alexametrics
22.1 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Angkat Pengaturan UU PPAT, Fathul Laila Raih Cumlaude Doktor Hukum UB

MALANG KOTA – Di tengah kesibukannya menjadi seorang notaris, Fathul Laila berhasil memperoleh gelar doktornya di Universitas Brawijaya. Tak sekadar meraih gelar, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Dosen Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini lulus dengan predikat cumlaude, berkat disertasinya yang berjudul Perwujudan Azas Itikad Baik dalam Peralihan dan Pendaftaran Hak Atas Tanah dengan Akta PPAT.

Perempuan yang akrab disapa Ella itu menuturkan, judul tersebut sengaja diangkat karena diperlukan pengaturan lebih lanjut terkait Undang-undang Pejabat Pembuat Akta Tanah (UU PPAT). Sebab hingga kini belum ada UU yang mengatur khusus terkait PPAT. Dia menambahkan, PPAT hanya donatur dalam bentuk PP, yaitu No. 24 tahun 2016 perubahan atas PP no 37 tahun 1998 yang dirasa masih belum memberikan kepastian hukum yang berkeadilan sesuai amanat konstitusi dan Pancasila.

Dr. Fathul Laila SH, L.LM, M.Kn menjawab pertanyaan dari salah satu penguji yang juga Wakil Dekan I Fakultas Hukum UB, Dr. Siti Hamidah, SH, MM. saat ujian daring.

Dalam perjuangannya memperoleh gelar doktor dan menyelesaikan penelitian yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun 2 bulan itu, perempuan yang telah memproduksi jurnal-jurnal lolos Scopus Q2 ini harus menanggung beragam konsekuensi, termasuk salah satunya adalah cuti mengajar.

“Jika fokus saya terbagi, hasil menjadi tidak maksimal. Saya berterima kasih kepada Allah SWT, without Allah I am nothing, juga kepada suami, anak-anak, seluruh keluarga dan pihak-pihak yang telah banyak memberikan doa dan berkontribusi dalam studi saya,” ujarnya.

Ella menambahkan, studi dan penelitian disertasi yang dia buat selama ini tak akan bisa mencapai hasil terbaik tanpa bantuan dari banyak pihak yang tidak bisa dia sebutkan satu per satu. Sebab disertasi tersebut adalah pencapaian yang membutuhkan pemikiran mendalam.

“Ada problem filosofis (filsafati), yuridis, teoritis dan praktikal yang harus diselesaikan sehingga disertasi ini dapat memberikan novelty (penemuan baru) dalam dunia hukum khususnya ke-PPAT-an,”ujar perempuan yang karyanya juga dipublikasikan secara internasional, salah satunya dimuat di The International Journal of Innovation, Creativity and Change (Scopus Q2) dalam Volume 13 Issue 2, 2020, dengan judul The Implementation Of Good Faith in the Transfer and Registration Of Land Rights Based on Basic Agrarian Law.

Dalam disertasinya, Ella menemukan bahwa masih banyak adanya incomplete norm dan recht vacuum (kekosongan hukum) terkait dengan makna dan hakikat asas itikad baik dalam peralihan dan pendaftaran hak atas tanah dengan akta PPAT, sehingga belum dapat memberikan kepastian hukum yang berkeadilan sesuai amanat pasal 33 (3) UUD 1945 dan sila ke-5 Pancasila.

Promotor Ella, Prof Dr Abdul Rahmad Budiono SH MH menjelaskan bahwa itikad baik ini penting dalam jual beli tanah. “Misalnya ketika membeli tanah,ternyata lokasinya dekat kuburan. Dengan adanya kejelasan permasalahan, hal ini bisa meminimalisir sengketa,” terangnya.

Salah seorang penguji, Prof Dr Agus Yudha SH MH mengatakan, di disertasi ini ada unsur kebaharuan. Apalagi Ella yang juga merupakan akademisi sekaligus praktisi pastilah memahami benar persoalan ini dari hal yang paling mendasar.

“Ada check and balances yang terjadi di dalam produk hukum dan ini harusnya menjadi catatan. Dengan adanya instrumen itu, asas itikad baik dapat diwujudkan, baik itu di peralihan maupun di pendaftaran atas tanah. Sehingga kepastian hukum yang berkeadilan juga dapat diwujudkan, sehingga aktualisasi dari disertasi ini perlu diwujudkan,” terang profesor dari Universitas Airlangga itu.

Sementara itu, Kaprodi Doktor Ilmu Hukum Prof. Dr. Budi Santoso SH, LL.M, berharap bahwa penemuan dalam disertasi Ella dapat bermanfaat di masyarakat. “Tak hanya untuk Laila saja, tetapi juga lulusan program doktor di FH UB. Sehingga tidak hanya menjadi menara gading semata,” ujarnya.

