alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Gunakan Bakteri, Tim FMIPA UB Kembangkan Metode Stabilisasi Tanah

MALANG KOTA – Kondisi struktur tanah dapat mempengaruhi stabilitas konstruksi bangunan di atasnya. Hal inilah yang memacu lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) tengah mengembangkan metode stabilisasi tanah berbiaya murah, mudah, serta ramah lingkungan.

Inisiatif melakukan riset tersebut muncul karena tanah merupakan bagian dasar serta pijakan dalam pembuatan struktur bangunan. Munculnya sifat plastisitas pada tanah bisa menjadi penyebab kerusakan pada konstruksi bangunan, khususnya pada bagian pondasi yang menghubungkan bangunan dengan tanah. Karena itu upaya stabilisasi struktur tanah perlu dilakukan.

Pengembangan teknik stabilisasi tanah tersebut dilakukan oleh Muhamad Rizki Fatoni, Fahima Ellya Wulandari, Nur Ula Octavia, Maurin Ardhina S., dan Siti Nur Aisyah yang dibimbing oleh dosen Irfan Mustafa, S.Si, M.Si, Ph.D. Mereka memanfaatkan agen hayati bakteri ureolitik.

“Kami memilih bakteri ureolitik sebagai agen untuk stabilisasi tanah karena bakteri tersebut mampu mengendapkan kalsium karbonat (CaCO3), sehingga nantinya akan membantu mengontrol permeabilitas tanah dan memperkuat struktur tanah,” kata Rizki. Penelitian untuk mengetahui efektivitas bakteri ureolitik ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UB dan Laboratorium Mekanika Tanah & Geologi, Teknik Sipil FT UB.

Dalam risetnya, tim mahasiswa melakukan sejumlah perlakuan terhadap bakteri untuk menemukan komposisi terbaik. Mulai dari perbedaan konsentrasi bakteri yang digunakan dan perbedaan waktu inkubasi sampel.

“Penelitian yang merupakan inovasi gabungan penerapan antara ilmu biologi dan teknik sipil ini diharapkan dapat mengembangkan teknologi hayati bakteri ureolitik sebagai alternatif baru dalam penguatan struktur tanah pondasi konstruksi bangunan dan teknologi stabilisasi tanah yang ramah lingkungan,” tambah Rizki.

Dari inovasi tersebut, lima mahasiswa yang diketuai oleh Muhamad Rizki Fatoni ini telah berhasil mendapatkan dana riset dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Untuk selanjutnya, mereka akan berjuang berlanjut di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 mendatang.

Pewarta: Roisyatul Mufidah (CJ3)

MALANG KOTA – Kondisi struktur tanah dapat mempengaruhi stabilitas konstruksi bangunan di atasnya. Hal inilah yang memacu lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) tengah mengembangkan metode stabilisasi tanah berbiaya murah, mudah, serta ramah lingkungan.

Inisiatif melakukan riset tersebut muncul karena tanah merupakan bagian dasar serta pijakan dalam pembuatan struktur bangunan. Munculnya sifat plastisitas pada tanah bisa menjadi penyebab kerusakan pada konstruksi bangunan, khususnya pada bagian pondasi yang menghubungkan bangunan dengan tanah. Karena itu upaya stabilisasi struktur tanah perlu dilakukan.

Pengembangan teknik stabilisasi tanah tersebut dilakukan oleh Muhamad Rizki Fatoni, Fahima Ellya Wulandari, Nur Ula Octavia, Maurin Ardhina S., dan Siti Nur Aisyah yang dibimbing oleh dosen Irfan Mustafa, S.Si, M.Si, Ph.D. Mereka memanfaatkan agen hayati bakteri ureolitik.

“Kami memilih bakteri ureolitik sebagai agen untuk stabilisasi tanah karena bakteri tersebut mampu mengendapkan kalsium karbonat (CaCO3), sehingga nantinya akan membantu mengontrol permeabilitas tanah dan memperkuat struktur tanah,” kata Rizki. Penelitian untuk mengetahui efektivitas bakteri ureolitik ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UB dan Laboratorium Mekanika Tanah & Geologi, Teknik Sipil FT UB.

Dalam risetnya, tim mahasiswa melakukan sejumlah perlakuan terhadap bakteri untuk menemukan komposisi terbaik. Mulai dari perbedaan konsentrasi bakteri yang digunakan dan perbedaan waktu inkubasi sampel.

“Penelitian yang merupakan inovasi gabungan penerapan antara ilmu biologi dan teknik sipil ini diharapkan dapat mengembangkan teknologi hayati bakteri ureolitik sebagai alternatif baru dalam penguatan struktur tanah pondasi konstruksi bangunan dan teknologi stabilisasi tanah yang ramah lingkungan,” tambah Rizki.

Dari inovasi tersebut, lima mahasiswa yang diketuai oleh Muhamad Rizki Fatoni ini telah berhasil mendapatkan dana riset dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Untuk selanjutnya, mereka akan berjuang berlanjut di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 mendatang.

Pewarta: Roisyatul Mufidah (CJ3)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/