alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Siswa SMA I Sabilillah Ukir Prestasi Nasional di Masa Pandemi

MALANG KOTA – Meski pandemi covid-19, tapi siswa SMA Islam Sabilillah Malang tetap mengukir prestasi di kancah nasional. Yaitu juara I dan favorit dalam kompetisi Transfest yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), 5 September lalu.

Mereka adalah Yafi Elian Permana, Yanuar Fahriza Haqi, dan Musa Dhiaulhaq serta guru pembimbing Sayyidatul Awalia Nuzula. Ketua tim SMA Islam Sabilillah Malang Yafi Elian Permana mengaku tak menyangka jika akan meraih juara I dalam kompetisi tersebut. Karena persaingannya relatif ketat dalam kompetisi tersebut.

”Kami harus bersaing dengan beberapa tim yang dari tahun-tahun sebelumnya sudah pernah ikut. Tentunya mereka sudah lebih tahu medannya,” kata siswa kelas XII MIPA 1 A ini, Senin (5/10).

Timnya juga mereasa sedikit ’demam panggung’ sebelum presentasi di depan juri. Namun, hal ini tidak berjalan lama. ”Sempat deg-degan sebelum presentasi. Tapi saya sebagai ketua tim harus bisa mengembalikan percaya diri tim,” terang dia.

Lebih lanjut, ada beberapa tim lawan yang dianggap berat dalam kompetisi tersebut. Seperti tim dari Banyuwangi, Lombok dan Jakarta.

”Alhamdulillah, tim kami bisa lolos ke final dan akhirnya juara,” ungkap siswa asal Kobonagung, Kabupaten Malang ini.

Karya tulis yang mereka angkat adalah EL-ZEBRA: Solusi Inovatif Dalam Mewujudkan Kemandirian Energi Listrik di Pelabuhan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Kemaritiman. Inti dari karya tulis ini adalah energi listrik alternatif di pelabuhan perikanan bernama EL-ZEBRA, dimana pembangkit listrik didapat dari tekanan yang berasal dari kendaraan-kendaraan yang melindas area El Zebra, atau dari injakan kaki manusia yang menginjak di area El Zebra.

”Listriknya untuk operasional Cold Storage di pelabuhan agar bisa mengawetkan ikan, sehingga bisa meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya kemaritiman,” jelas dia.

Sementara itu, guru pembimbing sekaligus guru lab MIPA SMA Islam Sabilillah Malang Sayyidatul Awalia Nuzula mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan mulai Februari lalu. Namun, pengerjaan proposal karya tulis dimulai sebelum Februari.

”Kalau suka dukanya selama mendampingi ya seru. Ini pengalaman baru. Kalau dukanya, karena kondisi pandemi (harus dibatasi aktivitasnya),” terang dia.

Terpisah, Kepala SMA Islam Sabilillah Malang Luqman, S.Pd., M.Pd menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada siswanya dengan memberi tahu kepada orang tua siswa dan masyarakat luas serta menerapkan energi listrik alternatif ini di sekolah. Karena meski di masa pandemi, siswanya tetap bisa berprestasi dan berinovasi.

”Harapannya, jangan berhenti untuk berkreasi dan berinovasi. Kembangkan terus agar bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Karena dimasa sekarang yang menang adalah yang mampu berinovatif,” imbuh pria asal Jombang ini.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Meski pandemi covid-19, tapi siswa SMA Islam Sabilillah Malang tetap mengukir prestasi di kancah nasional. Yaitu juara I dan favorit dalam kompetisi Transfest yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), 5 September lalu.

Mereka adalah Yafi Elian Permana, Yanuar Fahriza Haqi, dan Musa Dhiaulhaq serta guru pembimbing Sayyidatul Awalia Nuzula. Ketua tim SMA Islam Sabilillah Malang Yafi Elian Permana mengaku tak menyangka jika akan meraih juara I dalam kompetisi tersebut. Karena persaingannya relatif ketat dalam kompetisi tersebut.

”Kami harus bersaing dengan beberapa tim yang dari tahun-tahun sebelumnya sudah pernah ikut. Tentunya mereka sudah lebih tahu medannya,” kata siswa kelas XII MIPA 1 A ini, Senin (5/10).

Timnya juga mereasa sedikit ’demam panggung’ sebelum presentasi di depan juri. Namun, hal ini tidak berjalan lama. ”Sempat deg-degan sebelum presentasi. Tapi saya sebagai ketua tim harus bisa mengembalikan percaya diri tim,” terang dia.

Lebih lanjut, ada beberapa tim lawan yang dianggap berat dalam kompetisi tersebut. Seperti tim dari Banyuwangi, Lombok dan Jakarta.

”Alhamdulillah, tim kami bisa lolos ke final dan akhirnya juara,” ungkap siswa asal Kobonagung, Kabupaten Malang ini.

Karya tulis yang mereka angkat adalah EL-ZEBRA: Solusi Inovatif Dalam Mewujudkan Kemandirian Energi Listrik di Pelabuhan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Kemaritiman. Inti dari karya tulis ini adalah energi listrik alternatif di pelabuhan perikanan bernama EL-ZEBRA, dimana pembangkit listrik didapat dari tekanan yang berasal dari kendaraan-kendaraan yang melindas area El Zebra, atau dari injakan kaki manusia yang menginjak di area El Zebra.

”Listriknya untuk operasional Cold Storage di pelabuhan agar bisa mengawetkan ikan, sehingga bisa meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya kemaritiman,” jelas dia.

Sementara itu, guru pembimbing sekaligus guru lab MIPA SMA Islam Sabilillah Malang Sayyidatul Awalia Nuzula mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan mulai Februari lalu. Namun, pengerjaan proposal karya tulis dimulai sebelum Februari.

”Kalau suka dukanya selama mendampingi ya seru. Ini pengalaman baru. Kalau dukanya, karena kondisi pandemi (harus dibatasi aktivitasnya),” terang dia.

Terpisah, Kepala SMA Islam Sabilillah Malang Luqman, S.Pd., M.Pd menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada siswanya dengan memberi tahu kepada orang tua siswa dan masyarakat luas serta menerapkan energi listrik alternatif ini di sekolah. Karena meski di masa pandemi, siswanya tetap bisa berprestasi dan berinovasi.

”Harapannya, jangan berhenti untuk berkreasi dan berinovasi. Kembangkan terus agar bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Karena dimasa sekarang yang menang adalah yang mampu berinovatif,” imbuh pria asal Jombang ini.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/