alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Universitas Brawijaya Siapkan Skenario Kuliah Tatap Muka

MALANG KOTA – Meski belum ada petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda), Universitas Brawijaya (UB) sudah menyiapkan skenario kuliah tatap muka. Rencananya, perkuliahan sistem luring itu berlangsung semester depan. Jika sekolah tatap muka membatasi 50 persen dari kapasitas, UB lebih ketat lagi, yakni 25 persen dari kapasitas.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS kemarin (4/5). Orang nomor satu di UB itu mengungkapkan alasannya memberlakukan perkuliahan tatap muka untuk angkatan 2020.

Menurut dia, mahasiswa angkatan 2020 ini belum pernah mengenal kehidupan kampusnya sendiri, sehingga perlu kuliah tatap muka. Meski begitu, Nuhfil tetap mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19.

”Tentunya harus dibatasi agar proses pembelajaran tetap berjalan dan aman dari klaster baru,” ungkap Prof Nuhfil.

Guru Besar Fakultas Pertanian (FP) UB itu menambahkan, kuliah tatap muka juga akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Terutama bagi mereka yang membutuhkan laboratorium untuk praktik. Pihaknya akan mendukung penuh upaya tersebut agar mahasiswa dapat kembali bertemu para dosennya secara langsung.

Karena itu, standar protokol kesehatan (prokes) telah disiapkan oleh UB. Misalnya penyedian wastafel, thermo gun, dan ruang belajar yang steril. ”Kami tetap akan menggunakan sistem hybrid jika ada mahasiswa yang tidak bisa bertatap muka,” tukas dia. (adn/dan/rmc)

MALANG KOTA – Meski belum ada petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda), Universitas Brawijaya (UB) sudah menyiapkan skenario kuliah tatap muka. Rencananya, perkuliahan sistem luring itu berlangsung semester depan. Jika sekolah tatap muka membatasi 50 persen dari kapasitas, UB lebih ketat lagi, yakni 25 persen dari kapasitas.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS kemarin (4/5). Orang nomor satu di UB itu mengungkapkan alasannya memberlakukan perkuliahan tatap muka untuk angkatan 2020.

Menurut dia, mahasiswa angkatan 2020 ini belum pernah mengenal kehidupan kampusnya sendiri, sehingga perlu kuliah tatap muka. Meski begitu, Nuhfil tetap mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19.

”Tentunya harus dibatasi agar proses pembelajaran tetap berjalan dan aman dari klaster baru,” ungkap Prof Nuhfil.

Guru Besar Fakultas Pertanian (FP) UB itu menambahkan, kuliah tatap muka juga akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Terutama bagi mereka yang membutuhkan laboratorium untuk praktik. Pihaknya akan mendukung penuh upaya tersebut agar mahasiswa dapat kembali bertemu para dosennya secara langsung.

Karena itu, standar protokol kesehatan (prokes) telah disiapkan oleh UB. Misalnya penyedian wastafel, thermo gun, dan ruang belajar yang steril. ”Kami tetap akan menggunakan sistem hybrid jika ada mahasiswa yang tidak bisa bertatap muka,” tukas dia. (adn/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru