alexametrics
23.4 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Berkat Segar Kagemi, SMPN 10 Kota Malang Masuk Top 45 Inovasi Jatim

KOTA MALANG – Kantin SMPN 10 Kota Malang ini berbeda dari kantin-kantin sekolah kebanyakan. Kantin yang baru saja masuk jajaran Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Jawa Timur ini menawarkan menu serba ikan.

Selain masuk Top 45 se-Jatim, kantin SMPN 10 Kota Malang juga masuk tiga terbaik KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kota Malang 2020.

Kantin Segar Kagemi, begitu nama kantin SMPN 10 Kota Malang. Segarkagemi merupakan akronim dari Semua Bugar dengan Kantin Gemar Makan Ikan.

Kepala SMPN 10 Kota Malang, Mokhamad Syaroni mengatakan, Kantin Segarkagemi dirintis sejak 2017. Berawal dari keprihatinan guru melihat banyak anak yang enggan makan ikan.

Padahal, ikan menjadi sumber makanan bergizi. Kandungan proteinnya tinggi. Harganya juga relatif murah.

“Semula anak-anak tidak suka makan ikan karena amis juga. Sampai akhirnya, lewat program ini ada inovasi menu untuk ikan laut. Seperti Soto Tuna, Rawon Tuna, Nasi Bakar Tuna, Bakso Tuna,” kata dia.

Ikan-ikan untuk kantin, kata Syaroni, dipasok dari nelayan Sendang Biru. Sebelum diolah, ikan itu disimpan di freezer kantin.

SMPN 10 Kota Malang juga punya hari wajib makan ikan.

“Selama seminggu ada 3 hari yang menunya wajib ikan. Karena konsumsi ikan penting buat kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Omega 3 dan omega 6 tinggi, jadi kita coba gagas terus supaya suka gimana diolah macem -macem,” jelasnya.

Harga makanan serba ikan di kantin juga terjangkau. Hanya Rp 5 ribuan.

“Dulu sebelum ada kantin Segarkagemi, anak-anak banyak yang kurang bugar, lesu pas pembelajaran. Kami pantau data dari UKS ternyata gizinya kurang, pas ada kantin ini gizi meningkat dan anak anak semangat juga karena menunya sehat,” paparnya

Selain siswa, guru dan karyawan juga diajak untuk membiasakan mengonsumsi ikan. Selain Tuna, menu sehat lainnya dari ikan Nila dan Gurami juga ada.

Kepala SMPN 10 Malang Syahroni menunjukkan beberapa olahan ikan Kantin Segar Kagemi.

“Anak anak ada pelajaran prakarya boga juga jadi selain buat kue, mereka bisa dapat ilmu dari guru boga-nya dan buat menu baru yang bisa diajarkan ke pedagang kantin,” ujarnya

Selain murah, aneka jajanan lain juga dipastikan enak, sehat dan bergizi. Syaroni juga memastikan, semua makanan yang disajikan bebas bahan pengawet, perasa, pemanis, dan pengenyal.

“Bebas kertas, minyak, dan plastik juga. Semua dipantau secara berkala sehingga insyaallah anak anak jajannya sehat,” paparnya.

Setelah memastikan diri masuk Top 45, Senin (3/8), SMPN 10 Kota Malang tengah bersiap untuk tahap selanjutnya. Yakni menuju Top 30.

Syaroni mengatakan, SMPN 10 Kota Malang mendapatkan bimbingan dari Bagian Organisasi Pemerintah Kota Malang.

Perlu diketahui, dalam kompetisi tersebut, SMPN 10 Kota Malang bersaing dengan berbagai instansi lain. Mulai rumah sakit, puskesmas, sekolah dan OPD terkait lainnya.

“Ini terus dibenahi dan harapan kedepan ada inovasi publik lainnya yang bisa kami hadirkan termasuk bagaimana pembelajaran yang menyenangkan di masa pandmi dan mungkin pendidikan karakter lain,” paparnya.

