alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Siswa SMA Taman Harapan Ikuti Ujian Satuan Pendidikan di Sekolah

MALANG – Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Jawa Timur, sejak Senin (1/3) melangsungkan Ujian satuan pendidikan (USP) pengganti ujian nasional (UN) secara serentak, termasuk di SMA Taman Harapan Malang.

Endah Restiningrum, Kepala Sekolah SMA Taman Harapan menyampaikan bahwa pihaknya sedang melangsungkan USP sebagai syarat kelengkapan kelulusan siswa kelas XII, di sekolah melalui daring.

“Karena kapasitas yang kami berikan kepada siswa memenuhi, maka kami langsungkan ujian di sekolah namun tetap melalui daring, mereka hanya menyiapkan handphone dan menjawab pertanyaan melalui link yang sudah dibagikan, dan diawasi langsung oleh para pengawas ujian,” terangnya.

SMA Taman Harapan melangsungkan USP di sekolah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana para siswa memahami pelajaran selama masa pendidikan daring.
“Kami ingin memberikan kualitas yang unggul kepada para siswa, kami tidak ingin para siswa seenaknya sendiri, misalnya nilainya 75 yaitu sudah real kami tidak akan menambah ataupun mengurangi. Kami ingin siswa itu berusaha dan mengerti sejauh mana mereka memahami mata pelajaran saat daring,” katanya.

Meski dilangsungkan di sekolah tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. USP dilangsung hingga 10 maret mendatang. Dalam sehari siswa akan mengerjakan dua mata pelajaran mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB.

Bobot USP dalam nilai kelulusan siswa presentasinya kurang lebih 40 persen dari total seluruh nilai kelulusan, ditambah nilai rapor dan nilai sikap yang diperhitungkan selama masa pendidikan daring.

“Bobot sekitar 40 persen itu mengharuskan siswa ikut USP. Karena dengan pembobotan mendekati 50 persen tersebut bisa jadi menentukan kelulusan siswa selain nilai rapor,” tambahnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

MALANG – Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Jawa Timur, sejak Senin (1/3) melangsungkan Ujian satuan pendidikan (USP) pengganti ujian nasional (UN) secara serentak, termasuk di SMA Taman Harapan Malang.

Endah Restiningrum, Kepala Sekolah SMA Taman Harapan menyampaikan bahwa pihaknya sedang melangsungkan USP sebagai syarat kelengkapan kelulusan siswa kelas XII, di sekolah melalui daring.

“Karena kapasitas yang kami berikan kepada siswa memenuhi, maka kami langsungkan ujian di sekolah namun tetap melalui daring, mereka hanya menyiapkan handphone dan menjawab pertanyaan melalui link yang sudah dibagikan, dan diawasi langsung oleh para pengawas ujian,” terangnya.

SMA Taman Harapan melangsungkan USP di sekolah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana para siswa memahami pelajaran selama masa pendidikan daring.
“Kami ingin memberikan kualitas yang unggul kepada para siswa, kami tidak ingin para siswa seenaknya sendiri, misalnya nilainya 75 yaitu sudah real kami tidak akan menambah ataupun mengurangi. Kami ingin siswa itu berusaha dan mengerti sejauh mana mereka memahami mata pelajaran saat daring,” katanya.

Meski dilangsungkan di sekolah tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. USP dilangsung hingga 10 maret mendatang. Dalam sehari siswa akan mengerjakan dua mata pelajaran mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB.

Bobot USP dalam nilai kelulusan siswa presentasinya kurang lebih 40 persen dari total seluruh nilai kelulusan, ditambah nilai rapor dan nilai sikap yang diperhitungkan selama masa pendidikan daring.

“Bobot sekitar 40 persen itu mengharuskan siswa ikut USP. Karena dengan pembobotan mendekati 50 persen tersebut bisa jadi menentukan kelulusan siswa selain nilai rapor,” tambahnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru