alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Gandeng Wika, ITN Malang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bekerja sama dengan PT Surya Utama Nuansa dan PT Wijaya Karya (Wika) untuk akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 500 kilowatt peak (KWp) dengan nilai investasi sebesar Rp 7 miliar.

Kerja sama itu diawali dengan peletakan batu pertama di kampus ITN II Malang, Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat hari ini (5/3).

“Jadi hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan PLTS berkapasitas 500 KWp, ini merupakan satu-satunya di Pulau Jawa. Nantinya ini bisa dibuat pembelajaran dan riset oleh dosen serta mahasiswa, kami juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat,” ujar Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, kepada wartawan Jumat (5/3).

Lomi menjelaskan, pembangunan PLTS itu juga mendukung rencana pemerintah pusat mengenai pemanfaatan energi terbarukan. “Kalau melihat secara nasional, ini salah satu upaya untuk mewujudkan keinginan pemerintah. Bahwa pada 2025 nanti, energi terbarukan di Indonesia harus mencapai 23 persen,” ungkap Lomi.

Pembangunan PLTS di kawasan kampus ITN II Malang itu ditargetkan selesai dalam waktu 4 bulan. Nantinya, operasional dan perawatan fasilitas tersebut akan dilakukan PT Wijaya Karya (Wika) bersama dengan mahasiswa dari ITN Malang.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bekerja sama dengan PT Surya Utama Nuansa dan PT Wijaya Karya (Wika) untuk akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 500 kilowatt peak (KWp) dengan nilai investasi sebesar Rp 7 miliar.

Kerja sama itu diawali dengan peletakan batu pertama di kampus ITN II Malang, Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat hari ini (5/3).

“Jadi hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan PLTS berkapasitas 500 KWp, ini merupakan satu-satunya di Pulau Jawa. Nantinya ini bisa dibuat pembelajaran dan riset oleh dosen serta mahasiswa, kami juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat,” ujar Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, kepada wartawan Jumat (5/3).

Lomi menjelaskan, pembangunan PLTS itu juga mendukung rencana pemerintah pusat mengenai pemanfaatan energi terbarukan. “Kalau melihat secara nasional, ini salah satu upaya untuk mewujudkan keinginan pemerintah. Bahwa pada 2025 nanti, energi terbarukan di Indonesia harus mencapai 23 persen,” ungkap Lomi.

Pembangunan PLTS di kawasan kampus ITN II Malang itu ditargetkan selesai dalam waktu 4 bulan. Nantinya, operasional dan perawatan fasilitas tersebut akan dilakukan PT Wijaya Karya (Wika) bersama dengan mahasiswa dari ITN Malang.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru