alexametrics
21.4 C
Malang
Friday, 27 May 2022

DPR RI Gandeng UMM Matangkan RUU Energi Baru Terbarukan

MALANG KOTA – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kemarin (4/2) perguruan tinggi berjuluk Kampus Putih tersebut dipercaya menjadi salah satu kampus di Indonesia yang berpartisipasi dalam diskusi Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Bertempat di Ruang Senat UMM, forum tersebut juga dihadiri Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dan Bupati Malang Drs HM Sanusi MM.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menjelaskan, dipilihnya UMM dilatarbelakangi karena kampus tersebut telah melakukan penelitian pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Seperti diketahui, UMM telah sukses membangun sistem PLTMH di beberapa titik yang ada di Kabupaten Malang. Di antaranya berada di Kawasan Wisata Sumber Maron, Kecamatan Pagelaran; dan Boonpring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.

”Jadi saya memang berinisiatif untuk datang ke sini (UMM) karena mereka telah mengembangkan PLMTH yang bisa jadi percontohan,” ujar politikus Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) itu. Sugeng menjelaskan bahwa percontohan tersebut akan mendukung RUU EBT yang sudah dirancang DPR RI. RUU yang terdiri dari 59 pasal dan 16 bab itu ditargetkan selesai Oktober mendatang. Alasan dikebutnya RUU ini, masih kata Sugeng, yakni karena diperlukan kepastian hukum dengan segera di bidang EBT. Selama ini, EBT hanya diatur pada level peraturan menteri baik soal harga dan lainnya. Karena aturan kerap berubah dan tidak konsisten, maka diperlukan aturan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan MPd menuturkan bahwa pihaknya merasa bangga bisa menjadi rujukan DPR RI dalam mengembangkan EBT. Apalagi UMM sudah melakukan penelitian dan tinggal melaksanakan eksekusi. ”Pada prinsipnya kami sudah siap, hanya tinggal ekspansi dan eksekusi secara berkelanjutan,” tutur dia.

Fauzan menambahkan, beberapa titik di Malang juga menjadi potensi EBT. Pembangunan PLMTH yang dilakukan akademisi UMM diharapkannya mampu mendorong peningkatan ekonomi di Malang Raya hingga nasional. Selain itu, keseimbangan ekosistem juga dapat terjaga karena energi ini di klaim lebih ramah lingkungan.(rmc/adn/iik)

MALANG KOTA – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kemarin (4/2) perguruan tinggi berjuluk Kampus Putih tersebut dipercaya menjadi salah satu kampus di Indonesia yang berpartisipasi dalam diskusi Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Bertempat di Ruang Senat UMM, forum tersebut juga dihadiri Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dan Bupati Malang Drs HM Sanusi MM.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menjelaskan, dipilihnya UMM dilatarbelakangi karena kampus tersebut telah melakukan penelitian pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Seperti diketahui, UMM telah sukses membangun sistem PLTMH di beberapa titik yang ada di Kabupaten Malang. Di antaranya berada di Kawasan Wisata Sumber Maron, Kecamatan Pagelaran; dan Boonpring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.

”Jadi saya memang berinisiatif untuk datang ke sini (UMM) karena mereka telah mengembangkan PLMTH yang bisa jadi percontohan,” ujar politikus Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) itu. Sugeng menjelaskan bahwa percontohan tersebut akan mendukung RUU EBT yang sudah dirancang DPR RI. RUU yang terdiri dari 59 pasal dan 16 bab itu ditargetkan selesai Oktober mendatang. Alasan dikebutnya RUU ini, masih kata Sugeng, yakni karena diperlukan kepastian hukum dengan segera di bidang EBT. Selama ini, EBT hanya diatur pada level peraturan menteri baik soal harga dan lainnya. Karena aturan kerap berubah dan tidak konsisten, maka diperlukan aturan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan MPd menuturkan bahwa pihaknya merasa bangga bisa menjadi rujukan DPR RI dalam mengembangkan EBT. Apalagi UMM sudah melakukan penelitian dan tinggal melaksanakan eksekusi. ”Pada prinsipnya kami sudah siap, hanya tinggal ekspansi dan eksekusi secara berkelanjutan,” tutur dia.

Fauzan menambahkan, beberapa titik di Malang juga menjadi potensi EBT. Pembangunan PLMTH yang dilakukan akademisi UMM diharapkannya mampu mendorong peningkatan ekonomi di Malang Raya hingga nasional. Selain itu, keseimbangan ekosistem juga dapat terjaga karena energi ini di klaim lebih ramah lingkungan.(rmc/adn/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/