Sementara itu, Ella tampak lancar dan tegas dalam menjawab tiap pertanyaan yang disampaikan oleh para penguji selama ujian berlangsung. Dukungan dan ucapan bangga pun mengalir lewat chat room di zoom meeting dari para rekan sesama mahasiswa, notaris maupun kolega dosen serta keluarga dari Sydney Australia, Dr. Fitry Mohanna (kakak Ella), Ahmad Fathan Al Aniq, PhD (paman) dari Canada, dan Aliem Uddin, keluarga dari Tokyo Jepang yang ikut hadir mendengarkan paparannya dalam ujian terbuka tersebut.
Ella yang dalam sesi ucapan terima kasih terlihat menangis karena haru mengingat perjuangan yang berat, berkali-kali menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan dan dukungan Promotor dan Co-Promotornya.

“Disertasi ini dapat terselesaikan dengan baik berkat dukungan para profesor yang menjadi promotor dan co promotor, beliau semua layaknya ayah bagi saya saat memberikan bimbingan,” ujarnya usai sidang kepada media.

Promotor Fathul Laila adalah Prof. Abd. Rahmad Budiono, SH, MH, dan Tim Co Promotor terdiri dari, Prof. Dr. Istislam, SH, M.Hum dan Prof. Dr. Iwan Permadi, SH, M.Hum. Sedangkan tim penguji dalam ujian akhir disertasi tersebut terdiri dari, Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, SH,MH, Prof. Sudharsono, SH, MS, Prof. Dr. Imam Koes Wahyono, SH, M.Hum, Prof. Dr. Rahmi Sulistyarini, SH, MH, dan Prof. Dr. Siti Hamidah, SH, MM.

Sementara itu, ujian akhir disertasi Fathul Laila yang digelar secara daring dikemas apik melalui tampilan virtual stage yang ditangani tim multimedia Deazha, event planner and organizer company terkemuka di Malang. Ruang perpustakaan di rumah Ella di Landungsari disulap menjadi studio dengan green screen background untuk menampilkan virtual stage layaknya panggung nyata di layar monitor promotor, penguji dan undangan lain dalam ujian.

“Masa pandemi membuat kita harus pandai beradaptasi, konsep virtual stage ini salah satu bagian dari adaptasi tersebut. Terima kasih Deazha dan team yang bisa merealisasikan virtual stage tersebut,” ujar ibu dua anak ini.

Selama pandemi, seminar daring, talkshow dan meeting perusahaan-perusahaan swasta lah yang lebih banyak memakai konsep green screen dan virtual stage, Ella mencoba untuk menerapkannya dalam sesi ujian karena ujian S3 baginya menjadi momen sekali seumur hidup. “Sekali lagi, saya berterima kasih kepada keluarga, dosen, teman-teman dan kolega yang mendukung saya hingga terselenggaranya ujian ini dengan baik. Terima kasih,” pungkas notaris yang berkantor di Jl. Margo Basuki Perum Taman Embong Anyar II Blok F No. 9 Dau ini.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Di tengah kesibukannya menjadi seorang notaris, Fathul Laila berhasil memperoleh gelar doktornya di Universitas Brawijaya. Tak sekadar meraih gelar, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Dosen Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini lulus dengan predikat cumlaude, berkat disertasinya yang berjudul Perwujudan Azas Itikad Baik dalam Peralihan dan Pendaftaran Hak Atas Tanah dengan Akta PPAT.

Perempuan yang akrab disapa Ella itu menuturkan, judul tersebut sengaja diangkat karena diperlukan pengaturan lebih lanjut terkait Undang-undang Pejabat Pembuat Akta Tanah (UU PPAT). Sebab hingga kini belum ada UU yang mengatur khusus terkait PPAT. Dia menambahkan, PPAT hanya donatur dalam bentuk PP, yaitu No. 24 tahun 2016 perubahan atas PP no 37 tahun 1998 yang dirasa masih belum memberikan kepastian hukum yang berkeadilan sesuai amanat konstitusi dan Pancasila.

Dr. Fathul Laila SH, L.LM, M.Kn menjawab pertanyaan dari salah satu penguji yang juga Wakil Dekan I Fakultas Hukum UB, Dr. Siti Hamidah, SH, MM. saat ujian daring.

Dalam perjuangannya memperoleh gelar doktor dan menyelesaikan penelitian yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun 2 bulan itu, perempuan yang telah memproduksi jurnal-jurnal lolos Scopus Q2 ini harus menanggung beragam konsekuensi, termasuk salah satunya adalah cuti mengajar.

“Jika fokus saya terbagi, hasil menjadi tidak maksimal. Saya berterima kasih kepada Allah SWT, without Allah I am nothing, juga kepada suami, anak-anak, seluruh keluarga dan pihak-pihak yang telah banyak memberikan doa dan berkontribusi dalam studi saya,” ujarnya.

Ella menambahkan, studi dan penelitian disertasi yang dia buat selama ini tak akan bisa mencapai hasil terbaik tanpa bantuan dari banyak pihak yang tidak bisa dia sebutkan satu per satu. Sebab disertasi tersebut adalah pencapaian yang membutuhkan pemikiran mendalam.

“Ada problem filosofis (filsafati), yuridis, teoritis dan praktikal yang harus diselesaikan sehingga disertasi ini dapat memberikan novelty (penemuan baru) dalam dunia hukum khususnya ke-PPAT-an,”ujar perempuan yang karyanya juga dipublikasikan secara internasional, salah satunya dimuat di The International Journal of Innovation, Creativity and Change (Scopus Q2) dalam Volume 13 Issue 2, 2020, dengan judul The Implementation Of Good Faith in the Transfer and Registration Of Land Rights Based on Basic Agrarian Law.

