alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Cegah Bencana Banjir, Mahasiswa UM Ciptakan Inovasi Alat Monitor DAM

RADAR MALANG – Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjadi langganan peristiwa alam yang sering terjadi di musim penghujan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab banjir. Salah satunya yakni manajemen DAM yang kurang baik.

Contohnya seperti yang terjadi di Kota Malang pada Desember 2018 lalu. Akibat tidak ditutupnya bendungan atau DAM dikawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sejumlah titik banjir muncul di wilayah Kota Malang. Peristiwa ini sekaligus membuktikan bahwa manajemen DAM di Kota Malang selama ini masih dilakukan secara manual.

Berdasarkan kejadian tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berinisiatif membuat alat monitoring DAM otomatis. Alat yang terintegrasi dengan aplikasi mobile ini bernama “Cak Dam”.

Salah satu anggota tim, Risa Augusta Murti menjelaskan, Aplikasi Cak Dam menyediakan fitur monitoring status ketinggian air DAM, kecepatan air,dan kondisi curah hujan. “Alat ini bisa juga mengetahui lokasi DAM di Kota Malang yang terintegrasi google maps,” ujar Risa. Mahasiswi Jurusan Teknik Informatika itu menuturkan, tombol pengontrolan buka tutup pintu DAM pun dapat diintegrasikan dengan alat ini.

Ke depan, Risa bersama timnya berharap, alat ini bisa dikembangkan untuk selurh DAM yang ada di Malang Raya. “Harapan kami dengan aplikasi ini juga bisa mengoptimalkan kinerja petugas DAM,” tambah Risa.

Selain Risa, anggota tim tersebut terdiri dari Bayu Arivia Putra, Ayaturrahman Akrabullah, dan Annisa Firly Aprilia Putri dari Jurusan Teknik Elektro, serta Salma Salsabilla dari Jurusan Fisika. Tim tersebut dibimbing Sujito ST MT PhD.

Pewarta: Ferdinand Dicky

RADAR MALANG – Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjadi langganan peristiwa alam yang sering terjadi di musim penghujan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab banjir. Salah satunya yakni manajemen DAM yang kurang baik.

Contohnya seperti yang terjadi di Kota Malang pada Desember 2018 lalu. Akibat tidak ditutupnya bendungan atau DAM dikawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sejumlah titik banjir muncul di wilayah Kota Malang. Peristiwa ini sekaligus membuktikan bahwa manajemen DAM di Kota Malang selama ini masih dilakukan secara manual.

Berdasarkan kejadian tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berinisiatif membuat alat monitoring DAM otomatis. Alat yang terintegrasi dengan aplikasi mobile ini bernama “Cak Dam”.

Salah satu anggota tim, Risa Augusta Murti menjelaskan, Aplikasi Cak Dam menyediakan fitur monitoring status ketinggian air DAM, kecepatan air,dan kondisi curah hujan. “Alat ini bisa juga mengetahui lokasi DAM di Kota Malang yang terintegrasi google maps,” ujar Risa. Mahasiswi Jurusan Teknik Informatika itu menuturkan, tombol pengontrolan buka tutup pintu DAM pun dapat diintegrasikan dengan alat ini.

Ke depan, Risa bersama timnya berharap, alat ini bisa dikembangkan untuk selurh DAM yang ada di Malang Raya. “Harapan kami dengan aplikasi ini juga bisa mengoptimalkan kinerja petugas DAM,” tambah Risa.

Selain Risa, anggota tim tersebut terdiri dari Bayu Arivia Putra, Ayaturrahman Akrabullah, dan Annisa Firly Aprilia Putri dari Jurusan Teknik Elektro, serta Salma Salsabilla dari Jurusan Fisika. Tim tersebut dibimbing Sujito ST MT PhD.

Pewarta: Ferdinand Dicky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/