alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Pandemi, Minat Lulusan SMK Lanjutkan ke Bangku Kuliah Menurun

KOTA MALANG – Beragam fenomena terjadi kala pandemi Covid-19. Salah satunya, banyak siswa SMK yang memilih bekerja di tengah fleksibilitas waktu belajar dari rumah. Kondisi tersebut diyakini juga ikut memengaruhi turunnya minat melanjutkan ke bangku kuliah.

Guru Bimbingan Konseling SMKN 5 Malang Nurul Duariyati menyatakan, selama pandemi Covid-19, minat siswa untuk melanjutkan kuliah makin menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2020 lalu, masih ada 230 siswa yang berminat melanjutkan kuliah. Jumlah itu menurun pada tahun 2021 menjadi 200 siswa saja. Lalu, penurunan terjadi lagi pada tahun 2022 ini. “Dari data kemarin, sejauh ini masih ada sekitar 184 yang berminat untuk melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Nurul itu menambahkan, kondisi tersebut terjadi bisa disebabkan banyak faktor. Salah satunya, hal itu dipicu banyak siswa yang sudah bekerja saat masih sekolah. “Pandemi kan sistemnya daring (belajar dari rumah). Jadi fleksibilitas pembelajaran daring ini banyak dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bekerja,” ujarnya. Meski orientasi SMK tidak pada seberapa banyak lulusannya yang melanjutkan kuliah, namun SMKN 5 tetap berusaha memenuhi kuota untuk mengikuti SNMPTN.

“Sama dengan SMA, kuota SNMPTN SMK juga ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. SMKN 5 Malang kan akreditasinya A, jadi dapat kuota 40 persen juga,” beber Nurul.  Dengan total jumlah siswa yang akan lulus di 4 jurusan sebanyak 575 siswa, SMKN 5 Malang mendapat kuota 230 siswa yang bisa mendaftar SNMPTN. Hal itu menunjukkan kini masih ada sekitar 46 kursi kosong untuk pendaftar SNMPTN di sekolah tersebut.

Hal yang sama diungkapkan Koordinator BK SMKN 2 Malang Ihdanul Fahminuddin A. Dirinya mengaku kesulitan memenuhi kuota SNMPTN. Khususnya untuk jurusan perhotelan. Jumlah keseluruhan siswa jurusan perhotelan sebanyak 102 siswa. Maka, 40 persen dari jumlah itu yakni 41 kursi. “Kuotanya sama 40 persen karena akreditasinya A. Namun di jurusan perhotelan dari 41 kuota yang ada itu masih terisi 22 siswa yang mau mengikuti SNMPTN,” ujarnya. Artinya, saat ini pria yang akrab di sapa Rizal itu masih punya PR untuk memenuhi 19 kursi kosong untuk SNMPTN.

Alasan yang hampur sama diungkapkan Rizal. Kebanyakan siswa di jurusan perhotelan kepincut kerja saat kegiatan PKL atau magang. “Beberapa ada yang sudah diminta oleh perusahaan tempat mereka magang. Untuk itu, di jurusan perhotelan sulit untuk memenuhi kuota pendaftaran SNMPTN yang ada,” terangnya.

Namun Rizal menggarisbawahi, angka minat siswa melanjutkan ke perguruan tinggi tidak menjadi tolok ukur keberhasilan sekolah. Sebab, parameter keberhasilan SMK yakni seberapa banyak lulusannya yang terserap di bursa kerja. (dre/nay)

 

KOTA MALANG – Beragam fenomena terjadi kala pandemi Covid-19. Salah satunya, banyak siswa SMK yang memilih bekerja di tengah fleksibilitas waktu belajar dari rumah. Kondisi tersebut diyakini juga ikut memengaruhi turunnya minat melanjutkan ke bangku kuliah.

Guru Bimbingan Konseling SMKN 5 Malang Nurul Duariyati menyatakan, selama pandemi Covid-19, minat siswa untuk melanjutkan kuliah makin menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2020 lalu, masih ada 230 siswa yang berminat melanjutkan kuliah. Jumlah itu menurun pada tahun 2021 menjadi 200 siswa saja. Lalu, penurunan terjadi lagi pada tahun 2022 ini. “Dari data kemarin, sejauh ini masih ada sekitar 184 yang berminat untuk melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Nurul itu menambahkan, kondisi tersebut terjadi bisa disebabkan banyak faktor. Salah satunya, hal itu dipicu banyak siswa yang sudah bekerja saat masih sekolah. “Pandemi kan sistemnya daring (belajar dari rumah). Jadi fleksibilitas pembelajaran daring ini banyak dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bekerja,” ujarnya. Meski orientasi SMK tidak pada seberapa banyak lulusannya yang melanjutkan kuliah, namun SMKN 5 tetap berusaha memenuhi kuota untuk mengikuti SNMPTN.

“Sama dengan SMA, kuota SNMPTN SMK juga ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. SMKN 5 Malang kan akreditasinya A, jadi dapat kuota 40 persen juga,” beber Nurul.  Dengan total jumlah siswa yang akan lulus di 4 jurusan sebanyak 575 siswa, SMKN 5 Malang mendapat kuota 230 siswa yang bisa mendaftar SNMPTN. Hal itu menunjukkan kini masih ada sekitar 46 kursi kosong untuk pendaftar SNMPTN di sekolah tersebut.

Hal yang sama diungkapkan Koordinator BK SMKN 2 Malang Ihdanul Fahminuddin A. Dirinya mengaku kesulitan memenuhi kuota SNMPTN. Khususnya untuk jurusan perhotelan. Jumlah keseluruhan siswa jurusan perhotelan sebanyak 102 siswa. Maka, 40 persen dari jumlah itu yakni 41 kursi. “Kuotanya sama 40 persen karena akreditasinya A. Namun di jurusan perhotelan dari 41 kuota yang ada itu masih terisi 22 siswa yang mau mengikuti SNMPTN,” ujarnya. Artinya, saat ini pria yang akrab di sapa Rizal itu masih punya PR untuk memenuhi 19 kursi kosong untuk SNMPTN.

Alasan yang hampur sama diungkapkan Rizal. Kebanyakan siswa di jurusan perhotelan kepincut kerja saat kegiatan PKL atau magang. “Beberapa ada yang sudah diminta oleh perusahaan tempat mereka magang. Untuk itu, di jurusan perhotelan sulit untuk memenuhi kuota pendaftaran SNMPTN yang ada,” terangnya.

Namun Rizal menggarisbawahi, angka minat siswa melanjutkan ke perguruan tinggi tidak menjadi tolok ukur keberhasilan sekolah. Sebab, parameter keberhasilan SMK yakni seberapa banyak lulusannya yang terserap di bursa kerja. (dre/nay)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/