alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

LPPM UB Teliti Efek Pandemi Ke Keluarga Pekerja Migran

SUMBERPUCUNG – Pandemi Covid-19 kini masih menjadi momok bagi berbagai negara di dunia. Tentunya hal ini turut berdampak bagi pekerja migran Indonesia (PMI), mulai dari imbas lockdown hingga terpangkasnya gaji karena kemerosotan ekonomi di negara tempat mereka bekerja. Belum lagi tuntutan keluarga di tanah air makin menambah derita mereka.

Tim Portsmouth Brawijaya Centre, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) melakukan riset untuk mengetahui sejauh mana dampak pandemi terhadap keluarga PMI ini.

Berlokasi di Desa Sukowilangun, Kecamatan Sumberpucung, desa ini menjadi salah satu kantong PMI di Kabupaten Malang. Riset yang merupakan bagian dari hibah dari UKRI Inggris yang hasilnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk menyusun kebijakan terkait penanganan pekerja migran dan keluarganya.

Profesor Keppi Sukesi mengungkapkan, hasil riset akan dimanfaatkan untuk memitigasi dan menjawab persoalan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang ditimbulkan oleh pandemi.

”Bukan hanya bagi pekerja migran yang tengah berada di luar negeri, tetapi juga keluarganya di dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, anggota tim riset, Dr Sujarwoto, menjelaskan, hasil sementara dari riset yang dilakukan sejak bulan September tersebut bahwa survei dilakukan terhadap 605 rumah tangga dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 30 keluarga migran.

Pelibatan stakeholder instansi pemerintah juga dilakukan dalam rangka memastikan pemetaan bisa dilakukan secara integratif. Di antara yang terlibat adalah Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak untuk tingkat pusat, serta di tingkat Pemerintah Kabupaten Malang terdapat dinas sosial, dinas perlindungan perempuan dan anak, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Pewarta: Chosa

SUMBERPUCUNG – Pandemi Covid-19 kini masih menjadi momok bagi berbagai negara di dunia. Tentunya hal ini turut berdampak bagi pekerja migran Indonesia (PMI), mulai dari imbas lockdown hingga terpangkasnya gaji karena kemerosotan ekonomi di negara tempat mereka bekerja. Belum lagi tuntutan keluarga di tanah air makin menambah derita mereka.

Tim Portsmouth Brawijaya Centre, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) melakukan riset untuk mengetahui sejauh mana dampak pandemi terhadap keluarga PMI ini.

Berlokasi di Desa Sukowilangun, Kecamatan Sumberpucung, desa ini menjadi salah satu kantong PMI di Kabupaten Malang. Riset yang merupakan bagian dari hibah dari UKRI Inggris yang hasilnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk menyusun kebijakan terkait penanganan pekerja migran dan keluarganya.

Profesor Keppi Sukesi mengungkapkan, hasil riset akan dimanfaatkan untuk memitigasi dan menjawab persoalan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang ditimbulkan oleh pandemi.

”Bukan hanya bagi pekerja migran yang tengah berada di luar negeri, tetapi juga keluarganya di dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, anggota tim riset, Dr Sujarwoto, menjelaskan, hasil sementara dari riset yang dilakukan sejak bulan September tersebut bahwa survei dilakukan terhadap 605 rumah tangga dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 30 keluarga migran.

Pelibatan stakeholder instansi pemerintah juga dilakukan dalam rangka memastikan pemetaan bisa dilakukan secara integratif. Di antara yang terlibat adalah Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak untuk tingkat pusat, serta di tingkat Pemerintah Kabupaten Malang terdapat dinas sosial, dinas perlindungan perempuan dan anak, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Pewarta: Chosa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/