alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Kemendikbudristek Mau Merger Kampus Swasta, Begini Suara Aptisi

MALANG KOTA – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sedang mematangkan rencana merger perguruan tinggi swasta. Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VII Komisariat IV menganggap kebijakan tersebut perlu direspon secara positif.

Ketua Aptisi Wilayah VII Komisariat IV Prof Dr Dyah Sawitri mengatakan, gagasan itu diharapkan dapat memberi dampak positif bagi PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Yakni mampu membangun kekuatan antar perguruan tinggi. “Itu adalah sinergi yang bagus. Di sisi lain juga akan bisa menghemat biaya operasional perguruan tinggi,” lanjut Prof Dyah. Tentang teknis bagaimana perguruan tinggi akan melebur, hal itu sepenuhnya diserahkan ke masing-masing PTS.

Sementara itu, Rektor Universitas Widyagama Dr Agus Tugas Sudjianto juga menyambut baik rencana merger. Karena hal itu akan mampu menyelamatkan PTS dari potensi ditutup karena kekurangan mahasiswa. “Malah sebenarnya merger itu lebih bagus untuk menjaga mutu perguruan tinggi. Daripada harus ditutup, sehingga PTS yang di-merger ini masih bisa melakukan fungsinya mencerdaskan anak bangsa,” ujar Dr Agus.

Dia menambahkan, ketentuan merger ini akan menguntungkan perguruan tinggi swasta yang kekurangan mahasiswa. Daripada dua PTS kecil dengan risiko ditutup akibat kekurangan mahasiswa. Pada intinya, dia menyambut baik rencana penggabungan PTS ini.

Seperti diketahui Kemendikbud-ristek merencanakan untuk melebur perguruan tinggi swasta, yang jumlah mahasiswanya kurang dari 1.000 mahasiswa. Rencana ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas PTS di Indonesia. Karena masing-masing PTS pasti memiliki program studi unggulan. PTS bisa memanfaatkan keunggulan tersebut dengan digabung keunggulan dari PTS lain.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sedang mematangkan rencana merger perguruan tinggi swasta. Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VII Komisariat IV menganggap kebijakan tersebut perlu direspon secara positif.

Ketua Aptisi Wilayah VII Komisariat IV Prof Dr Dyah Sawitri mengatakan, gagasan itu diharapkan dapat memberi dampak positif bagi PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Yakni mampu membangun kekuatan antar perguruan tinggi. “Itu adalah sinergi yang bagus. Di sisi lain juga akan bisa menghemat biaya operasional perguruan tinggi,” lanjut Prof Dyah. Tentang teknis bagaimana perguruan tinggi akan melebur, hal itu sepenuhnya diserahkan ke masing-masing PTS.

Sementara itu, Rektor Universitas Widyagama Dr Agus Tugas Sudjianto juga menyambut baik rencana merger. Karena hal itu akan mampu menyelamatkan PTS dari potensi ditutup karena kekurangan mahasiswa. “Malah sebenarnya merger itu lebih bagus untuk menjaga mutu perguruan tinggi. Daripada harus ditutup, sehingga PTS yang di-merger ini masih bisa melakukan fungsinya mencerdaskan anak bangsa,” ujar Dr Agus.

Dia menambahkan, ketentuan merger ini akan menguntungkan perguruan tinggi swasta yang kekurangan mahasiswa. Daripada dua PTS kecil dengan risiko ditutup akibat kekurangan mahasiswa. Pada intinya, dia menyambut baik rencana penggabungan PTS ini.

Seperti diketahui Kemendikbud-ristek merencanakan untuk melebur perguruan tinggi swasta, yang jumlah mahasiswanya kurang dari 1.000 mahasiswa. Rencana ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas PTS di Indonesia. Karena masing-masing PTS pasti memiliki program studi unggulan. PTS bisa memanfaatkan keunggulan tersebut dengan digabung keunggulan dari PTS lain.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru