampai 6 tahun selesai. Namun kita belum bisa memenuhi itu, masih tahun 1-2 yang bisa di mahad. Nah, insyaAllah kalau kampus 3 ini sudah jadi, karena sebentar lagi pembangunannya dimulai, maka itu nanti akan bisa (di ma’had) sampai 6 tahun. Bisa menampung 10 ribu,” tutup Zainuddin.

Untuk informasi lebih lanjut tentang UIN Malang, cek di https://uin-malang.ac.id/ (bin)

MALANG KOTA – Ma’had Sunan Ampel Al Ali Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar workshop Pengembangan Sumber Daya Musyrif Musyrifah (PSDM) 2022, Rabu (3/8). Gelaran yang diikuti 304 peserta itu tak hanya untuk Musyrif Musyrifah saja, namun juga tahfidz Al Quran dan takmir masjid di UIN Maliki Malang.

Ketua Pelaksana PSDM Dr Hj Sulalah MAg menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam PSDM kali ini internalisasi nilai-nilai moderasi bergama dalam membangun karakter ummatan wasathiyah.

“Harapannya nilai-nilai moderasi beragama nantinya bisa terjawantahkan, terakomodir, diincludekan dalam proses pendampingan. Juga dalam program-program ma’had, terutama program akademik, ibadah yang meliputi ta’lim afkar, ta’lim al quran dan semuanya,” katanya.

Dengan menerapkan nilai moderasi beragama, Sulalah berharap para mahasiswa yang sebelumnya memiliki karakter radikal bakal terbangun karakter wasathiyah. “Dari yang awalnya mereka (mahasiswa) memiliki karakter radikal, keras akan terbangun karakter yang islamiyah wasatiyah, seperti toleran, inklusif,” ucapnya.

Di sisi lain, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA mengapresiasi pengurus ma’had karena telah menggelar kegiatan ini. Menurut Dia, gelaran ini penting dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada pendamping ma’had. Karena ma’had ini menjadi salah satu distingsi UIN Maliki Malang.

“Jadi yang tidak dimiliki oleh ptkin -ptn lain ada empat. Yakni ma’had, pusat pengembangan bahasa asing, haiatuttahfidzil quranul karim dan integrated learning model (i lem). Oleh karenanya, keempat program yang menjadi percontohan,” tambahnya.

Menurut Zainuddin, musyrif musyrifah tak hanya menjadi pembimbing, pengasuh dan tinggal di ma’had saja, tapi juga belajar manajemen dan leadership. Jadi misalnya satu musyrif membimbing 20 mabna (mahasiswa yang tinggal di ma’had) itu maka anggaplah sedang memimpin orang banyak dengan karakter yang berbeda-beda.

“Jadi nanti ketika pulang, menjadi lurah, bupati atau pemimpin lainnya akan jauh lebih mudah. Karna sudah biasa memimpin di ma’had,” imbuhnya.

Untuk diketahui, ma’had di UIN Maliki Malang telah ada sejak berpuluh-puluh tahun. Oleh karenanya, Rektor UIN Maliki Malang itu meminta semua pihak agar mengembangkan ma’had, supaya bisa memberi manfaat ke masyarakat.

“Banyak wali mahasiswa yang meminta agar putranya di ma’had sampai 6 tahun selesai. Namun kita belum bisa memenuhi itu, masih tahun 1-2 yang bisa di mahad. Nah, insyaAllah kalau kampus 3 ini sudah jadi, karena sebentar lagi pembangunannya dimulai, maka itu nanti akan bisa (di ma’had) sampai 6 tahun. Bisa menampung 10 ribu,” tutup Zainuddin.

Untuk informasi lebih lanjut tentang UIN Malang, cek di https://uin-malang.ac.id/ (bin)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/