Dalam disertasinya, Ella menemukan bahwa masih banyak adanya incomplete norm dan recht vacuum (kekosongan hukum) terkait dengan makna dan hakikat asas itikad baik dalam peralihan dan pendaftaran hak atas tanah dengan akta PPAT, sehingga belum dapat memberikan kepastian hukum yang berkeadilan sesuai amanat pasal 33 (3) UUD 1945 dan sila ke-5 Pancasila.

Promotor Ella, Prof Dr Abdul Rahmad Budiono SH MH menjelaskan bahwa itikad baik ini penting dalam jual beli tanah. “Misalnya ketika membeli tanah,ternyata lokasinya dekat kuburan. Dengan adanya kejelasan permasalahan, hal ini bisa meminimalisir sengketa,” terangnya.

Salah seorang penguji, Prof Dr Agus Yudha SH MH mengatakan, di disertasi ini ada unsur kebaharuan. Apalagi Ella yang juga merupakan akademisi sekaligus praktisi pastilah memahami benar persoalan ini dari hal yang paling mendasar.

“Ada check and balances yang terjadi di dalam produk hukum dan ini harusnya menjadi catatan. Dengan adanya instrumen itu, asas itikad baik dapat diwujudkan, baik itu di peralihan maupun di pendaftaran atas tanah. Sehingga kepastian hukum yang berkeadilan juga dapat diwujudkan, sehingga aktualisasi dari disertasi ini perlu diwujudkan,” terang profesor dari Universitas Airlangga itu.

Sementara itu, Kaprodi Doktor Ilmu Hukum Prof. Dr. Budi Santoso SH, LL.M, berharap bahwa penemuan dalam disertasi Ella dapat bermanfaat di masyarakat. “Tak hanya untuk Laila saja, tetapi juga lulusan program doktor di FH UB. Sehingga tidak hanya menjadi menara gading semata,” ujarnya.

Sementara itu, Ella tampak lancar dan tegas dalam menjawab tiap pertanyaan yang disampaikan oleh para penguji selama ujian berlangsung. Dukungan dan ucapan bangga pun mengalir lewat chat room di zoom meeting dari para rekan sesama mahasiswa, notaris maupun kolega dosen serta keluarga dari Sydney Australia, Dr. Fitry Mohanna (kakak Ella), Ahmad Fathan Al Aniq, PhD (paman) dari Canada, dan Aliem Uddin, keluarga dari Tokyo Jepang yang ikut hadir mendengarkan paparannya dalam ujian terbuka tersebut.
Ella yang dalam sesi ucapan terima kasih terlihat menangis karena haru mengingat perjuangan yang berat, berkali-kali menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan dan dukungan Promotor dan Co-Promotornya.

“Disertasi ini dapat terselesaikan dengan baik berkat dukungan para profesor yang menjadi promotor dan co promotor, beliau semua layaknya ayah bagi saya saat memberikan bimbingan,” ujarnya usai sidang kepada media.

Promotor Fathul Laila adalah Prof. Abd. Rahmad Budiono, SH, MH, dan Tim Co Promotor terdiri dari, Prof. Dr. Istislam, SH, M.Hum dan Prof. Dr. Iwan Permadi, SH, M.Hum. Sedangkan tim penguji dalam ujian akhir disertasi tersebut terdiri dari, Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, SH,MH, Prof. Sudharsono, SH, MS, Prof. Dr. Imam Koes Wahyono, SH, M.Hum, Prof. Dr. Rahmi Sulistyarini, SH, MH, dan Prof. Dr. Siti Hamidah, SH, MM.

Sementara itu, ujian akhir disertasi Fathul Laila yang digelar secara daring dikemas apik melalui tampilan virtual stage yang ditangani tim multimedia Deazha, event planner and organizer company terkemuka di Malang. Ruang perpustakaan di rumah Ella di Landungsari disulap menjadi studio dengan green screen background untuk menampilkan virtual stage layaknya panggung nyata di layar monitor promotor, penguji dan undangan lain dalam ujian.

“Masa pandemi membuat kita harus pandai beradaptasi, konsep virtual stage ini salah satu bagian dari adaptasi tersebut. Terima kasih Deazha dan team yang bisa merealisasikan virtual stage tersebut,” ujar ibu dua anak ini.

Selama pandemi, seminar daring, talkshow dan meeting perusahaan-perusahaan swasta lah yang lebih banyak memakai konsep green screen dan virtual stage, Ella mencoba untuk menerapkannya dalam sesi ujian karena ujian S3 baginya menjadi momen sekali seumur hidup. “Sekali lagi, saya berterima kasih kepada keluarga, dosen, teman-teman dan kolega yang mendukung saya hingga terselenggaranya ujian ini dengan baik. Terima kasih,” pungkas notaris yang berkantor di Jl. Margo Basuki Perum Taman Embong Anyar II Blok F No. 9 Dau ini.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/