alexametrics
22.9 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Data Ganda Jadi Kendala Pencairan Kuota Gratis Mahasiswa

MALANG KOTA – Pelaksanaan Pembelajaran tatap muka (PTM) yang belum menyeluruh memaksa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (kemenristekdikti) untuk mendorong percepatan penyaluran bantuan kuota internet bagi pelajar. Tidak terkecuali bagi kalangan mahasiswa.

Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi (PT) di Malang kini sedang menunggu kuota  internet gratis tersebut. Sejumlah kampus pun telah tuntas menyetorkan daftar mahasiswa dan dosen untuk menerima bantuan internet gratis, tapi hingga kini belum terealisasi.

Sebagai informasi, Kemendikbudristek menjanjikan bantuan kuota internet 15 GB per bulan untuk setiap mahasiswa. Rencananya, kuota internet gratis itu berlangsung selama tiga bulan berturut-turut, yakni September, Oktober, dan November. Jika ditotal, setiap mahasiswa maupun dosen mendapatkan kuota internet 45 GB.

Dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saja, sementara ini tercatat ada  85.229 mahasiswa yang didaftarkan untuk menerima kuota internet gratis. Rinciannya, 31.229 mahasiswa UMM dan 54.000 mahasiswa UB. Jumlah ini bisa bertambah jika digabung dengan mahasiswa dari kampus lain di Bumi Arema ini.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMM Dr Nur Subeki ST MT mengatakan, hingga kini sudah ada 31.229 mahasiswa aktif yang masuk daftar penerima bantuan  kuota internet. Artinya, hampir 100 persen mahasiswa UMM bakal mendapatkan bantuan tersebut. Pendataan tersebut dilakukan selama sebulan terakhir.

“Terakhir pendataan pada 30 Agustus lalu. Kami mendata mahasiswa aktif. Datanya sudah kami kirimkan juga ke Kemendikbud-Ristek,” ujar Eki, sapaan akrabnya.

Namun, Eki juga belum mengetahui pastinya kapan bantuan kuota internet tersebut diterima mahasiswanya. Hal itu karena teknis penyaluran tergantung dari pemerintah pusat. Eki hanya memprediksi pertengahan bulan ini akan segera terealisasi. Sehingga, nantinya bisa membantu para mahasiswa mengakses pembelajaran secara daring.

Bukan hanya mahasiswa, Eki juga mendaftarkan para dosen untuk mendapatkan bantuan yang sama. Terkait besaran kuota internet juga belum dia ketahui. “Dengan pemberian bantuan kuota internet ini, diharapkan mahasiswa bisa melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online dengan baik,” sambungnya.

Sedangkan di Universitas Brawijaya (UB), saat ini juga tengah melakukan pendataan. Dari 63 ribu mahasiswa aktif, telah terdaftar 54 ribu mahasiswa sebagai calon penerima bantuan kuota internet. “Saat ini kami masih melakukan pendataan. Ada beberapa kendala seperti nomor hand phone mahasiswa yang ganda,” ujar Kepala Bagian Akademik UB Heri Prawoto Widodo SSos MAB.

Heri menjelaskan, kendala tersebut masih mendominasi saat pencatatan. Sehingga nomor mahasiswa bisa tercatat ganda. Batas validasi nomor aktif ke Kemendikbud-Ristek yakni Selasa depan (7/9). Artinya, deadline pengumpulan data tersebut hanya tersisa dua hari. Karena itu, pihaknya juga akan sesegera mungkin menuntaskan pendataan.

Untuk dosen, Heri mengatakan, juga masih dilakukan pendataan. Terdaftar 2.100 dosen aktif, namun yang terdata masih 1.971 dosen. Hal ini juga masih terus dilakukan untuk prosesnya. Dia tidak mau jika nomor yang didaftarkan ternyata tidak aktif. Karena dengan bantuan ini bisa membantu pembelajaran jarak jauh melalui daring. “Semua mahasiswa aktif dan para dosen mendapatkan bantuan kuota internet yang langsung masuk ke nomor hand phone pribadi masing-masing,” tambahnya. (cj3/adn/dan)

MALANG KOTA – Pelaksanaan Pembelajaran tatap muka (PTM) yang belum menyeluruh memaksa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (kemenristekdikti) untuk mendorong percepatan penyaluran bantuan kuota internet bagi pelajar. Tidak terkecuali bagi kalangan mahasiswa.

Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi (PT) di Malang kini sedang menunggu kuota  internet gratis tersebut. Sejumlah kampus pun telah tuntas menyetorkan daftar mahasiswa dan dosen untuk menerima bantuan internet gratis, tapi hingga kini belum terealisasi.

Sebagai informasi, Kemendikbudristek menjanjikan bantuan kuota internet 15 GB per bulan untuk setiap mahasiswa. Rencananya, kuota internet gratis itu berlangsung selama tiga bulan berturut-turut, yakni September, Oktober, dan November. Jika ditotal, setiap mahasiswa maupun dosen mendapatkan kuota internet 45 GB.

Dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saja, sementara ini tercatat ada  85.229 mahasiswa yang didaftarkan untuk menerima kuota internet gratis. Rinciannya, 31.229 mahasiswa UMM dan 54.000 mahasiswa UB. Jumlah ini bisa bertambah jika digabung dengan mahasiswa dari kampus lain di Bumi Arema ini.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMM Dr Nur Subeki ST MT mengatakan, hingga kini sudah ada 31.229 mahasiswa aktif yang masuk daftar penerima bantuan  kuota internet. Artinya, hampir 100 persen mahasiswa UMM bakal mendapatkan bantuan tersebut. Pendataan tersebut dilakukan selama sebulan terakhir.

“Terakhir pendataan pada 30 Agustus lalu. Kami mendata mahasiswa aktif. Datanya sudah kami kirimkan juga ke Kemendikbud-Ristek,” ujar Eki, sapaan akrabnya.

Namun, Eki juga belum mengetahui pastinya kapan bantuan kuota internet tersebut diterima mahasiswanya. Hal itu karena teknis penyaluran tergantung dari pemerintah pusat. Eki hanya memprediksi pertengahan bulan ini akan segera terealisasi. Sehingga, nantinya bisa membantu para mahasiswa mengakses pembelajaran secara daring.

Bukan hanya mahasiswa, Eki juga mendaftarkan para dosen untuk mendapatkan bantuan yang sama. Terkait besaran kuota internet juga belum dia ketahui. “Dengan pemberian bantuan kuota internet ini, diharapkan mahasiswa bisa melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online dengan baik,” sambungnya.

Sedangkan di Universitas Brawijaya (UB), saat ini juga tengah melakukan pendataan. Dari 63 ribu mahasiswa aktif, telah terdaftar 54 ribu mahasiswa sebagai calon penerima bantuan kuota internet. “Saat ini kami masih melakukan pendataan. Ada beberapa kendala seperti nomor hand phone mahasiswa yang ganda,” ujar Kepala Bagian Akademik UB Heri Prawoto Widodo SSos MAB.

Heri menjelaskan, kendala tersebut masih mendominasi saat pencatatan. Sehingga nomor mahasiswa bisa tercatat ganda. Batas validasi nomor aktif ke Kemendikbud-Ristek yakni Selasa depan (7/9). Artinya, deadline pengumpulan data tersebut hanya tersisa dua hari. Karena itu, pihaknya juga akan sesegera mungkin menuntaskan pendataan.

Untuk dosen, Heri mengatakan, juga masih dilakukan pendataan. Terdaftar 2.100 dosen aktif, namun yang terdata masih 1.971 dosen. Hal ini juga masih terus dilakukan untuk prosesnya. Dia tidak mau jika nomor yang didaftarkan ternyata tidak aktif. Karena dengan bantuan ini bisa membantu pembelajaran jarak jauh melalui daring. “Semua mahasiswa aktif dan para dosen mendapatkan bantuan kuota internet yang langsung masuk ke nomor hand phone pribadi masing-masing,” tambahnya. (cj3/adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/