Pewarta: Adela Nur Okina

KOTA MALANG – Kantin SMPN 10 Kota Malang ini berbeda dari kantin-kantin sekolah kebanyakan. Kantin yang baru saja masuk jajaran Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Jawa Timur ini menawarkan menu serba ikan.

Selain masuk Top 45 se-Jatim, kantin SMPN 10 Kota Malang juga masuk tiga terbaik KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kota Malang 2020.

Kantin Segar Kagemi, begitu nama kantin SMPN 10 Kota Malang. Segarkagemi merupakan akronim dari Semua Bugar dengan Kantin Gemar Makan Ikan.

Kepala SMPN 10 Kota Malang, Mokhamad Syaroni mengatakan, Kantin Segarkagemi dirintis sejak 2017. Berawal dari keprihatinan guru melihat banyak anak yang enggan makan ikan.

Padahal, ikan menjadi sumber makanan bergizi. Kandungan proteinnya tinggi. Harganya juga relatif murah.

“Semula anak-anak tidak suka makan ikan karena amis juga. Sampai akhirnya, lewat program ini ada inovasi menu untuk ikan laut. Seperti Soto Tuna, Rawon Tuna, Nasi Bakar Tuna, Bakso Tuna,” kata dia.

Ikan-ikan untuk kantin, kata Syaroni, dipasok dari nelayan Sendang Biru. Sebelum diolah, ikan itu disimpan di freezer kantin.

SMPN 10 Kota Malang juga punya hari wajib makan ikan.

“Selama seminggu ada 3 hari yang menunya wajib ikan. Karena konsumsi ikan penting buat kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Omega 3 dan omega 6 tinggi, jadi kita coba gagas terus supaya suka gimana diolah macem -macem,” jelasnya.

Harga makanan serba ikan di kantin juga terjangkau. Hanya Rp 5 ribuan.

“Dulu sebelum ada kantin Segarkagemi, anak-anak banyak yang kurang bugar, lesu pas pembelajaran. Kami pantau data dari UKS ternyata gizinya kurang, pas ada kantin ini gizi meningkat dan anak anak semangat juga karena menunya sehat,” paparnya

Selain siswa, guru dan karyawan juga diajak untuk membiasakan mengonsumsi ikan. Selain Tuna, menu sehat lainnya dari ikan Nila dan Gurami juga ada.

Kepala SMPN 10 Malang Syahroni menunjukkan beberapa olahan ikan Kantin Segar Kagemi.

“Anak anak ada pelajaran prakarya boga juga jadi selain buat kue, mereka bisa dapat ilmu dari guru boga-nya dan buat menu baru yang bisa diajarkan ke pedagang kantin,” ujarnya

Selain murah, aneka jajanan lain juga dipastikan enak, sehat dan bergizi. Syaroni juga memastikan, semua makanan yang disajikan bebas bahan pengawet, perasa, pemanis, dan pengenyal.

“Bebas kertas, minyak, dan plastik juga. Semua dipantau secara berkala sehingga insyaallah anak anak jajannya sehat,” paparnya.

Setelah memastikan diri masuk Top 45, Senin (3/8), SMPN 10 Kota Malang tengah bersiap untuk tahap selanjutnya. Yakni menuju Top 30.

Syaroni mengatakan, SMPN 10 Kota Malang mendapatkan bimbingan dari Bagian Organisasi Pemerintah Kota Malang.

Perlu diketahui, dalam kompetisi tersebut, SMPN 10 Kota Malang bersaing dengan berbagai instansi lain. Mulai rumah sakit, puskesmas, sekolah dan OPD terkait lainnya.

“Ini terus dibenahi dan harapan kedepan ada inovasi publik lainnya yang bisa kami hadirkan termasuk bagaimana pembelajaran yang menyenangkan di masa pandmi dan mungkin pendidikan karakter lain,” paparnya.

Pewarta: Adela Nur Okina

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/