alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Mahasiswa Unikama Raih Tropi di Putera Puteri Batik Ningrat Prasojo

MALANG – Prestasi membanggakan diukir salah satu mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), David Novianto asal Malang. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini berhasil meraih Best Catwalk dalam ajang perlombaan “Pemilihan Putera-Puteri Batik Ningrat Prasojo 2022”.

Lomba tersebut diadakan pada 29-30 Juni 2021 lalu sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan potensi kekayaan yang ada di Jawa Timur melalui fashion. Ia menjelaskan, penyelenggara kompetisinya adalah pemilik dari Ningrat Prasojo Management itu sendiri.

David saat mengikut lomba Putera Puteri Ningrat Prasojo (ist)

Pria kelahiran tahun 2000 itu menceritakan, awalnya ia tak terpikir untuk mengikuti kompetisi fashion tersebut. Namun dengan dukungan dari teman dan pihak kampus Unikama. Ia pun memberanikan diri mengikuti ajang itu.
“Saya dulu ada teman yang mengarahkan untuk ikut lomba tersebut. Jadi, saya tertarik untuk ikut lomba.”ujarnya.

Rangkaian proses seleksi diikuti dengan penuh semangat. Apalagi Unikama memberikan dukungan penuh, terutama dari segi pendanaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Suryantoro (Kaprodi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) yang sudah membimbing saya untuk mengajukan dana tersebut kepada bagian BAK. Terima kasih juga kepada pihak kampus yang sudah mendukung dan memberikan fasilitas kepada saya. Sehingga saya bisa ikut kompetisi hingga keluar menjadi pemenang,” ungkap rasa terima kasih David.

Meski tidak meraih sebagai juara 1 sampai 3, ia sangat bangga dan bersyukur telah menjadi Best Catwalk dalam ajang tersebut. Bagaimana tidak, hal itu membuat dirinya bisa mengharumkan nama kampus tempatnya belajar.

Dia mengaku, saat itu bersaing dengan 20 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur. Sampai akhirnya mengerucut hingga 12 besar termasuk dirinya. Setelah itu, ia juga harus melakukan karantina.

Selama karantina, ia mendapatkan banyak sekali materi dari orang terkenal di Jawa Timur. Mulai dari public speaking, cara bermake-up, entrepreneurship, kreativitas, dan materi tentang kepribadian. Hal yang tidak pernah dilupakan saat karantina, ia menjadi salah satu pemenang membuat limbah kain batik untuk aksesoris masker.

“Kompetisi ini selain memberikan apresiasi dalam bentuk prestasi, juga memberikan saya wawasan baru,” pungkasnya.

Pewarta: Dela Romadhona/Defi Maria

MALANG – Prestasi membanggakan diukir salah satu mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), David Novianto asal Malang. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini berhasil meraih Best Catwalk dalam ajang perlombaan “Pemilihan Putera-Puteri Batik Ningrat Prasojo 2022”.

Lomba tersebut diadakan pada 29-30 Juni 2021 lalu sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan potensi kekayaan yang ada di Jawa Timur melalui fashion. Ia menjelaskan, penyelenggara kompetisinya adalah pemilik dari Ningrat Prasojo Management itu sendiri.

David saat mengikut lomba Putera Puteri Ningrat Prasojo (ist)

Pria kelahiran tahun 2000 itu menceritakan, awalnya ia tak terpikir untuk mengikuti kompetisi fashion tersebut. Namun dengan dukungan dari teman dan pihak kampus Unikama. Ia pun memberanikan diri mengikuti ajang itu.
“Saya dulu ada teman yang mengarahkan untuk ikut lomba tersebut. Jadi, saya tertarik untuk ikut lomba.”ujarnya.

Rangkaian proses seleksi diikuti dengan penuh semangat. Apalagi Unikama memberikan dukungan penuh, terutama dari segi pendanaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Suryantoro (Kaprodi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) yang sudah membimbing saya untuk mengajukan dana tersebut kepada bagian BAK. Terima kasih juga kepada pihak kampus yang sudah mendukung dan memberikan fasilitas kepada saya. Sehingga saya bisa ikut kompetisi hingga keluar menjadi pemenang,” ungkap rasa terima kasih David.

Meski tidak meraih sebagai juara 1 sampai 3, ia sangat bangga dan bersyukur telah menjadi Best Catwalk dalam ajang tersebut. Bagaimana tidak, hal itu membuat dirinya bisa mengharumkan nama kampus tempatnya belajar.

Dia mengaku, saat itu bersaing dengan 20 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur. Sampai akhirnya mengerucut hingga 12 besar termasuk dirinya. Setelah itu, ia juga harus melakukan karantina.

Selama karantina, ia mendapatkan banyak sekali materi dari orang terkenal di Jawa Timur. Mulai dari public speaking, cara bermake-up, entrepreneurship, kreativitas, dan materi tentang kepribadian. Hal yang tidak pernah dilupakan saat karantina, ia menjadi salah satu pemenang membuat limbah kain batik untuk aksesoris masker.

“Kompetisi ini selain memberikan apresiasi dalam bentuk prestasi, juga memberikan saya wawasan baru,” pungkasnya.

Pewarta: Dela Romadhona/Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/