alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pengumuman Seleksi PPPK Ditunda, Gunu Honorer Ketar Ketir

MALANG KOTA – Ribuan calon guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kota Malang masih harus ketar-ketir. Karena hasil seleksi kompetensi tahap I yang seharusnya diumumkan kemarin (5/10) ternyata ditunda. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) baru akan mengumumkan hasilnya Jumat depan (8/10).

Penundaan pengumuman tersebut mendapat perhatian Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang. Mereka menilai penundaan pengumuman tersebut kian membuat calon guru kontrak cemas. Lantaran mereka khawatir tak mencapai nilai minimal passing grade yang telah ditetapkan. Belum lagi banyak di antara calon guru kontrak tersebut terancam terganjal afirmasi syarat pembatasan usia dan masa pengabdian.

Karena itu, PGRI Kota Malang berharap ada kemudahan serta dispensasi diberikan pemerintah pusat kepada para guru. “Kami berharap bisa lolos semua, kalau bisa ada peninjauan lagi terkait itu (nilai afirmasi dan passing grade, Red),” harap Ketua PGRI Kota Malang Burhanuddin MPd.

Pria yang juga menjabat Kepala SMPN 5 Malang itu berharap pemerintah pusat mau mengakui masa pengabdian guru honorer. Khususnya mereka yang sudah lama mengabdi. Sesuai persyaratan, batas maksimal usia mengikuti tes PPPK adalah 35 tahun. Sehingga guru dengan usia 35 tahun ke atas sudah tidak mempunyai harapan lagi.

Diakui Burhan, sebagian di antara para guru yang mendaftar PPPK kesulitan memenuhi semua persyaratan. Namun mereka tetap punya kesempatan mengikuti seleksi kompetensi tahap II bersamaan dengan para guru honorer swasta. “Mau tidak mau ikut alurnya, tapi kami berharap juga mungkin ada evaluasi,” jelasnya.

Burhan juga berharap dari 1.211 formasi guru PPPK di Kota Malang bisa terisi sesuai alokasi. Mengingat jumlah pendaftar mencapai 1.756 orang. ”Besar kemungkinan bakal terisi semua. Namun saya juga khawatir banyak yang tak lolos karena dua faktor di atas,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Donni Sandito juga masih menunggu pengumuman lebih lanjut. Diakuinya, penundaan pengumuman membuat para guru cemas dan galau. Apalagi standar yang diberikan Kemendikbud Ristek juga terbilang tinggi. Khususnya passing grade dan nilai afirmasi sebesar 15 persen. “Kami juga belum dapat informasi karena penyelenggaranya kan Kemendikbud Ristek dan diteruskan ke provinsi,” jelasnya.

Mantan Camat Kedungkandang itu menambahkan bakal menginformasikan lebih lanjut terkait pengumuman hasil seleksi kompentensi I PPPK guru. Donni juga menyarankan calon guru kontrak untuk mengakses informasi terbaru melalui laman https://gurupppk.kemdikbud.go.id. Sehingga para calon guru PPPK tidak terkecoh dengan informasi hoax. Meski tertunda, pihaknya optimistis pelaksanaan PPPK guru tak sampai molor hingga akhir tahun.

“Kami hanya menunggu saja, tapi berharap jangan sampai memakan waktu yang lama,” harap pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu. (and/nay/rmc)

MALANG KOTA – Ribuan calon guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kota Malang masih harus ketar-ketir. Karena hasil seleksi kompetensi tahap I yang seharusnya diumumkan kemarin (5/10) ternyata ditunda. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) baru akan mengumumkan hasilnya Jumat depan (8/10).

Penundaan pengumuman tersebut mendapat perhatian Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang. Mereka menilai penundaan pengumuman tersebut kian membuat calon guru kontrak cemas. Lantaran mereka khawatir tak mencapai nilai minimal passing grade yang telah ditetapkan. Belum lagi banyak di antara calon guru kontrak tersebut terancam terganjal afirmasi syarat pembatasan usia dan masa pengabdian.

Karena itu, PGRI Kota Malang berharap ada kemudahan serta dispensasi diberikan pemerintah pusat kepada para guru. “Kami berharap bisa lolos semua, kalau bisa ada peninjauan lagi terkait itu (nilai afirmasi dan passing grade, Red),” harap Ketua PGRI Kota Malang Burhanuddin MPd.

Pria yang juga menjabat Kepala SMPN 5 Malang itu berharap pemerintah pusat mau mengakui masa pengabdian guru honorer. Khususnya mereka yang sudah lama mengabdi. Sesuai persyaratan, batas maksimal usia mengikuti tes PPPK adalah 35 tahun. Sehingga guru dengan usia 35 tahun ke atas sudah tidak mempunyai harapan lagi.

Diakui Burhan, sebagian di antara para guru yang mendaftar PPPK kesulitan memenuhi semua persyaratan. Namun mereka tetap punya kesempatan mengikuti seleksi kompetensi tahap II bersamaan dengan para guru honorer swasta. “Mau tidak mau ikut alurnya, tapi kami berharap juga mungkin ada evaluasi,” jelasnya.

Burhan juga berharap dari 1.211 formasi guru PPPK di Kota Malang bisa terisi sesuai alokasi. Mengingat jumlah pendaftar mencapai 1.756 orang. ”Besar kemungkinan bakal terisi semua. Namun saya juga khawatir banyak yang tak lolos karena dua faktor di atas,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Donni Sandito juga masih menunggu pengumuman lebih lanjut. Diakuinya, penundaan pengumuman membuat para guru cemas dan galau. Apalagi standar yang diberikan Kemendikbud Ristek juga terbilang tinggi. Khususnya passing grade dan nilai afirmasi sebesar 15 persen. “Kami juga belum dapat informasi karena penyelenggaranya kan Kemendikbud Ristek dan diteruskan ke provinsi,” jelasnya.

Mantan Camat Kedungkandang itu menambahkan bakal menginformasikan lebih lanjut terkait pengumuman hasil seleksi kompentensi I PPPK guru. Donni juga menyarankan calon guru kontrak untuk mengakses informasi terbaru melalui laman https://gurupppk.kemdikbud.go.id. Sehingga para calon guru PPPK tidak terkecoh dengan informasi hoax. Meski tertunda, pihaknya optimistis pelaksanaan PPPK guru tak sampai molor hingga akhir tahun.

“Kami hanya menunggu saja, tapi berharap jangan sampai memakan waktu yang lama,” harap pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu. (and/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/