alexametrics
30.4 C
Malang
Monday, 16 May 2022

PTM Ditunda, Rektor Unikama Sarankan Ini

MALANG KOTA – Tren peningkatan kasus Covid-19 berimbas pada penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Malang. Oleh karena itu, para guru harus didorong untuk menciptakan pembelajaran kreatif yang bisa memacu semangat siswa untuk belajar.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian MSi. Menurutnya, kondisi saat pembelajaran daring berpotensi membuat siswa cepat bosan, terutama jika anak didik masih berada di tingkatan SD-SMP-SMA.

“Sebab mereka masih proses pembentukan jati diri, membangun kemandirian, sehingga diperlukan proses tatap muka. Namun karena hal tersebut tidak dimungkinkan karena situasi pandemi, maka perlu strategi khusus agar proses transfer ilmu pengetahuan tidak terputus,” jelas Pieter.

Ia menyebut, para guru wajib mengkreasikan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan dengan sebanyak mungkin melibatkan murid. Sarana audio visual yang menjadi kelebihan pembelajaran virtual harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Jadi pembelajaran nggak melulu presentasi memakai power point. Bisa dengan membuat video. Tak hanya guru, tapi murid juga didorong untuk membuat tugas-tugas dalam bentuk video agar mereka tak merasa bosan belajar,” urai dia.

Teknik pembelajaran virtual kreatif bisa dimaksimalkan sembari menunggu pandemi mereda untuk selanjutnya dilakukan pembelajaran tatap muka.

“Jika sudah dilakukan pembelajaran tatap muka, maka transfer ilmu yang tidak bisa diberikan saat pendidikan daring, bisa diberikan saat pembelajaran tatap muka. Sebab, interaksi antara guru dan murid tak melulu transfer ilmu pengetahuan, namun ada juga proses imitasi guru oleh murid dalam hal cara berkomunikasi, cara bersikap, sehingga membentuk pribadi yang baik,” pungkas dia.

Pewarta: Inifia

MALANG KOTA – Tren peningkatan kasus Covid-19 berimbas pada penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Malang. Oleh karena itu, para guru harus didorong untuk menciptakan pembelajaran kreatif yang bisa memacu semangat siswa untuk belajar.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian MSi. Menurutnya, kondisi saat pembelajaran daring berpotensi membuat siswa cepat bosan, terutama jika anak didik masih berada di tingkatan SD-SMP-SMA.

“Sebab mereka masih proses pembentukan jati diri, membangun kemandirian, sehingga diperlukan proses tatap muka. Namun karena hal tersebut tidak dimungkinkan karena situasi pandemi, maka perlu strategi khusus agar proses transfer ilmu pengetahuan tidak terputus,” jelas Pieter.

Ia menyebut, para guru wajib mengkreasikan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan dengan sebanyak mungkin melibatkan murid. Sarana audio visual yang menjadi kelebihan pembelajaran virtual harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Jadi pembelajaran nggak melulu presentasi memakai power point. Bisa dengan membuat video. Tak hanya guru, tapi murid juga didorong untuk membuat tugas-tugas dalam bentuk video agar mereka tak merasa bosan belajar,” urai dia.

Teknik pembelajaran virtual kreatif bisa dimaksimalkan sembari menunggu pandemi mereda untuk selanjutnya dilakukan pembelajaran tatap muka.

“Jika sudah dilakukan pembelajaran tatap muka, maka transfer ilmu yang tidak bisa diberikan saat pendidikan daring, bisa diberikan saat pembelajaran tatap muka. Sebab, interaksi antara guru dan murid tak melulu transfer ilmu pengetahuan, namun ada juga proses imitasi guru oleh murid dalam hal cara berkomunikasi, cara bersikap, sehingga membentuk pribadi yang baik,” pungkas dia.

Pewarta: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/