alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Gunakan Diagram Pareto, Bantu UMKM Identifikasi Cacat Produksi

RADAR MALANG – Berbeda dengan mahasiswa umumnya, Jesika Nur Sudinda memilih objek penelitian yang tidak biasa. Dia meneliti penyebab kecacatan produksi sablon salah satu produsen kaos home industri. Lewat penelitian dengan menggunakan diagram pareto, dia berharap bisa membantu UMKM menjaga mutu produknya.

Alumnus Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini mencatat ada tujuh kecacatan yang yang terjadi saat produksi kaos. Yakni salah posisi gambar sablon, perbedaan warna hasil produksi dan sampel, miss register, sablon luntur, salah urutan atau penempatan warna, hasil sablon retak atau pecah, dan sablon rontok. “Tujuh kecacatan tadi saya analisis menggunakan diagram pareto,” katanya.

Diagram tersebut bertujuan untuk mencari jenis cacat tertinggi. Lalu ada fishbone diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat dan tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN).

Dari hasil tersebut, didapat tiga jenis kecacatan tertinggi. Yaitu salah penempatan gambar sebesar 32,54 persen, perbedaan warna hasil produksi dan sampel sebesar 20,21 persen dan miss register sebesar 16,71 persen.

Lewat penelitian tersebut, diharapkan bisa membantu UMKM produsen kaos meningkatkan mutu sekaligus menekan ongkos produksi. ”Alhamdulillah saya dari penelitian itu saya dapat IPK 3,82,” ungkapnya. (adn/nay/rmc)

RADAR MALANG – Berbeda dengan mahasiswa umumnya, Jesika Nur Sudinda memilih objek penelitian yang tidak biasa. Dia meneliti penyebab kecacatan produksi sablon salah satu produsen kaos home industri. Lewat penelitian dengan menggunakan diagram pareto, dia berharap bisa membantu UMKM menjaga mutu produknya.

Alumnus Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini mencatat ada tujuh kecacatan yang yang terjadi saat produksi kaos. Yakni salah posisi gambar sablon, perbedaan warna hasil produksi dan sampel, miss register, sablon luntur, salah urutan atau penempatan warna, hasil sablon retak atau pecah, dan sablon rontok. “Tujuh kecacatan tadi saya analisis menggunakan diagram pareto,” katanya.

Diagram tersebut bertujuan untuk mencari jenis cacat tertinggi. Lalu ada fishbone diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat dan tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN).

Dari hasil tersebut, didapat tiga jenis kecacatan tertinggi. Yaitu salah penempatan gambar sebesar 32,54 persen, perbedaan warna hasil produksi dan sampel sebesar 20,21 persen dan miss register sebesar 16,71 persen.

Lewat penelitian tersebut, diharapkan bisa membantu UMKM produsen kaos meningkatkan mutu sekaligus menekan ongkos produksi. ”Alhamdulillah saya dari penelitian itu saya dapat IPK 3,82,” ungkapnya. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/