alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Saat Nataru, Pemkot Terbitkan SE Sekolah No Libur

MALANG KOTA – Pemkot Malang tak ingin kecolongan dengan munculnya kebijakan sekolah tetap masuk saat libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Upaya sosialisasi mulai digeber Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang agar para guru, murid maupun orang tua siswa tak kaget. Sehingga mereka juga bisa menjadwal rencana jika sebelum sudah berniat libur keluar kota atau rencana lainnya.

 

Hal itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Disdikbud Kota Malang tertanggal 1 Desember lalu. Dari edaran yang dibagikan kepada para kepala SD dan SMP di Kota Malang tersebut, mereka bisa memulai menyosialisasikan kepada murid dan wali murid. “Dengan SE tersebut, sekolah tinggal menindaklanjuti kepada masing-masing wali murid,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM ketika dikonfirmasi Jumat (3/12).

 

Sementara itu, Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Kota Malang Dr Burhanuddin MPd menyampaikan, pihak sekolah dipastikan segera memberikan sosialisasi kepada wali murid mengenai larangan libur selama Nataru. Namun teknis pelaksanaan sosialisasi akan dilaksanakan secara daring. “Dengan kondisi saat ini, kita tidak mungkin memanggil wali murid untuk hadir ke sekolah. Jadi nanti akan kami informasikan secara daring, lewat WhatsApp grup masing-masing kelas,” terangnya.

 

Burhanuddin menyatakan, sosialisasi larangan libur Nataru bisa dilaksanakan setelah dilakukan Penilaian Akhir Sekolah (PAS) selesai. “Tentunya para siswa biar bisa cooling down dulu setelah mengikuti PAS. Namun kami tetap sampaikan bahwa tidak ada libur Nataru sesuai dengan edaran yang kami terima dari dinas pendidikan dan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” jelasnya.

 

Untuk mengantisipasi munculnya protes dari orang tua, Burhanuddin menegaskan sekolah akan memberikan pemahaman pada mereka bahwa tidak ada perubahan pada kalender akademik. Penentuan libur semester tidak akan dihilangkan, melainkan hanya digeser. Dia menilai wali murid akan memahami aturan tersebut. ”Sehingga rencana pembelajaran saat periode libur Nataru dapat dilaksanakan dengan lancar.

 

Lebih lanjut Burhanuddin menambahkan, kerja sama antara sekolah, siswa, dan wali murid dapat meningkatkan efektivitas pencegahan lonjakan kasus Covid-19 selama periode Nataru. “Saya rasa orang tua pasti setuju, karena juga tujuannya untuk menghindari kerumunan, yang penting kesehatan paling utama,” pungkasnya. (adk/nj3/nay)

MALANG KOTA – Pemkot Malang tak ingin kecolongan dengan munculnya kebijakan sekolah tetap masuk saat libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Upaya sosialisasi mulai digeber Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang agar para guru, murid maupun orang tua siswa tak kaget. Sehingga mereka juga bisa menjadwal rencana jika sebelum sudah berniat libur keluar kota atau rencana lainnya.

 

Hal itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Disdikbud Kota Malang tertanggal 1 Desember lalu. Dari edaran yang dibagikan kepada para kepala SD dan SMP di Kota Malang tersebut, mereka bisa memulai menyosialisasikan kepada murid dan wali murid. “Dengan SE tersebut, sekolah tinggal menindaklanjuti kepada masing-masing wali murid,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM ketika dikonfirmasi Jumat (3/12).

 

Sementara itu, Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Kota Malang Dr Burhanuddin MPd menyampaikan, pihak sekolah dipastikan segera memberikan sosialisasi kepada wali murid mengenai larangan libur selama Nataru. Namun teknis pelaksanaan sosialisasi akan dilaksanakan secara daring. “Dengan kondisi saat ini, kita tidak mungkin memanggil wali murid untuk hadir ke sekolah. Jadi nanti akan kami informasikan secara daring, lewat WhatsApp grup masing-masing kelas,” terangnya.

 

Burhanuddin menyatakan, sosialisasi larangan libur Nataru bisa dilaksanakan setelah dilakukan Penilaian Akhir Sekolah (PAS) selesai. “Tentunya para siswa biar bisa cooling down dulu setelah mengikuti PAS. Namun kami tetap sampaikan bahwa tidak ada libur Nataru sesuai dengan edaran yang kami terima dari dinas pendidikan dan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” jelasnya.

 

Untuk mengantisipasi munculnya protes dari orang tua, Burhanuddin menegaskan sekolah akan memberikan pemahaman pada mereka bahwa tidak ada perubahan pada kalender akademik. Penentuan libur semester tidak akan dihilangkan, melainkan hanya digeser. Dia menilai wali murid akan memahami aturan tersebut. ”Sehingga rencana pembelajaran saat periode libur Nataru dapat dilaksanakan dengan lancar.

 

Lebih lanjut Burhanuddin menambahkan, kerja sama antara sekolah, siswa, dan wali murid dapat meningkatkan efektivitas pencegahan lonjakan kasus Covid-19 selama periode Nataru. “Saya rasa orang tua pasti setuju, karena juga tujuannya untuk menghindari kerumunan, yang penting kesehatan paling utama,” pungkasnya. (adk/nj3/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru