alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

1200 Peserta Ikuti Webinar Peluang Kerja Di Jepang Bareng UMM

MALANG KOTA — Antusias peserta seminar karir ’peluang kerja di Jepang’ yang diselenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui aplikasi zoom dan youtube vokasi UMM hari ini (6/2) relatif tinggi. Jumlah total pesertanya mencapai 1.230 orang, dimana 72 persen dari siswa SMK dan mahasiswa vokasi.

Sedangkan, lainnya terdiri dari guru SMK, dosen vokasi dan kepala SMK. Mereka nanti mengikuti seminar melalui aplikasi zoom dan channel youtube: vokasi UMM. “Antusiasme peserta di luar dugaan. Ada 1.230 peserta yang ikut seminar nanti,” kata Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM Dr Tulus Winarsunu, MSi, Sabtu (6/2).

Dia menjelaskan, UMM menggunakan dua jalur bagi alumni untuk berkarir di Jepang. Yaitu jalur pemerintah melalui kerangka kerja Indonesia Japan Economic Partnership Agrement (EPA) dan jalur non-pemerintah.

”Yang jalur kedua ini melalui jasa pihak ketiga yaitu Sending Organization (SO) dan Acceptance Organization (AO),” jelas pria asal Banyuwangi ini.

Lebih lanjut, jalur pemerintah tersebut dilakukan setahun sekali dan gratis. Dimana daftarnya langsung ke Depnaker dan calon pelamar harus memiliki sertifikat lulus bahasa Jepang minimal level N4.

”Sampai saat ini ada enam lulusan UMM yang berangkat ke Jepang lewat jalur ini,” ungkapnya.

Sedangkan, masih kata dia, jalur non-pemerintah merupakan skema yang fleksibel dan tidak ada batasan jumlah peserta. Dimana UMM menyelenggarakan pelatihan bahasa, budaya dan keterampilan kerja selama satu tahun.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja(LPK) dan SO yang memiliki tugas untuk mengatur komunikasi dengan pihak perusahaan Jepang (AO).

”Lewat jalur ini, kami sudah mengirimkan sekitar 80 alumni D3 dan sarjana keperawatan ke puluhan rumah sakit di Jepang,” terang dia.

Tak hanya itu, lanjutnya, UMM juga membentuk lembaga baru, yaitu Outsourcing Training Center (OTC) dan ini hasil kerja sama antara UMM dan PT. OS Selnajaya Indonesia. Karena permintaan tenaga kerja dari Jepang relatif tinggi.

”Total ada sekitar 3000 tenaga kerja di berbagai bidang pada tahun ini,” imbuhnya.

Melalui OTC ini, masih kata dia, pihaknya menyusun skema baru. Yaitu skema kerja ditambah, dimana yang semula hanya bidang keperawatan, saat ini menjadi 14 skema pekerjaan.

”Ada bidang perhotelan, restoran, pertanian, konstruksi dan masih banyak lagi. Sebentar lagi, seminar karir dimulai, silakan ikut, untuk dapat informasi lebih lengkap,” kata dia.

Seperti diketahui, narasumber dalam seminar ini adalah Presiden Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd, Dirjen Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto, Ph.D, alumnus UMM yang bekerja di Sangenjaya Hospital-Setagaya-Tokyo Sobbarudin Subekti, Amd dan Kadisdik Pemprov Jatim Wahid Wahyudi.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Antusias peserta seminar karir ’peluang kerja di Jepang’ yang diselenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui aplikasi zoom dan youtube vokasi UMM hari ini (6/2) relatif tinggi. Jumlah total pesertanya mencapai 1.230 orang, dimana 72 persen dari siswa SMK dan mahasiswa vokasi.

Sedangkan, lainnya terdiri dari guru SMK, dosen vokasi dan kepala SMK. Mereka nanti mengikuti seminar melalui aplikasi zoom dan channel youtube: vokasi UMM. “Antusiasme peserta di luar dugaan. Ada 1.230 peserta yang ikut seminar nanti,” kata Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM Dr Tulus Winarsunu, MSi, Sabtu (6/2).

Dia menjelaskan, UMM menggunakan dua jalur bagi alumni untuk berkarir di Jepang. Yaitu jalur pemerintah melalui kerangka kerja Indonesia Japan Economic Partnership Agrement (EPA) dan jalur non-pemerintah.

”Yang jalur kedua ini melalui jasa pihak ketiga yaitu Sending Organization (SO) dan Acceptance Organization (AO),” jelas pria asal Banyuwangi ini.

Lebih lanjut, jalur pemerintah tersebut dilakukan setahun sekali dan gratis. Dimana daftarnya langsung ke Depnaker dan calon pelamar harus memiliki sertifikat lulus bahasa Jepang minimal level N4.

”Sampai saat ini ada enam lulusan UMM yang berangkat ke Jepang lewat jalur ini,” ungkapnya.

Sedangkan, masih kata dia, jalur non-pemerintah merupakan skema yang fleksibel dan tidak ada batasan jumlah peserta. Dimana UMM menyelenggarakan pelatihan bahasa, budaya dan keterampilan kerja selama satu tahun.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja(LPK) dan SO yang memiliki tugas untuk mengatur komunikasi dengan pihak perusahaan Jepang (AO).

”Lewat jalur ini, kami sudah mengirimkan sekitar 80 alumni D3 dan sarjana keperawatan ke puluhan rumah sakit di Jepang,” terang dia.

Tak hanya itu, lanjutnya, UMM juga membentuk lembaga baru, yaitu Outsourcing Training Center (OTC) dan ini hasil kerja sama antara UMM dan PT. OS Selnajaya Indonesia. Karena permintaan tenaga kerja dari Jepang relatif tinggi.

”Total ada sekitar 3000 tenaga kerja di berbagai bidang pada tahun ini,” imbuhnya.

Melalui OTC ini, masih kata dia, pihaknya menyusun skema baru. Yaitu skema kerja ditambah, dimana yang semula hanya bidang keperawatan, saat ini menjadi 14 skema pekerjaan.

”Ada bidang perhotelan, restoran, pertanian, konstruksi dan masih banyak lagi. Sebentar lagi, seminar karir dimulai, silakan ikut, untuk dapat informasi lebih lengkap,” kata dia.

Seperti diketahui, narasumber dalam seminar ini adalah Presiden Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd, Dirjen Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto, Ph.D, alumnus UMM yang bekerja di Sangenjaya Hospital-Setagaya-Tokyo Sobbarudin Subekti, Amd dan Kadisdik Pemprov Jatim Wahid Wahyudi.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/