alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Terapi Kecemasan Pasien Antar Deby Jadi Wisudawan Terbaik Polkesma

MALANG KOTA – Selasa (5/10), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang (Polkesma) meluluskan 667 wisudawan secara daring. Pada Program Sarjana Terapan, wisudawan terbaik diraih Deby Eka Cahyati dari Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Keperawatan dengan IPK 3,91. Karena situasi pandemi, skripsi Deby mengulas terkait literatur jurnal.

Deby mengaku bersyukur menjadi wisudawan terbaik. Ia berpesan kepada semua yang sedang berjuang menyelesaikan study, bahwa semangat dan kerja keras adalah kunci. “Jangan berpangku pada hasil, setiap dari kita harus memaksimalkan proses,” ujarnya.

Perempuan yang semasa kuliah mengikuti berbagai organisasi itu mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman yang banyak di Polkesma. Berbagai pengalaman seperti menjadi penanggung jawab petugas kesehatan KSR saat ada event besar membuatnya lebih percaya diri.

“Dari berbagai pengalaman di kampus, saya kenal banyak orang dan relasi hingga memudahkan saya untuk mencapai banyak hal saat ini,” katanya.

Perempuan asal Tulungagung itu juga menerangkan penelitian pada skripsinya. Karena situasi pandemi, sehingga Ia lebih memilih mengulas literatur dari jurnal-jurnal. “Saya mengulas jurnal yang sekiranya belum banyak terekspos atau belum banyak ditemukan di lapangan,” katanya.

Dari jurnal itu, Deby mengambil tema Terapi Murrotal Al Quran, Menpulos Terapi dan Distraksi Audio Visual untuk Pasien Pre Operasi. Hasilnya dari ketiga jurnal itu, bisa disimpulkan bahwa tidak bisa menjudge mana yang lebih efektif.

“Karena saya penelitiannya berdasarkan literatur. Jadi ketiga jurnal itu membuktikan bahwa ketiganya berpengaruh untuk menurunkan kecemasan pasien pre operasi. Kebetulan saya menggunakan responden pasien pre operasi,” terangnya.

Namun dari keseluruhan itu, Deby menyarankan jika pasien harus menunggu waktu yang lama untuk operasi, sebaiknya sebagai upaya mengurangi kecemasan, pasien bisa melakukan menpulos terapi.

“Setelah lulus, saat ini saya masih mengikuti profesi satu tahun juga di Polkesma. Harapannya ilmu, pengalaman dan penelitian yang saya miliki bisa bermanfaat untuk masyarakat, utamanya pasien,” tutupnya. (bin/dik/rmc)

MALANG KOTA – Selasa (5/10), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang (Polkesma) meluluskan 667 wisudawan secara daring. Pada Program Sarjana Terapan, wisudawan terbaik diraih Deby Eka Cahyati dari Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Keperawatan dengan IPK 3,91. Karena situasi pandemi, skripsi Deby mengulas terkait literatur jurnal.

Deby mengaku bersyukur menjadi wisudawan terbaik. Ia berpesan kepada semua yang sedang berjuang menyelesaikan study, bahwa semangat dan kerja keras adalah kunci. “Jangan berpangku pada hasil, setiap dari kita harus memaksimalkan proses,” ujarnya.

Perempuan yang semasa kuliah mengikuti berbagai organisasi itu mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman yang banyak di Polkesma. Berbagai pengalaman seperti menjadi penanggung jawab petugas kesehatan KSR saat ada event besar membuatnya lebih percaya diri.

“Dari berbagai pengalaman di kampus, saya kenal banyak orang dan relasi hingga memudahkan saya untuk mencapai banyak hal saat ini,” katanya.

Perempuan asal Tulungagung itu juga menerangkan penelitian pada skripsinya. Karena situasi pandemi, sehingga Ia lebih memilih mengulas literatur dari jurnal-jurnal. “Saya mengulas jurnal yang sekiranya belum banyak terekspos atau belum banyak ditemukan di lapangan,” katanya.

Dari jurnal itu, Deby mengambil tema Terapi Murrotal Al Quran, Menpulos Terapi dan Distraksi Audio Visual untuk Pasien Pre Operasi. Hasilnya dari ketiga jurnal itu, bisa disimpulkan bahwa tidak bisa menjudge mana yang lebih efektif.

“Karena saya penelitiannya berdasarkan literatur. Jadi ketiga jurnal itu membuktikan bahwa ketiganya berpengaruh untuk menurunkan kecemasan pasien pre operasi. Kebetulan saya menggunakan responden pasien pre operasi,” terangnya.

Namun dari keseluruhan itu, Deby menyarankan jika pasien harus menunggu waktu yang lama untuk operasi, sebaiknya sebagai upaya mengurangi kecemasan, pasien bisa melakukan menpulos terapi.

“Setelah lulus, saat ini saya masih mengikuti profesi satu tahun juga di Polkesma. Harapannya ilmu, pengalaman dan penelitian yang saya miliki bisa bermanfaat untuk masyarakat, utamanya pasien,” tutupnya. (bin/dik/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/